KALTIM Ampunku.com

PENGANTAR TULISAN : Ini tulisan H Oemar Dachlan di Minggu Ketiga Februari 1985. Walaupun periode jabatan Gubernur terus berganti hingga sekarang, 2019, namun tulisan ini masih asik untuk dibaca, dengan membayangkan sedang membaca di tahun 1985.

            Kalimantan Timur sebagai Daerah Tk.I atau propinsi dalam tahun 1959 pernah mempunyai Kepala Daerah dan seorang Gubernur. Artinya jabatan sebagai Kepala daerah mengurus soal-soal otonomi daerah, sedangkan gubernur adalah sebagai wakil pemerintah pusat dan mengurus soal-soal pemerintahan umum.

            Yang menjadi kepala daerah Kalimantan Timur adalah I. Abdoel Moeis. Dia adalah Kepala Daerah Kalimantan Timur yang pertama dan terakhir, sebab sesudah itu keluar Undang-Undang yang menetapkan gubernur merangkap Kepala Daerah, sehingga dipegang oleh satu orang saja, yang berlaku sampai sekarang.

            Sesudah berlakunya jabatan rangkap itu, yakni Gubernur Kepala Daerah, propinsi Kaltim pernah dipimpin A. Moeis Hassan sebagai Kepala Daerah. Ini terjadi dari tahun 1962 s/d tahun 1966.

Baca Juga : Samarinda di Mata Seorang Pengembara

            Seperti diketahui, Kaltim sebagai daerah Tk.I terbagi dalam enam daerah Tk.II yaitu 4 Kabupaten : Kutai, Bulungan, Berau dan Pasir serta 2 Kotamadya : Samarinda dan Balikpapan.Yang pertama menjadi Bupati KDH.Kutai antara lain adalah Drs. Achmad Dachlan , yang menjabat dalam 2 masa jabatan, dari tahun 1966 sampai permulaan tahun 1979.

Kantor Dinas PU Pembantu (sekarang Kantor Gubernur Kaltim II, extended) tahun 1970. Foto ist

            Kabupaten Bulungan pernah dipimpin antara lain Mayor (kemudian Letkol) Polisi M Asmawi Arbain sebagai Bupati Kepala Daerahnya. Sebagai Bupati KDH Berau pernah dijabat oleh Masdar John B.A. Sedangkan yang pernah menjadi Bupati KDH Pasir antara lain M Saleh Nafsi, SH dalam 2 masa jabatan dan Ir.Sulaiman Ismail (yang masih menjabat sampai sekarang ini).

            Selanjutnya Kotamadya Samarinda pernah mengenal secara akrab HM Kadrie Oening sebagai Walikota dari tahun 1967 sampai awal tahun 1980 (juga dalam 2 masa jabatan). Dia digantikan oleh Drs. H Anang Hasyim, yang baru saja pada tanggal 11 Februari 1985 lalu mengakhiri masa jabatannya sebagai Walikotamadya Samarinda yang ke-4.

            Letkol Polisi M Asmawi Arbain yang seperti diterangkan diatas pernah menjadi Bupati KDH Bulungan, kemudian menjadi Walikotamadya Balikpapan. Dengan demikian perwira Menengah Polisi yang kini sedang memasuki masa persiapan pensiun itu pernah menjadi Kepala daerah di 2 daerah Tingkat II di Kaltim.

            Tentunya menimbulkan pertanyaan mengapa dalam membicarakan orang-orang yang pernah menjadi Kepala Daerah (baik Bupati maupun Walikota) di Kaltim ini dan Kepala Daerah Kaltim sendiri. Kita mengemukakan nama-nama diatas, yang jumlahnya 9 orang. yakni menurut urutannya Abdoel Moeis, A Moeis Hassan, Drs. Achmad Dachlan, M Asnawi Arbain, Masdar John, BA., M. Saleh Nafsi, SH., Ir. Sulaiman Ismail., M Kadrie Oening dan Drs. Anang Hasyim.

            Untuk diketahui mereka yang kesemuanya sudah jadi Haji (bahkan beberapa diantaranya lebih dari 1 kali) itu adalah putra-putra daerah. Setidak-tidaknya kalau diantaranya ada yang bukan lahir di Samarinda. Masa anak-anak sampai dewasanya (termasuk sekolahnya sampai tingkat menengah pertama) dilewati Kota Mahakam ini (dalam 9 anak Samarinda yang pernah menjadi Kepala Daerah itu hanya IA Moeis yang telah berpulang ke rahmatullah beberapa tahun lalu di Jakarta. Kota tempatnya menetap sesudah tidak lagi menjadi Kepala Daerah Kaltim tahun 1959 lalu).

            Kita dapat menceritakan hal ini karena secara kebetulan kita adalah juga anak Samarinda  dan berusia lebih tua dari usia yang manapun dari kesembilan orang yang pernah mendapat panggilan Bapak itu, bahkan ada diantaranya yang sampai belasan tahun.

Minggu Ketiga Februari 1985

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan