Jaang Pertahankan “Program Gratis”, Tak Ingin Jago di Baliho-Kertas

Jaang Pertahankan “Program Gratis”, Tak Ingin Jago di Baliho-Kertas

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani ( 1 Oktober 2010)

Debat pertama, Nomor 2 Tak Mengecewakan

DEBAT kandidat pasangan calon walikota dan Wakil Walikota (Wawali) Samarinda di Hotel Senyiur berlangsung datar-datar saja. Tak ada sesuatu yang istimewa.  Mungkin karena waktu yang hanya 2 menit untuk menjawab pertanyaan yang butuh penjelasan terang benderang. Malah kalah dibandingkan dengan debat mahasiswa. Panelis yang melempar pertanyaan pun tak mampu  menghidupkan jawaban program unggulan pasangan calon pemimpin Samarinda 2010-2015 tersebut. Jawaban agak istimewa hanya nampak pada pasangan nomor urut 2, Jaang-Nusyirwan yang ditanya seputar Pendapatan Asli daerah (PAD) Samarinda.

                Bila pasangan calon lain, berpikir keras agar terlihat cerdas, dengan menjawab segala macam peluang-peluang yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan PAD. Namun, jawaban sebaliknya disampaikan Jaang-Nusyirwan. Ternyata ini malah mendapat simpati masyarakat Samarinda.

                Jaang tidak ingin PAD ditingkatkan lagi. Karena PAD adalah dana yang bersumber  dari masyarakat. Bahkan, Jaang ingin mempertahankan sektor-sektor utama, seperti pelayanan kesehatan atau berobat gratis, dan bidang-bidang lain yang perlu digratiskan.

                ‘’Sedikit pun tak terpikir menaikan PAD dari PKL, Pasar atau masyarakat  dan juga para investor.Kami ingin masyarakat menikmati otonomi. Punggutan-pungutan atau retribusi yang dibebankan kepada masyarakat dengan tujuan peningkatan PAD itu sebenarnya saya kurang setuju,’’ jawab Jaang.

                Menurut Jaang, jangan ada kesan selama ini “kue otonomi” itu hanya dapat dinikmati oknum pejabat dan oknum anggota dewan saja. Jaang menegaskan, bila dirinya dipercaya masyarakat dan diridhoi Allah SWT, maka tetap akan mempertahankan “program gratis” buat masyarakat. Seperti Ketua RT, penjaga masjid, imam masjid, tukang mandikan mayat, guru, tukang sampah dan warga lainnya yang profesinya sangat penting. Selain tentu saja akan membantu warga dengan bantuan modal usaha tanpa agunan.

                Menurut Jaang, peningkatan PAD bukanlah sesuatu yang penting. Banyak yang lebih penting lagi yang perlu penanganan khusus. Seperti pengurangan jumlah warga miskin, pengangguran dan masalah-masalah sosial lainnya.

                Ada tiga panelis yang melontarkan pertanyaan kepada 7 pasangan calon, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Yaitu, pakar pendidikan yang juga staf ahli gubernur Kaltim bidang kemasyaratan Prof DR Dwi Nugroho Hidayanto, akademisi Khaerul Anwari dan pakar lingkungan Niel Makinuddin. Tiga tema atau isu yang diangkat adalah pendidikan, lingkungan dan konomi. Jaang-Nusyirwan memiliki visi misi membawa Samarinda Menuju Kota Samarinda Sebagai Kota Metropolis. Samarinda kini, berkat kesuksesan kepemimpinan Amins-Jaang, Samarinda dimasukkan sebagai Kota Besar. Pasangan Jaang-Nusyirwan siap melanjutkan kemajuan berbagai bidang sehingga Samarinda dimasukkan sebagai Kota Metropolis.

                Seperti tentang banjir. Harapan masyarakat ada sesuatu yang pemikiran baru tentang pencegahan banjir, ternyata semuanya itu sudah dipikirkan dan dilaksanakan Jaang saat menjabat Wakil Walikota Samarinda berpasangan dengan Walikota H Achmad Amins. Boleh dikatakan, selama ini yang besar baliho atau persoalan banjirnya yang diangkat, namun upaya-upaya pencegahan dengan pemikiran baru tidak terlihat.

                Begitupula dengan PKL. Jawaban yang disampaikan biasa-biasa saja. Intinya, akan ditertibkan dan dilokalisir. Tapi tak ada yang menyebutkan akan dilokalisir di mana? Kecuali pasangan Jaang-Nusyirwan, yang memiliki konsep terencana dengan salah satu alternatif tempat di eks pelabuhan, setelah pelabuhan peti kemas pindah ke Palaran.

                Pasangan calon memang menjawab semua pertanyaan dari panelis. Namun, ada jawaban yang ngelantur tak sesuai dengan pertanyaan. Mungkin karena waktu yang hanya 2 menit. Atau karena panelisnya terlalu banyak paparan sebelum bertanya.

                Masyarakat yang menyaksikan siaran langsung melalui TVRI Kaltim menyebutkan, selain Jaang-Nusyirwan tak ada sesuatu program  baru, yang menyentuh simpati masyarakat untuk mendukung dan memilih, selain pilihan hanya untuk pasangan nomor urut 2. Program yang selama ini diheboh-hebohkan lewat baliho dan media massa, seperti akan mengalokasikan puluhan hingga ratusan juta untuk warga dan RT akhirnya hanya biasa-biasa saja. Warga menganggap lebih baik, pasangan Jaang-Nusyirwan yang diberi kesempatan untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program yang berpihak ke masyarakat sekarang ini.

                Pendapat masyarakat tersebut ada benarnya juga dan tak bisa disalahkan. Karena umumnya masyarakat sekarang sudah banyak yang cerdas. Masyarakat bisa menilai, mana figur yang hanya pintar berjanji dengan mencuat-cuatkan nilai uang rupiah puluhan juta hingga ratusan juta diambil dari APBD, dengan figur yang tidak ingin berjanji namun siap mengabdikan diri melayani masyarakat dengan tulus.

                Selain Jaang-Nusyirwan, masyarakat menilai enam pasangan calon semuanya bagus-bagus, dan bisa menjawab pertanyaan yang disampaikan. Namun untuk menjadi pemimpin Samarinda lima tahun ke depan belum waktunya. Masyarakat kurang yakin, dengan enam pasangan calon yang kurang berpengalaman di pemerintahan tersebut. Masyarakat khawatir, bila yang terpilih bukan figur yang cerdas dan berpengalaman di pemerintahan akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri dan malah mengalami kemunduran.

                Dibandingkan pasangan calon lainnya, Jaang-Nusyirwan dinilai masyarakat banyak memiliki kelebihan-kelebihan, selain tentu saja tak luput dari kekurangan. Selain figurnya yang cukup menarik, seperti santun, ramah, hormat pada orang-orang tua, merakyat dan akrab dengan berbagai kalangan. Selain tentu saja paham dengan mengenal betul dengan Kota Samarinda, berbagai permasalahan dan upaya mengatasinya.

                KAMPANYE

                Jumat kemarin, Jaang-Nusyirwan memanfaatkan jadwal kampanye dengan lokasi kampanye terbuka Palaran.  Mulai pagi sekitar pukul 7.30 Wita, rombongan Jaang-Nusyirwan, yang didampingi Ketua Tim Koalisi Rakyat Bersatu (KRB, yang juga Ketua Partai Demokrat Samarinda Sayid Yasser Arafat Al Hasni, Ketua Harian KRB Nursobah, Ketua PKS Samarinda H Sarwono, Ketua Partai Pelopor Kaltim Endi Subiantoro, Ketua Partai Bintang Reformasi (PBR) Kaltim Andi Fathul Khair, serta sejumlah pengurus parpol lainnya yang juga anggota DPRD Samarinda, di antaranya Rasidan dari PBR dan pengurus Partai Demokrat Ellia Ribut. Di Palaran, saat Pemilu legislatif lalu, dari 3 anggota DPRD Samarinda yang terpilih, dua di antaranya dari PPP dan PBR, adalah partai pengusung pasangan nomor urut 2, Jaang-Nusyirwan.

                Kedatangan rombongan Jaang-Nusyirwan beserta istri disambut baik warga dari kelurahan Rawa Makmur, Handil Bakti, Simpang Pasir, Bukuan dan Bantuas. Jaang-Nusyirwan menyapa warga di Pasar Palaran. Jaang-Nusyirwan mohon doa restu dan dukungan, insyaalah “pasangan baru”, yang berpengalaman di pemerintahan akan siap melakukan perubahan 5 tahun ke depan yang lebih baik.

                Dari Pasar Palaran, Jaang melanjutkan perjalanan ke wikampung Handil Bakti. Jaang dan rombongan bergabung dengan warga yang sedang melakukan kerja bakti, memperbaiki jalan. Bersilatuhrahmi dan menjabat erat tangan warga.

                Jaang menjelaskan kenapa maju sebagai walikota, setelah menjabat selama 2 periode sebagai wakil walikota. Dirinya, bersama Nusyirwan yang juga merupakan kelahiran Samarinda ingin membangun daerahnya sendiri. Bila diberi amanah, dan direstui Allah SWT, Jaang-Nusyirwan siap bekerja keras sepenuh waktu dan melayani rakyat sepenuh hati.

                Jaang salat Jumat di Masjid Al Ikhlas handil Bakti. Sedangkan Nusyirwan salat Jumat di Masjid Nurul Huda Bukuan. Usai salat Jumat, bersilatuhtahmi menjabat tangan erat warga mohon doa dan dukungan, Jaang-Nusyirwan ke panggung untuk berkampanye.

                Sejumlah Jurkam lokal hadir, di antaranya Nursobah, Yasser Arafat, Andi Fathul Khair, Endi Subiantoro, Sarwono dan beberapa Jurkam lainnya.

                Jaang menyampaikan tekadnya untuk tetap melanjutkan cita-citanya menjadikan Palaran dan Samarinda Seberang sebagai Kota Baru. Jaang bukan hanya pandai bicara dan berjanji. Bukti sudah ada, yaitu pembangunan pelabuhan peti kemas, Puskesmas rawat inap, jembatan mahkota Dua, stadion utama Palaran dan sejumlah fasilitas lainnya. Di bidang pertanian dan perkebunan, Jaang-Nusyirwan juga akan membantu meningkatkan pendapatan petani, di antaranya melalui perkebunan kelapa sawit.

                ‘’Alhamdulilah, sambutan warga Palaran terhadap pasangan nomor urut 2 sangat baik. Sekitar 3000-an warga hadir. Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Palaran di semua kelurahan, yang telah mendukung pasangan pro rakyat Jaang-Nusyirwan. Bersama Jaang-Nusyirwan, rakyatlah yang harus jadi pemenang di Pemilukada nanti,’’ kata bendahara Solidaritas Rakyat Bersatu, Muhammad Wahyudi. Akhmad zailani/mc pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan

ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: