Kaltim Ampunku, 26 Agustus 2010

TIM Jaang-Nusyirwan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kinerja PPS dan PPK, juga KPU Samarinda dalam mendata hingga penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Hotel Mesra, Rabu (25/8) lalu.

‘’Kami menghargai kerja yang sudah dilakukan PPS dan PPK.  Termasuk kerja KPU terutama saat penetapan DPT di Hotel Mesra yang sudah berlangsung baik dan lancar. Ke depan, bukan hanya kami namun masyarakat Samarinda mengharapkan kerja mereka lebih baik lagi, jangan mengecewakan masyarakat,’’ ujar Ketua Harian Tim Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Nursobah.

Nursobah juga memberikan masukan kepada anggota Panwas dari versi mana pun dan KPU Kaltim. Kepada Panwas, Nursobah minta agar Panwas bisa bekerja sungguh-sungguh, terutama pada saat tahapan yang penting, yakni pada saat pemungutan dan perhitungan suara.

‘’Kasihan masyarakat bila ada kecurangan. Suara mereka akan sia-sia. Bekerja lah maksimal dalam mensukseskan pelaksanaan pemilukada di Samarinda,’’ kata Nursobah.

Kepada Panwas dan anggota KPU Kaltim, Nursobah juga meminta untuk perlunya dilakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh anggota KPU Samarinda ini. Bila tidak bisa bekerja profesional, tidak ada salahnya segera dilakukan pergantian.

‘’ Kepada Panwas dan KPU Kaltim, kami berharap agar seluruh kinerja anggota KPU dievaluasi karena berkaitan dengan tindakan yang tidak profesional oleh oknum anggota KPU yang terkesan menunda-nunda Pemilukada di Samarnda,’’ ujar Nursobah.

Padahal, lanjut Nursobah, selama ini Samarinda sudah kondusif, kita berharap Samarinda yang sudah kondusif ini tetap damai, aman dan tentram. Apalagi ini suasana bulan ramadhan.

‘’ Kita berharap suasana di bulan ramadhan ini  memberikan berkah      dan kebaikan bagi masyarakat dan perkembangan kota Samarinda ke depan,’’ ujar Nursobah.

Saat rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Ketua Harian tim KRB, Nursobah menyampaikan, agar anggota KPU Samarinda bekerja yang lurus, tak perlu lagi tengak-tengok ke kiri atau ke kanan, apalagi ke belakang.

 Menurut Nursobah, masyarakat sudah mulai bosan. Semula Pemilukada dijadwal tanggal 2 Agustus, terus diundur tangal 8 Agustus karena alasan legalitas anggaran, lalu dimundurkan lagi tanggal 12 Oktober, karena bulan ramadhan yang dijadikan alasan.

‘’Kami dan masyarakat berharap, Pemilukada jangan ditunda-tunda lagi. Anggota KPU harus serius  bekerja dengan baik. Pelaksanaan Pemilukada di Samarinda harus sesuai dengan jadwal yang telah disepakati sebelumnya,’’ kata Nursobah.

Menurut Nursobah, semua pasangan calon tentu juga menginginkan kondisi Samarinda yang damai dan tentram. Semua pasangan calon tentu ingin bekerja maksimal, apalagi bila tujuannya untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan kota Samarinda yang lebih baik.

Pasangan Jaang-Nusyirwan sendiri sejak awal ingin bersikap konsisten dengan tahapan yang telah disepakati. Kapan pun Pemilukada Samarinda dilaksanakan, Jaang-Nusyirwan tetap siap. Karena pasangan nomor urut 2 ini dikenal masyarakat paling siap memimpin dan membawa perubahan Samarinda 5 tahun ke depan yang lebih baik, maka dukungan pun banyak mengalir. Masyarakat bertekad memenangkan pasangan yang memiliki rekam jejam yang baik di pemerintahan ini satu putaran. Salah satunya adalah untuk ikut menghemat anggaran APBD yang juga uang rakyat.

Jaang-Nusyirwan tak ingin dicap masyarakat sebagai figur yang plin-plan, plintat-plintut. Pasangan pro rakyat ini juga ingin tetap konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Masyarakat tak ingin, Pemilukada yang berlarut-larut dan menghamburkan uang rakyat dari APBD. Lebih baik uangnya dialokasinya untuk kepentingan masyarakat, misalnya perbaikan jalan atau membantu modal usaha pedagang kecil.

‘’Satu putaran bisa terlaksana bila kita memilih pasangan Jaang-Nusyirwan, yang telah berpengalaman dan memiliki track record baik,’’ ujar Lasio, warga Jalan Purwobinangun Makroman.akhmad zailani/ mc pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan