Jaang-Nusyirwan Pemimpin dalam Kenyataan

Salut, pasangan nomor 2  Tak Ikut-Ikutan Mengumbar  Berjanji

Catatan : Hj Tan Mei Hwa

Kaltim Ampunku, 24 September 2010

BERJANJI itu mudah, yang sulit itu merealisasikannya. Pasangan Jaang-Nusyirwan tak mau mengumbar banyak janji. Bisa saja, karena ambisi jabatan agar dipilih masyarakat, Jaang-Nusyirwan akan mengalokasikan bantuan per RT ratusan juta rupiah atau per warga puluhan juta rupiah diambil dari APBD, tapi itu tak ingin dilakukan Jaang-Nusyirwan. Jaang-Nusyirwan yang pertama menggulirkan bantuan modal usaha kepada warga melalui ketua RT. Jaang-Nusyirwan yang pertama mencuatkan ide pembangunan lingkungan, termasukperbaikan jalan melalui ketua RT, setelah rapat warga dengan RT.  Namun, hingga sekarang Jaang-Nusyirwan tak mau menyebutkan nilai rupiah yang diambil dari APBD.

Bagaimana penilaian orang luar daerah terhadap 7 pasangan bakal calon  pemimpin Samarinda lima tahun ke depan?  Berikut ini pendapat Hj Tan Mei Hwa atau Hj Ida Nursanti, SH, seorang ustadzah dari Surabaya yang biasa tampil di JTV. Berikut katanya :

                                                                                ——————————-

                SAYA bukan tim suksesnya Bapak H Syaharie Jaang dan Bapak H Nusyirwan Ismail . Saya orang luar, ustadzah dari Surabaya Jawa Timur. Namun bagi saya, orang luar itu biasanya lebih bisa menilai secara obyektif. Tidak memilih-milah.  Tidak membela yang bayar tapi membela yang benar. Terus terang, saya lebih suka pasangan Jaang-Nusyirwan tidak ikut-ikutan mengumbar janji yang muluk-muluk kepada masyarakat. Realita saja, yang nyata-nyata saja. Jaang-Nusyirwan adalah pemimpinya realita, pemimpin yang dalam kenyataan.

Tan Mei Hwa (tengah) ketika berada di Sungai Kapih Kecamatan Samarinda Ilir, Kamis (23/9) Foto Akhmad Zailani

                 Ingat sepenggal bait lagu lama; janji janji … tinggal janji, bulan madu hanya mimpi. Begitulah, orang lebih mudah berjanji, padahal janji itu, apalagi calon pemimpin, nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Janji itu akan dipertanyakan Allah SWT. Janji pemimpin adalah utang kepada rakyat. Bila menjanjikan akan mengalokasikan puluhan hingga ratusan juta uang dari APBD  buat RT, lalu rekeningnya atas nama siapa. Saya salut dengan pasangan Jaang-Nusyirwan, yang tak berani berjanji, namun telah banyak membuktikan, dengan sejumlah program yang berpihak kepada masyarakat. Ini  salut saya yang pertama.

                Yang kedua, saya juga salut dengan pasangan Jaang-Nusyirwan, bertekad bila terpilih kelak akan menyediakan “jalur langsung” melalui telp atau telepon, yang rencananya nomor belakangnya 1015, yang artinya komitmen 2010-2015. Ini menunjukkan, kedua figur terbaik yang memiliki akhlak baik ini siap menerima masukan kritik, saran, dan ide dari masyarakat. Karena demokrasi itu memang dari rakyat untuk rakyat. Jangan mengantasnamakan rakyat untuk kepentingan pribadi. Atau siap mengalokasikan uang rakyat dari APBD, tapi kok disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Kalau pemimpin tak berani dikritik, jangan jadi pemimpin. Itu namanya semaunya sendiri. Saya salut, dengan menyediakan layanan kritikan, Jaang-Nusyirwan menghargai rakyat. Mantap to.

                Saya juga kurang suka dengan orang yang untuk ingin menjadi pemimpin, tapi menjelek –jelekkan atau memfitnah saingannya. Seakan-akan dialah yang paling benar dan paling mampu menjadi pemimpin. Itu tidak benar. Kesalahan orang lain kecil, jangan dibesarkan sebagus-bagusnya manusia, sehebat-hebatnya manusia pasti ada kurangnya, ada buruknya.

                Saya menilai, pasangan Jaang-Nusyirwan adalah pasangan terbaik, satu-satunya pasangan ideal dan pasangan putra daerah yang  mampu merangkul berbagai suku, agama dan golongan. Pasangan yang paling siap melakukan perubahan Samarinda ke depan yang lebih baik. 

                Saya jauh-jauh  dari Surabaya. Saya selalu berdoa, ya Allah jadikanlah kehadiran saya di mana pun berada selalu membawa berkah. Insyallah saya yakin, masayarakat Samarinda bisa menilai dengan baik figur pemimpin yang terbaik, yang berpengalaman dan ahlinya di pemerintahan, bukan pemimpin yang hanya bisa mengumbar janji. Pasangan nomor 2 adalah pasangan pemimpin realita, pemimpin dalam kenyataan yang tidak berani berjanji namun dengan tulus ikhlas siap membuktikan, untuk membangun daerah kelahirannya.

                Semoga masyarakat Samarinda tidak salah memilih pasangan pemimpin. Karena bila salah memilih pemimpin, maka akan menghasilkan keterpurukan dan kehancuran. Pilihlah pemimpin yang mempunyai akhlak dan moral yang baik serta berpengalaman di pemerintahan. Akhmad zailani/mc pro rakyat.

Editor : Dinda Az-Zahra Mahaghita

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan