Damai Itu Harapan Kita Semua’’

Damai Itu Harapan Kita Semua’’

Syaharie Jaang imbau warga Dayak tak terprovokasi “Kasus Tarakan”

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (29 September 2010)

SIKAP simpatik ditunjukkan kandidat kuat simbol perekat semua etnis di Samarinda, H Syaharie Jaang. Figur santun dan ramah ini mengimbau kepada warga Samarinda, terutama warga Dayak untuk membantu menjaga keamanan dan suasana kondusif kota Samarinda yang sudah terjaga dengan baik selama ini. Bila pun ada warga Samarinda yang sudah terlanjur ke Tarakan, Jaang mengimbau untuk ikut menjaga  keamanan agar kota Tarakan kembali aman.

                ‘’Karena pertikaian akhirnya yang rugi masyarakat semua,’’ mantan Ketua PDKT Samarinda, dan termasuk penasehat warga Dayak di Kalimantan Timur ini kemarin.

                Ada tiga imbauan figur simpatik ini untuk warga Samarinda, khususnya warga Dayak. Pertama, membantu menjaga keamanan dan kondusifnya Samarinda dan Kota Tarakan. Kedua, mempercayakan penyelesaian secara hukum kepada pihak keamanan. Ketiga, Warga Dayak di Samarinda untuk tidak ke Tarakan dengan tujuan yang bisa membuat suasana tidak kondusif.

SYAHARIE Jaang dan Nusyirwan Ismail disambut istimewa warga Bugis melalui pasukan Jokaje dan tarian padupa saat kampanye di Samarinda Seberang. Warga Samarinda kompak memenangkan pasangan nomor urut 2 ini Foto Akhmad Zailani.

                ‘’Dengan hormat saya mohon kepada seluruh saudaraku warga Dayak Samarinda untuk mengindahkan imbauan ini. Damai itu menjadi harapan kita semua untuk membangun masyarakat sejahtera,’’ ujar Jaang.

                Seperti diketahui, di Tarakan saat ini terjadi pertikaian dua kelompok masyarakat. Pertikaian tersebut menimbulkan korban jiwa. Jaang yang mengetahui hal itu prihatin. Lelaki yang memiliki program, visi misi yang jelas dan tak ingin berjanji yang muluk-muluk dengan alokasi uang dari APBD lantas menghubungi tokoh-tokoh etnis di Samarinda, yang sebagian besar juga pengurus kerukunan Kalimantan Timur untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif Kaltim secara umum, dan ikut membantu menjaga suasana kondusif Tarakan.

                Rabu (29/9) kemarin, Jaang yang berpasangan dengan putra kelahiran Samarinda H Nusyirwan Ismail ini nampak sibuk me-SMS sejumlah tokoh warga Dayak.  Selain, Jaang Nusyirwan Ismail, yang juga Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBBKT) Kalimantan Timur juga nampak sibuk menghubungi sejumlah tokoh dari kalangan Banjar. Nusyirwan Ismail meminta kepada warga Banjar untuk ikut menjaga suasana kondusif Kota Samarinda dan Tarakan.

                ‘’Kita prihatin dengan pertikaian di Tarakan yang menimbulkan korban jiwa. Kita harapkan di Samarinda suasana kondusif dan damai ini tetap terpelihara, apalagi menjelang Pemilukada,’’ kata Nusyirwan, yang kemarin melakukan slatuhrahmi ke Pasar Pagi, pusat pertokoan Citra Niaga dan sekitarnya, sambil berjalan kaki dari Pasar Pagi ke rumahnya di simpang empat Abul Hasan-Basuki Rahmat-Agus Salim.

                Hal yang sama juga dilakukan Jaang, dengan bersilatuhrahmi ke warga, termasuk ke tempat kenalannya beliau di Jalan Agus Salim, yang meninggal dunia. Masa cuti dan tak berkampanye ini juga dimanfatkan Jaang menengok sahabat-sahabatnya yang berada di RSU AW Sjahrani.  Selain itu ke rumah Ketua Tim Bersahaja, M Rifaddin yang berduka karena ayahnya meninggal dunia.

                Jaang mengungkapkan turut berbela sungkawa dan berduka cita kepada Faddin, yang juga tim sukses Jaang-Nusyirwan. ‘’Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT. Amal pahala diterima Allah SWT, segala dosa dan khilaf diampuni serta keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan ini,’’ kata Jaang.

                KETUA RT BERDATANGAN

                Di antara sejumlah tamu di rumahnya, Ketua RT termasuk yang paling banyak berdatangan ke rumah Jaang. Intinya, para Ketua RT tersebut menyatakan mendukung pasangan Jaang-Nusyirwan dan tak ingin terbujuk rayu dengan program Rp 100 juta per RT.

                Di antara Ketua RT yang datang tersebut, ada yang sudah menandatangani kontrak politik dengan pasangan calon tertentu. Namun para Ketua RT yang menandatangani kontrak politik tersebut mengakui kekeliruannya, dengan iming-iming Rp 100 juta.

                ‘’Karena kontrak politik itu tak mengikat, maka akhirnya kami beralih mendukung pasangan calon terbaik, yang mampu dan paling siap melakukan perubahan Samarinda lima tahun ke depan yang lebih baik, yaitu Bapak Syaharie Jaang dan Bapak Nusyirwa Ismail,’’ kata salah seorang Ketua RT di Cendana yang datang bersama puluhan rekannya ke kediaman Jaang.

Para Ketua RT tersebut mengatakan dia tak terkecoh program Rp 100 juta tersebut. Karena menurut para Ketua RT yang mendukung Jaa,nur, jangankan walikota-wakil walikota, kepala dinas pun bisa berjanji siap mengalokasikan program tertentu dengan nilai rupiah tertentu di RAPBD. 

                ‘’Kami tak ingin tertipu. Bila sudah terpilih biasanya sulit menepati janji, apalagi untuk mundur setelah terpilih. Daripada sakit hati dikibuli lebih baik kami memilih yang pasti-pasti aja,’’ ujar Gani, salah seorang Ketua RT di kelurahan Sungai Dama. Mc pro rakyat.

Editor : Desinta Syarifah Mahadewi

.

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan

ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: