Tiga Pusat Pertahanan Jepang di Sanga Sanga, Balikpapan dan Tarakan

Oleh : Drs HM. Aini SH MBA

UNABARA, terdiri dari Pasukan Angkatan Darat (Ryukugun) dan Kaigun (Angkatan Laut), yang memasuki Indonesia melalui Pulau Jawa, terutama Jawa Timur. Batalyon yang datang adalah Yon Katagiri, Yon/Butai 9446, Yon AD dan Marinir di bawah AD-Kaigun, yang bernaung di bawah Komando Pasukan Besar atau Dai Nippon Tai Koku.

Di Indonesia bagian timur, termasuk Kalimantan Timur adalah Kaigun/Marinir. Seluruh pasukan Jepang berada di bawah armada ke 22 dipimpin Admiral Kamada.

Di Kalimantan Timur komomando dipimpin oleh Perwira Samurai Matsunami dengan pangkat Perwira Menengah (Gusha), selaku Bucho (komando Resimen) Matsunami membawahi beberapa Batalyon Tempur AL dan AD, Pasuka Khusus (konkyo/Cutai) dan Kongun Kokusho dan pemerintahan militer.

Matsunami Butai 102 berkedudukan di Balikpapan meliputi daerah Samboja, Lamuru dan Pantai Tengah ke Selatan sampai Tanah Grogot, Laut dan darat perbatasan Kalimantan selatan dan Tengah serta lapangan terbang, pertahanan udara, pangkalan armada AL sebagai armada cadangan Basis II.

Matsunami Butai 103 berkedudukan di Tarakan meliputi daerah Bulungan, Malinau sampai Kalimantan Utara, Sarawak, Pulau derawan, sebatik, Sepadan, Pulau Bunyu, Nunukan, Pertahanan Serangan Udara, Pertahanan Armada AL, Gabungan dari Basis I : Macao/Halmahera, Manila, penghubung Armada Laut Makassar dan daerah khusus dari utara Kalimantan Timur.

Balatentara Dai Nippon bernaung di bawah Kementerian Pertahanan Kekaisaran Jepang di bawah lindungan Showa Tenno Heika, membawahi Rykugun, Kaigun dan Kakusho/Kogan yang berkuasa di Asia (Timur Raya) dipimpin Perwira Tinggi Samurai Laksamana Yamamoto, yang kekuasaannya meliputi : Asia Tenggara dan armada laut Jepang umumnya.

Untuk pimpinan Asia bagian Timur dipimpin oleh Jenderal Rykugun Shosio Shizuo Miyamoto, yang berkedudukan di pulau Jawa (Blitar).

Terbentuknya Heiho bersaman dengan terbentuknya Pembela Tanah Air (PETA), yang bermarkas di Blitar Jawa Timur berdasarkan surat pembentukan tanggal tanggal 23 September atas nama Showa Tenno Haika, yang didasarkan Peraturan Militer 23 September 1942 (2602) Nomor 3636 oleh Menteri Angkatan Darat Dai Nippon Taikoku.

Untuk kepentingan pembelaan pasukan Jepang dibentuk pula satuan-satuan, baik terbuka maupun bersifat rahasia/khusus, di antaranya : Tentara Sukarela, Tentara istimewa (khusus/jibaku), Yogikita, So’i Gijigun, Tokutsu Yogikitai, Kunkyochitai dan Heiho yang jumlahnya terbesar dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Di Kalimantan Timur, pendidikan terpusat di Sanga Sanga. Pendidikan untuk para pemuda itu meliputi Kejuruan (minyak, pertukangan, mesin dan elektro). Siswa yang dididik berasal dari Kaltim, Kalsel dan Kalteng.

Angkatan pertama (Ko Hu Yp Saijo) terdiri dari : Kalsel (Tanjung, Amuntai, Kandangan, Barabai, Banjarmasin dan Kalteng/Tamiang Layang) berjumlah 26 orang, dari hulu Mahkam 26 orang, asal romusha 4 orang, sanga Sanga dan Anggana 47 orang. Seluruhnya berjumlah 103 orang.

Untuk angkatan ke 2 dan ke 3 semakin banyak, sehingga keseluruhan berjumlah lebih kurang 700 orang. Pendidikan berlangsung selama 6 bulan dimulai tahun 1942.

Pada awal tahun 1943, pendidikan diarahkan ke pendidikan militer dari ngkatan pertama. Setelah selesai dari pendidikan tersebut, mereka digabungkan dengan tentara yang berasal dari Korea, Phlipina dan Jepang sendiri. Kekuatan tambahan dari Heiho Indonesia dari Heiho Indonesia angkatan II dan III dimasukan pula.

Pembagian kompi Batalyon Matsunami

Batalyon Matsunami ini terbagi dalam 5 kompi (cutai), yaitu :

B 1. Sancutai Hinumaru, Cui : bermarkas Jembatan 7 Sanga Sanga, meliputi wilayah pertahanan serangan udara, Sanga Sanga Seberang (bantuas) dan gunung Stelling dan sekitarnya. Kekuatan pasukan lebih kurang 200 orang.

2. Nyicutai Watanabe : bermarkas di Sepatin, handil dan perbatasan samboja, ke utara sampai perbatasan tarakan. Kekuatan personil lebih kurang 250 orang. komandan Letnan Satu AL Marinir Watanabe, Cui.

3. Sancutai Hinumaru, Cui : bermarkas Jembatan 7 Sanga Sanga, meliputi wilayah pertahanan serangan udara, Sanga Sanga Seberang (bantuas) dan gunung Stelling dan sekitarnya. Kekuatan pasukan lebih kurang 200 orang.

4. Yongcutai Njizumi, Cui : bermarkas di Anggana yang meliputi wilayah Tanjung Lama, Sungai Meriam, Kutai Lama, sepanjang Sungai Kuala Badak, Teluk Marang Kayu, Santan dan Bontang, dipimpin oleh Njizumi Cui Perwira Samurai Letnan Satu AL Marinir. Pasukan berkekuatan lk 200 orang dengan tugas Mihari Utama jurusan utara, terdiri dari tentara organik dan senjata bantuan.

5. Chocutai Nakamura, Cui : dipimpin oleh perwira Samurai AD Rykugun Sosio bermarkas di Sanga Sanga, dengan pasukan terdiri dari : paramedis, palang merah, para dokter, logistik, arsenal-peralatan militer dan sipil. Anggotanya juga terdiri dari beberapa Syotai dan Butai, bernaung di bawah Komando Markas besar Matsunami 101, yang berkedudukan di Sanga Sanga.

Balatentara Dai Nippon Taikoku (disebut juga Osamu Dai Rykogun Butai) tergabung di bawah komando Kementerian  Pertahanan Tentara Kerajaan Jepang atau Kekaisaran sejak awal tahun 1944 (2604). *

Bagian tulisan ini diambil dari buku berjudul : Perjuangan Merah Putih Sanga Sanga Kalimantan Timur. Penyusun/editor Drs HM Aini SH MBA. Dicetak oleh Bhimex Samarinda diterbitkan tahun 2002.

 

Penulis/penyusun : Drs HM. Aini SH MBA

Editor                      : Akhmad Zailani

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan