Kaltim Ampunku, 22 Agustus 2010

JAANG-Nusyirwan lebih mengutamakan aksi daripada janji, yang belum tentu terbukti. Untuk meringankan beban masyarakat, pasangan nomor urut 2 H Syaharie Jaang-H Nusyirwan Ismail menggelar pasar murah di pinggiran kota Samarinda.

Sebelumnya, Pasar Murah Ramadhan bersama Jaa,Nur  yang diprakarsai Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) ini digelar di Gunung Lingai Samarinda Utara, Minggu (22/8) kemarin di Loa Bakung ujung Kecamatan Sungai Kunjang. Masyarakat menilai, pasar murah ini sangat membantu masyarakat kelas menengah ke bawah.

Menurut Ketua PHM Samarinda, Hermanus K, harga sembako di pasar murah ini adalah harga distributor, pihaknya tidak memungut keuntungan dari barang yang terjual. ‘’Kami hanya membantu meringankan beban masyarakat kecil akibat naiknya harga kebutuhan barang pokok sebelum lebaran,’’ ujar Hermanus, yang didampingi Ketua penyelenggara pasar murah Anshar.

Anshar menyebutkan, di antara sembako yang dijual yaitu gula pasir, beras, minyak goreng, kecap dan sirup. ‘’Untuk sementara, inilah yang PHM perbuat untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok. Harapannya, masyarakat bisa terbantu dengan adanya pasar murah ramadhan ini,’’ ujar Anshar.

Hermanus mengatakan, rencana PHM kembali akan menggelar Pasar Murah Ramadhan bersama Jaa,nur di pinggiran kota Samarinda lainnya.

Pasar murah yang diprakarsai PHM ini digelar tepat di depan PT Hartati Jaya Plywood (PT.HJP). Selain masyarakat sekitar, umumnya pembeli yang ‘menyerbu’ pasar murah adalah karyawan (mantan) PT HJP.

Satiyem, warga RT 26  dan Rubiah warga RT 31 kelurahan Loa Bakung yang membeli barang gula pasir dan beras memuji kepedulian Jaang-Nusyirwan, yang melalui PHM Samarinda menggelar Pasar Murah. ‘’Kami merasa terbantu dengan adanya pasar murah ramadhan ini,’’ kata Satiyem, yang tinggal di mess PT Hartati JP.

Hal senada juga diungkapkan Ramli, warga RT 36 Loa Bakung. Menurutnya, Jaang-Nusyirwan adalah figur yang benar-benar memiliki program yang jelas dalam upaya membantu atau meringankan beban masyarakat kecil.

‘’Pasar murah ini contoh kecil, selain setahu kami salah satu program ekonomi kerakyatan dari pasangan Pak Syaharie Jaang dan Pak Nusyirwan Ismail dalam membantu masyarakat. Masyarakat lainnya, yang belum mendukung pasangan berpengalaman dan dikenal bersih dari korupsi kami harapkan segera bergabung, demi masa depan Samarinda yang lebih baik,’’ kata Rami.

Suhartono, warga RT 35 menyebutkan, pasangan Jaang-Nusyirwan adalah calon unggulan atau jago dari warga Loa Bakung dan Loa Buah. Sebagian besar masyarakat Loa Bakung dan Loa Buah menginginkan pemilukada satu putaran untuk kemenangan Jaang-Nusyirwan.

‘’Kami dan masyarakat Samarinda lainnya yang lebih mengedepankan hati nurani dan keinginan perubahan Samarinda lebih baik ingin pasangan Jaa,nur yang menang. Bila calon lainnya, kami malah khawatir Samarinda akan mengalami perubahan ke arah yang kurang baik. Kami yakin, dengan dipimpin figur yang berakhlak dan bermoral baik, sepreti Pak Jaang dan Pak Nusyirwan Samarinda akan lebih baik,’’ kata Hartono.

Di bagian lain, Nusyirwan Ismail  mengatakan, salah satu strategi ekonomi kerakyatan yang dilakukan Jaang-Nusyirwan adalah mengoptimalkan  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM). 

Jaa,nur menilai program PNPM yang dilaksanakan pemerintah pusat sudah bagus. Rencana ke depan, Jaa,Nur ingin mengusulkan anggaran dari APBD minimal sama dengan anggaran dari APBN untuk PNBM.

Program PNBM adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan efektifitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.  PNBM Mandiri mulai diluncurkan mulai tahun 2007. Melalui PNPM Mandiri dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui proses pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainkan sebagai subyek upaya penanggulangan kemiskinan.

Mulai tahun 2008 PNPM Mandiri diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk mengintegrasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah sekitarnya. PNPM Mandiri diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai departemen/sektor dan pemerintah daerah.

‘’Selain menaikan insentif RT, mengoptimalkan PNBM dengan tambahan dana dari APBD selain dari APBN atau dengan pola PNBM ini, kita harapkan kemiskinan dan pengangguran bisa ditekan serendah mungkin,’’ kata Nusyirwan. Mc pro rakyat.

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan