Jaa,nur Ramadhan, Datangnya cahaya di bulan Ramadhan (1)

19 Agustus 2010

MASYARAKAT Samarinda nampaknya semakin mantap untuk memilih pasangan pro rakyat H  Syaharie Jaang dan H Nusyirwan Ismail.Dukungan kemenangan satu putaran kepada pasangan H Syaharie Jaang-H Nusyirwan Ismail semakin menguat dan meningkat, di bulan Ramadhan ini.

Sebab meningkatnya dukungan untuk pasangan nomor urut 2 ini yakni, karena dua figur yang keduanya berkualitas ini lebih dikenal masyarakat sebagai figur yang lebih religius, lebih peduli dengan kegiatan keagamaan sejak lama, dekat dan didukung oleh para ulama ternama di Kalimantan Timur.

Bahkan kiai dan  ulama ternama yang “dibawa-bawa” calon lain mendukung dirinya, ternyata malah mendukung pasangan Jaang-Nusyirwan. Sebutlah seperti Habib Ali Al Qadri dan KH Saad Idjan yang sempat diklaim mendukung calon tertentu. Ternyata, itu tidak benar. Buktinya, dua kiai dan ulama tersebut bersama sejumlah kiai dan ulama ternama daerah  tampil bersama Jaang-Nusyirwan di  TVRI Kaltim mengucapkan selamat berbuka puasa.

Sehingga akhirnya, masyarakat tidak bisa dikibuli. Ibaratnya, bila memang mutiara atau emas tetaplah emas. Kalau batu gunung, sekalipun terus digosok-gosok, apalagi menggosoknya hanya pada momen-momen ada kepentingan saja, maka akan tetaplah sebagai batu gunung yang tak akan berubah menjadi mutiara atau emas.

Guru KH Ahmad Bakeri, penceramah ternama dari Gambut Kalimantan Selatan mengatakan’ ‘’ulun titip Pak Jaang dan Pak Nusyirwan lah. Paham aja kalo piyan”. Murid guru sekumpul Martapura KH Zaini Ghani atau Guru Izai ini juga mengimbau agar masyarakat Samarinda menggunakan hak pilihnya dengan baik. Tidak perlu memilih golongan putih (Golput).

‘’Saya kenal baik dengan Pak Jaang dan Pak Nusyirwan, inilah figur pemimpin yang membawa harapan baik untuk ummat. Masyarakat Samarinda akan rugi besar selama lima tahun bila salah memilih pemimpin,’’ kata Guru Bakeri, yang memiliki jamaah jutaan orang yang tersebar di Kalimantan ini.

Kiai H Abdurachman atau akrab dipanggil Kiai Kerah Sakti ulama terkenal dari Jawa Timur juga berharap, masyarakat Samarinda bisa memilih figur yang aktif di kegiatan keagamaan yakni Jaang-Nusyirwan. Semoga, “datangnya cahaya” (bahasa Arab : Jaa= tiba, Nur = cahaya) di bulan ramadhan membawa kebaikan dan perubahan Samarinda 5 tahun ke depan yang lebih baik.

Si penyenandung “Muhammad Nabiku” Hadad Alwi tak mau ketinggalan. Setahu Hadad Alwi yang beberapa kali datang ke Samarinda dan bisa membuat jamaah menangis karena kerinduan yang besar terhadap junjungan nabi besar Muhammad SAW adalah hanya di Samarinda inilah pemimpin yang mengajak masyarakat bershalawat dan berzikir mengingat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW Ini kebanggan bagi masyarakat Samarinda.

‘’Inilah kesempatan bagi masyarakat Samarinda karena telah ada pasangan figur yang terbaik, yang mengajak masyarakat bershalawat dan berzikir. Kita harapankan Pak Jaang dan Pak Nusyirwan terpilih dalam satu putaran,’’ kata Hadad Alwi kepada wartawan di Hotel Mesra belum lama ini.

Syaharie Jaang enggan berkomentar banyak. Lelaki sederhana ini malah mendoakan masyarakat Samarinda, berkat doa ulama dan rajinnya masyarakat Samarinda bershalawat dan berzikir untuk Allah SWT dan junjungan Nabi besar Muhammad SAW, semoga Kota Samarinda dijauhkan dari segala bencana, suasana aman dan kondusif tetap terjaga serta masyarakatnya dilancarkan urusan dan rezeki dari Allah SWT.

Bagi masyarakat Samarinda yang lama menetap di Samarinda pasti mengenal betul figur Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail, yang lebih santun dan menghormati ulama. Bahkan, keduanya juga sempat meluangkan waktu untuk mengikuti haul ulama-ulama terkenal hingga ke luar daerah. Seperti Guru Bangil pendiri pondok Pesantren Datu Kalampayan di Pasuruan Jawa Timur beberapa waktu lalu. Kalau haul Guru Izai dan Guru Klampayan di Kalsel, bila ada waktu hampir setiap tahun keduanya menyempatkan diri untuk hadir.

Sehingga tidaklah salah bila masyarakat tetap memilih dan memenangkan satu putaran Jaang-Nusyirwan untuk menjadi walikota-Wawali Samarinda 2010-2015. Seperti diungkapkan lewat persembahan pantun dari majelis Al Munawarah dan Majeis Habsy Al Ikhlas Jalan Lambung Mangkurang. Bunyinya; Pandangan awam mudah tersisih/Suratan takdir tiada selisih/Jaang-Nusyirwan yang kita pilih/Orangnya mukmin hatinya bersih.  Akhmad Zailani/mc/bersambung.

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan