Beberapa Tokoh di Samarinda yang Berjuang di bidang Pendidikan Zaman Pemerintah Hindia Belanda

Kaltimampunku.com

Masdar dan M Yacob, adalah tokoh cendiakiawan pribumi di Samarinda yang pada tahun 1923 termasuk gigih mendirikan HIS (Holand Inlandche School), sekolah swasta (partikeir) pertama di Samarinda. Tahun 1928 kemudian diambl alih oleh Hindia Belanda untuk dijadikan sekolah negeri.

Aminah Soekoer adalah tokoh wanita yang mempelopori berdirinya sekolah khusus untuk wanita ( Meisjes school) di zaman Hindia Belanda, sekitar tahun 1928. Tujuan utamanya agar kaum perempuan mendapatkan pendidikan yang sejajar dengan kaum pria kala itu. ( Keterangan KH Sanie Karim tentang latar belakang Atje Voorstad atau Aminah Sjoekoer, lihat juga Anonim. Sejarah Kebangkitan Nasional Kalimantan Timur, Jakarta, Puslit, Depdikbud. 1978 hal 17)

Baca Juga : cerita fiksi (cerpen) berlatar belakang sejarah Samarinda : Aminah Sjoekoer
Margono, sekitar tahun 1936 (bersama organisasi Paridra) menjadi pelopor berdirinya Neutrale School, sekolah untuk anak-anak bumiputera, sebagai saingan dari sekolah HIS milik pemerintah Hindia Belanda. Margono sekaligus menjadi kepala sekolah.

Margono kemudian digantikan oleh Kasirun.Karena Kasirun juga menjadi guru di HIS, maka pemerintah Hindia Belanda meminta Kasirun untuk memilih, terus sebagai kepala sekolah di Neutrale School atau tetap sebagai guru negeri di HIS?


Tanpa ragu-ragu,Kasirun memilih lebih baik dipecat sebagi guru di HIS, dan terus melanjutkan sebagai kepala sekolah di Neutrale School.


Tujuan Kasirun tentu saja, agar dia lebih leluasa menanamkan jiwa kebangsaan kepada anak didiknya. banyak tokoh-tokoh masyarakat Samarinda yang menyekolahkan anaknya di Neutrale School, walaupun sekolah tersebut dianggap berbahaya oleh pemerintah Hindia Belanda. Kelak anak-anak Samarinda itu tanpil sebagai kaum nasional baru, yang anti penjajah. Mereka muncul melalui politik pergerakan kebangsaan atau politik kemerdekaan, yang mengganggu kedudukan pemerintahan Belanda di Samarinda.


Ada beberapa tokoh di Samarinda lainnya yang berjuang di bidang pendidikan termasuk KH Abul Hasan Pada tahun 1926, atas prakarsa KH Abdul Hasan dan dibantu oleh KH Abdullah Marisi di Samarinda di dirikan Madrasah Ahlusunnah School.

Baca Juga : KH Abul Hasan, Pendiri Madrasah Ahlusunnah School di Samarinda

Sumber :

  1. Anonim, Sejarah Kebangkitan Nasional Kalimantan Timur, Jakarta, Puslit, Depdikbud. 1978
  2. Djunaid Sanusie, H.M, secercah perjuangan BPR, Bn VIII, brig “S” Divisi VI Naratoma di Samarinda, LVRI, 1994.
”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan