Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (27 Agustus 2010)

Syaharie Jaang dan Prof Said Agil Al Munawarah saat shalat subuh di Masjid Bairurahim Jalan Lambung Mangkurat.Foto Akhmad Zailani

JUMAT (27/8) subuh, kandidat kuat calon walikota yang paling siap memimpin Samarinda 2010-2015 H Syaharie Jaang melakukan shalat subuh di Masjid Baituhrahim bersama Mantan Menteri Agama Kabinet Gotong Royong (2001-2004) Prof. Dr. Haji Said Agil Husin Al Munawar, MA. Usai shalat  dan memberikan ceramah subuh, Jaang mengantar Prof yang hafal Al Qur’an ini hingga ke pintu mobil. Jaang nampak sangat hormat dengan ulama yang pernah belajar agama dengan banyak tokoh agama di Timur Tengah ini.

Dalam ceramahnya, lulusan Fakultas Syariah di Unversitas Ummu AI Quro Makkah (Master of Art 1983) dan lulusan doctor (Ph.D) Fakultas Syari’ah Universitas Ummu Al Qura Makkah Saudi Arabia (1987) ini  memaparkan  pentingnya berpuasa, dengan berbasis surat dan ayat-ayat dalam Al Qur’an. Bagi yang orang beriman, melaksanakan ibadah puasa itu tidak merasa berat, tidak merasa sulit. Walaupun  tidak makan, minum dan larangan lainnya. Malah terasa nikmat. Semua dijalani dengan  ringan dan berlapang dada.  

‘’Tujuan berpuasa, dikembalikan kepada diri kita sendiri. Bila kita berpuasa atau tidak berpuasa tidak memgurangi sedikit pun keangungan Allah SWT.  Puasa itu ibadah,’’ kata Said Agil yang memahami Al-Quran bahkan hafal Al Quran 30 juz.

Mantan kori tingkat nasional (1975)  dan menulis sejumlah buku ini, dirinya perlu meluruskan pemahaman yang keliru tentang banyak tidur saat Ramadhan. Kadang kita salah menafsirkannya.

‘’ Tidur  itu ibadah, lantas tidur melulu. Orang yang tidur saat berpuasa adalah orang yang tidak bisa mempuasakan matanya, telinga, mulutnya dan segala sesuatu yangg dilarang Allah SWT.

Bila kita tidur melulu, maka waktu yang berharga di bulan penuh penuh keberjahan ini akan hilanh percuma,’’ ujar Sai Agil.

Harusnya menurut Said Agil, di 10 hari Ramadhan, kita memperbanyak amalan. Semestinya tidur itu menggantikan, karena malamnya melakukan shalat tarawih, tadarusan dan shalat tahajut.

Said Agil juga mengingatkan, Ramadhan akan meninggalkan kita.  Saat ini kita telah memasuki 10 malam terakhir ramadhan. Pada 10 hari terakhir ini, kaum muslimin harus berupaya meraih kemuliaah lailatul qodar dan mempergunakan waktunya. Jangan sia-siakan keutamaan ini.

‘’Ingatlah, belum tentu bulan Ramadhan yang kita  temui tahun ini bisa kita temui lagi tahun depan. Maka janganlah kita sia-siakan kesempatan ini. Dalam shahihain disebutkan, dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dari lafazh Al Bukhari, Aiyah berkata bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan kainnya menjauhkan diri dari menggauli istrinya, menghidupkan malamnya dan membangunkan Keluarganya.

Sepuluh hari pertama di Bulan Ramadan adalah Rahmat. Allah SWT mengirim rahmad. Jika mengambilnya dan menaruhnya dalam kalbu, kalbu  akan bersinar dan berkilau. Kemudian dalam 10 hari kedua adalah maghfirah, ampunan.

Dan jika Allah SWT memberi sesuatu, sesuatu itu akan benar-benar diberikan. Allah Ta’ala tidaklah seperti kita. Saat ia berkata bahwa 10 hari terakhir adalah itqun minan-naar, kebebasan dari api neraka, maka itu benar-benar bermakna seperti itu: kebebasan dari api neraka.

Said Agil yang siangnya melakukan menjadi khatib di Masjid Islamic Center ini juga mengingatkan, jangan berhenti untuk menuntut ilmu. Apalagi bagi seorang ulama. Bila seorang ulama menyatakan berhenti menuntut ilmu, maka akan tanggal lah ilmu.

Said Agil  yang menulis sejumlah buku, di antaranya , I’jah al-Quran dan Metodologi Tafsir (1993), dan Dimensi-dimensi Kehidupan dalam Perpektif Islam (2001) ini juga menceritakan pengalamannya saat menuntut ilmu di Mesir. Selama 3 bulan, sang guru hanya menyampaikan pendahuluan saja. Tak sabar Said Agil bertanya,; Guru kapan kami diajarkan tentang isi pelajaran ini. Sang Guru lantas “mengusir”  Said Agil pulang. Ini artinya, ilmu itu luasnya melebihi lautan, yang tidak bisa dipelajari dalam waktu sebentar, namun terus menerus dipelajari.  mc pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan