Jaa,nur Ramadhan, Datangnya cahaya di bulan ramadhan (2-Habis)

19 Agustus 2010

BERDASARKAN survei terbaru yang dilakukan Lembaga Informasi Kerakyatan (LINK), pasangan nomor urut 2 Jaang-Nusyirwan masih unggul teratas, dengan mendapat dukungan mayoritas masyarakat sebesar 47,85 persen. Urutan calon di bawahnya, terpaut cukup jauh,  yaitu sekitar 20 persen lebih atau sekitar 24,57 persen.

 Naiknya dukungan di bulan ramadhan ini kepada Jaang-Nusyirwan masih memungkinkan, karena pasangan nomor urut 2 ini lebih dikenal masyarakat sebagai pasangan yang religius, dekat dan didukung para ulama dan tokoh masyarakat. Diulur-ulurnya Pemilukada dua kali hingga 12 Oktober dan melewati Ramadhan ini malah makin membulatkan tekad masyarakat yang mendukung perubahan figur baru untuk Samarinda lima tahun ke depan yang lebih baik. Perubahan figur baru ini artinya, sudah saatnya putra terbaik daerah memimpin di daerahnya sendiri. Apalagi, figur Jaang-Nusyirwan mendapat dukungan dari tokoh-tokoh suku dan agama lainnya. Masyarakat Samarinda bertekad memenangkan pasangan pro rakyat ini satu putaran.

Di bulan ranadhan ini, Jaang dan Nusyirwan serta istri tetap aktif rutin menemui dan bersilatuhrahmi dengan masyarakat. Tidak hanya berbuka dan shalat tarawih bersama atas undangan masyarakat di berbagai tempat saja, tapi sejak subuh usai sahur, melakukan safari shalat subuh di sejumlah masjid. Ramadhan, bagi Jaang dan Nusyirwan bukanlah jadi pengahalang atau pengendor semangat untuk turun ke masyarakat melakukan sosialisasi menyampaikan program-program yang bersentuhan dengan masyarakat.

Soal program, masyarakat menilai pasangan Jaang-Nusyirwan lebih memiliki program yang realistis.  Maksudnya lebih memungkinkan untuk direalisasikan. Misalnya sebutlah rencana untuk menaikan insentif para Ketua RT agar lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat berkaitan dengan tugas-tugasnya yang telah diatur sebagai ketua RT. Jaang-Nusyirwan merencanakan agar instentif RT dinaikan menjadi Rp 500 ribu, bila terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Samarinda lima tahun ke depan.

 Program ini lebih realistis dan lebih memungkinkan direalisasikan. Karena bukan hanya sekedar dimasukan ke dalam usulan Rancangan APBD (RAPBD) tapi disahkan di APBD. Disebut lebih memiliki peluang disetujui di DPRD Samarinda,  karena Jaang-Nusyirwan diusung oleh mayoritas partai yang memiliki anggota di DPRD Samarinda yang lebih banyak. Sekitar setengah lebih anggota DPRD Samarinda adalah pendukung Jaang-Nusyirwan. Mereka adalah anggota dewan dari Partai Demokrat, PKS, PPP, PBR dan Partai Pelopor. Program Jaang-Nusyirwan lebih realitas yang tidak diolah dari pikiran kerdil politisi busuk. Daripada sekedar mengiming-iming ketua RT dengan program yang tidak pasti lebih baik insentif dinaikan.

Program Jaang-Nusyirwan yang lebih realistis lainnya adalah penanggulangan banjir. Sebagai Wawali, Jaang cukup berhasil. Berbagai upaya terobosan penangulan banjir terus dilakukan. Salah satunya di tahun ini di beberapa tempat dibuat kanal. Sebutlah rencana akan membuat polder di Damanhuri dan membuat kanal box atau saluran pembuangan air besar di bawah jalan di Jalan Sentosa, Jalan remaja dan Jalan Pemuda. Ini salah satu upaya, dari banyak upaya lainnya yang dilakukan untuk “melawan” banjir di ‘kota air’ Samarinda, yang daerahnya memang lebih rendah dari permukaan sungai. Bila air pasang dan hujan, luapan air ke jalan tak bisa dihindari. Bersama Nusyirwan, upaya penanggulangan banjir ini akan terus dilanjutkan dan dikembangkan lebih baik lagi.

Program ekonomi kerakyatan, juga salah satu program unggulan pasangan Jaang-Nusyirwan, bila terpilih sebagai walikota dan wawali Samarinda 2010-2015. Program ini memungkinkan untuk direalisasikan karena Jaang-Nusyirwan berpengalaman di pemerintahan. Apalagi, Nusyirwan Ismail mantan kepala Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kaltim, yang sukses menggulirkan dana Rp 20 milyar kepada UKM dan pedagang kecil lainnya.

Program jika terpilih, Jaang-Nusyirwan akan mengalokasikan dana pinjaman kepada minimal 1000 warga untuk meningkatkan usahanya. Program ini tak sekedar hanya tercantum di RAPBD, tapi memiliki peluang untuk direalisasikan di APBD. Jaang-Nusyirwan ingin masyarakat, terutama pedagang kecil bisa mensejahterakan keluarganya dengan adanya peningkatan usaha dari pinjaman tanpa jaminan dari pemerintah.

Akhirnya, masyarakat Samarinda bisa menilai; sungguh lah tepat untuk memilih pasangan yang memiliki track record atau rekam jejak yang baik, selain nilai plus dari figur seperti santun, bersahaja, merakyat dan bersih dari dugaan korupsi. Akhmad zailani/mc-Pro Rakyat

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan