Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (29 Agustus 2010)

WARGA yang tinggal di lokasi pembuangan sampah di TPA Bukit Pinang tak bisa menutupi rasa bahagianya, ketika Wawali Samarinda, yang juga kandidat kuat Walikota Samarinda periode 2010-2015 hadir untuk berbuka puasa dan salat magrib bersama di Langgar An Nuhri Gang Kenangan RT 014 Jalan Bukit Pinang Samarinda Ulu.

TAK MEMBEDAKAN. Syaharie Jaang bersama masyarakat di sekitar TPA Sampah Bukit Pinang dan pengurus PASS Kota Samarinda saat usai berbuka puasa dan salat magrib bersama, Sabtu (28/8) Foto Akhmad Zailani

       ‘’Dengan kesibukan beliau yang begitu padat namun masih menyempatkan waktunya untuk menghadiri acara buka puasa dengan saudara-saudara kita para pemulung. Bapak Jaang adalah figur yang menghormati  siapa saja. Mari kita doakan semoga beliau selalu sehat dan cita-cita beliau terkabul, agar bisa berbuat lebih baik lagi untuk masyarakat kota Samarinda,’’ ujar Koordinator Humas PASS Cak Ade Sukma.       

       Selaku pribadi dan keluarga dan warga Ade Sukma mengucapkan terima kasih kepada Bapak H Syaharie Jaang selaku Wawali sekaligus calon walikota Samarinda untuk periode 2010-2015, yang bersedia memilih untuk berbuka puasa bersama masyarakat pinggiran, yang hidupnya dari hasil sampah.

       Sementara itu, Sekjen PASS Cak Nur mengucapkan dengan semangat dan rasa ingin berbagi rezeki dengan warga Bukit Pinang, khususnya mereka yang umumnya berprofesi sebagai  pemulung, maka PASS menggelar buka puasa dan salat magrib bersama.

       ‘’Sebagai  Ormas yang ingin selalu dekat dengan masyarakat, salah satu kegiatan PASS dengan melaksanakan buka puasa dan salat magrib bersama. Ini bukti bahwa PASS tidak eksklusif, bahwa PASS milik bersama. Kami  mengajak kepada semua paguyuban Jawa yang ada di Samarinda untuk bersatu, menjaga tali silatuhrahmi,’’ kata Cak Nur.

         Semula ada banyak undangan berbuka puasa sekaligus salah Magrib bersama dari kelompok masyarakat. Namun, Wakil Walikota H Syaharie Jaang yang juga kandidat kuat Walikota Samarinda 2010-2015 lebih memilih berbuka puasa bersama warga yang umumnya pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kelurahan Bukit Pinang Samarinda.

       ‘’Alhamdulilah, mungkin Allah SWT lebih menginginkan kita melakukan silatuhrahmi di langgar An Nuhri ini. Selama 2 ramadhan langgar ini juga sudah dimanfaatkan. Persoalan utama ketiadakan  air bersih semoga cepat diselesaikan. Pengurus langgar perlu membuat surat permohonan agar langgar An Nuhri ini bisa mendapatkan sambungan air PDAM,’’ harap Jaang.

       Jaang menyampaikan ini ramadhan terakhir bagi dirinya selaku  Wakil Walikota Samarinda. Namun bila masyarakat Samarinda memberikan kepercayaan dan direstui Allah SWT kepada dirinya menjadi Walikota, menurut Jaang, insyaallah dirinya bersama Nusyirwan siap melanjutkan lagi pembangunan dan program yang berpihak ke masyarakat.

       ‘’Saya dan Bapak Achmad Amins menyampaikan ucapan terima kasih yang telah mempercayakan kepada kami sebagai walikota dan wawali selama 10 tahun. Kami menyadari banyak aspirasi masyarakat yang belum terpenuhi,’’ kata Jaang.

       Jaang mohon doa restu dan dukungan masyarakat terhadap dirinya sebagai Walikota Samarinda lima tahun ke depan.  Lelaki yang dikenal santun dan berahaja ini tak ingin menyampaikan janji-janji yang berlebihan. Jaang bertekad akan bekerja yang optimal, sepenuh waktu menyumbangkan tenaga dan pikiran demi perubahan Kota Samarinda yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

       Ketua pemulung Rasidin, di awal sambutannya mengajak warga Samarinda, khususnya warga Bukit Pinang untuk menyatukan tekad dan  berupaya memenangkan Jaang-Nusyirwan, insyaallah satu putaran.

       Ketua Nathlatul Wathan Kaltim, yang juga ustadz Drs H Zakaria menyampaikan, dukungan kepada Syaharie Jaang. Menurutnya, figur Syaharie Jaang adalah figur yang ikhlas bekerja dan memperhatikan masyarakat.  Jaang tidak pilih kasih membeda-bedakan lapisan sosial masyarakat manapun. Contohnya dengan bersedia berbuka puasa di tempat ini, tempat pembuangan akhir Sampah.

       Ustad Zakaria diantaranya menyampaikan, sebagai orang yang beriman, maka perbanyaklah mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT.  Zakaria juga menyampaikan tentang 10 hari kedua Ramadhan, yakni hari ke 11 hingga 20 ramadhan, Alllah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya, asal kita memohon ampunan kepada-Nya.

        Tentang figur Jaang, Zakaria menyebutkan, Jaang adalah figur yang tak ingin mengumbar janji-janji yang tidak rasional, janji yang belum pasti.  ‘’Kita berdoa, mudah-mudahan Bapak Syaharie Jaang dan Bapak Nusyirwan Ismail terpilih sebagai Walikota dan Wakil  Samarinda periode 2010-2015,’’ kata mantan pegawai Kementerian Agama Samarinda ini. Akhmad Zailani/mc pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan