’Jaanur Tak Ingin Ketua RT Masuk Bui, Karena Salah Mengelola Anggaran’’

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani ( 3 Oktober 2010)

TAK hanya pasangan Jaang-Nusyirwan, anggota DPRD Samarinda dan DPRD Kaltim saja yang khawatir, warga RT pun tentu akan khawatir, bila Ketua RT mereka salah dalam mengelola anggaran, yang sebenarnya dalam aturan yang telah ada Ketua RT bukanlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berwenang mengelola anggaran pemerintah.

‘’Kita tak ingin hanya salah mengelola anggaran, banyak Ketua RT yang dibui masuk penjara hanya karena salah dalam mengelola anggaran pemerintah. Kita tidak menginginkan seperti itu. Biarlah keuangan negara di APBD, dilaksanakan SKPD, sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundangan yang berlaku,’’ kata H Masykur Sarmian, yang juga anggota DPRD Kaltim, saat menjadi juru kampanye (Jurkam) kampanye pasangan nomor urut 2 di lapangan sepakbola Jalan Gerilya, Minggu kemarin.

Menurut Masykur, masyarakat jangan terbujuk janji-janji yang tidak pasti. ‘’Pemimpin itu melayani rakyat, bukan minta dilayani dengan membebankan pekerjaan yang berisiko. Jaang-Nusyirwan adalah pemimpin yang berpengalaman di pemerintahan, jujur dan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme,’’ kata Masykur.

Ditambahkan Endi, yang juga Sekretaris Partai Pelopor Kaltim, yang dibagi-bagi itu uang siapa. Itu uang rakyat. Jangan terbujuk janji, yang tak pasti karena kasihan, akhirnya yang rugi masyarakat Samarinda sendiri. Salah memilih lima menit dalam bilik suara, maka akan kecewa dan rugi selama 5 tahun.

Jaang, yang terakhir menyampaikan orasi menyebutkan, bersama Nusyirwan dirinya bertekad akan memperbaiki dan meningkatkan program-program yang dirasakan berpihak kepada masyarakat sekarang ini.

                ‘’Masyarakat sudah bias menilai dan merasakan adanya program-program baik yang ada sekarang ini. Itu nanti kita perbaiki dan kembangkan lagi. Dengan bekal kepercayaan yang telah diberikan masyarakat kepada saya selama 10 tahun dan Pak Nusyirwan hamper 30 tahun di pemerintahan, kami yakin akan bias berbuat yang terbaik bagi masyarakat Samarinda. ini komitmen bagi kami berdua, dengan  bekerja secara idealis yang tinggi dan komitmen untuk membangunan Samarinda yang lebih baik  lagi, ‘’ ujar Jaang.

Menurut Jaang, dirinya tidak ingin kaya, untuk mengejar jabatan kursi walikota. Dirinya sudah merasa cukup dengan apa yang ada sekarang. Kalau mau kaya jangan jadi walikota. Jaang ingin membangun pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepostisme.

Dirinya, istrinya atau keluarganya tak ingin terlibat atau melibatkan diri dalam proyek-proyek pemerintah. Bersama Nusyirwan Jaang mengatakan, dirinya berkomitmen ingin menyerahkan  hati dan pikiran kami untuk masyarakat Samarinda. Sekalipun tidak melakukan kontrak politik bersama masyarakat. Jaang lebih suka mengikat kontrak kinerja, dengan rasa saling percaya, Karena amanah yang diberikan masyarakat nantinya tak hanya dipertanggungjawabkanm kepada masyarakat, tapi juga akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

‘’Sebagai orang Samarinda, harta kami tidak mungkin dibawa keluar dari Samarinda. Karena Samarinda ini kampong halaman kami bersama Pak Nusyirwan,’’ kata Jaang.

Jurkam lainnya, Andi Fathul Khair , Ketua Partai Bintang Reformasi (PBR) Kaltim mengingatkan, orang-orang tua kita dulu mengajarkan kepada kita, bahwa memilih pemimpin harus memperhatikan dua hal, yaitu sikap dan karakter yang benar dalam dirinya. Insyaallah karakter itu ada pada diri pada pasangan Jaa,Nur, Walikota dan  Walikota Samarinda 2010-2015. emimpin harus mempunyai sikap  sepi ing pamrih rami ing gawe,  tidak haus akan puji-pujian dan  penuh karya. Jaanur ingin berkarya dan mengabdi bagi kita semua.

                 Tentang karakter, Andi Fathul menjelaskan,  seorang pemimpin harus memiliki dua karakter. Pemimpin yang benar adalah pemimpin yang senang berkumpul dan bersilatuhrahmi. Pemimpin   yang baik adalah pemimpin yang memiliki karakter berkarya untuk membangunan kesejahteraan dan kemuliaan untuk rakyatnya.

Sebelum kampanye di lapangan sepakbola Jalan Gerilya, Jaang dan juga Nusyirwan Ismail sempat senam sehat bersama warga di Stadion Utama Sempaja. Umumnya, warga yang sedang berolah raga di stadion Sempaja mengacungkan dua jempolnya kepada Wawali Samarinda ini, sebagai tanda figur terbaik yang harus didukung jadi walikota. Tanpak  pula anggota DPRD Samarinda, di antaranya dari Partai Demokrat Sukamto, dari PKS Nursobah dan Mursyid , dari PPP H Syamsuddin Tang dan dari Partai Pelopor Mardi.

                Dari Stadion Sempaja, Jaang menuju Perumnas Bengkuring. Alhamdulilah, berkat Jaang ketika bersama Walikota H Achmad Amins, warga Perumnas Bengkuring yang sebagian besar relokasi warga bantaran Sungai Karang Mumus sudah mendapatkan tempat tinggal yang layak.

                 Jaang kemudian menuju ke Rumah Zakat dan Rumah Jamur di Jalan KH Wahid Hasyim Gang Wahyu Sempaja. Jaang sempat memberikan sambutan. Bila ingin sukses, ada tiga kunci yang perlu dilaksanakan, yaitu Bersih Hati, Salat Malam (Qiyamul Lail) dan Pikiran Positip Husnuzhon), Komunikasi yang baik, jalan KH Wahid Hasyim Gang Wahyu Sempaja.

                Usai dari acara peresmian Usaha Kelompok Tani Jamur Tiram Makmur Empowering Center Rumah Zakat ICD Samarinda Utara Jaang dan istri menuju Jalan Pemuda III. Sama dengan warga Bengkuring, warga Pemuda III juga sedang kerja bakti. Jaang sempat meninjau mushola yang berada di bibir Sungai Karang Mumus. Dari Jalan Pemuda III, figur yang berpengalaman di pemerintahan ini mampir di Jalan Merak, untuk bersilatuhrahmi bersama Ketua RT, 17, 18, 19. Warga dan Ketua RT ini termasuk, yang enggan menandatangani janji politik.

                Rombongan kemudian menuju Jalan A.M Sangaja. Jaang turun dari mobil, lantas berjalan kaki melewati Gang Masjid menuju Pasar Rahmat. Sambutan antusias terhadap duet Kepemimpinan baru untuk Samarinda baru yang lebih baik juga terlihat di sepanjang jalan dan di dalam pasar. Jaang sempoat makan buburayam di Warung Sinar Banten Jalan Lambung Mangkurat sebelum salat di Majsid Jami Baiturahim.  

                Sementara itu,  tak kalah antusiasnya warga Sungai Siring juga menyambut ramah kedatangan Nusyirwan Ismail bersama istri, Hj Sri Lestari. Dari RT 07 Sungai Siring. Di Tanah Merah begitu pula. Setelah singgah di jalur 1 RT 11 Nusyirwan menuju ke Simpang 3 Terminal Lempake.

                ‘’Kami siap memilih nomor dua. Tidak banyak berjanji dan bukti keberhasilan sudah banyak dirasakan. Ini menujukkan duet kepemimpinan baru Samarinda, yaitu pasangan nomor 2 lebih siap dan mampu membangun Samarinda baru yang lebih baik lagi, ‘’ kata Sudirman ketika Nusyirwan mampir di RT 06, RT 07 RT 08 Mugirejo.

                Begitupula dengan sambutan warga RT. 19 Gunung Lingai, yang lebih yakin dengan visi misi dan program pasangan Jaang-Nusyirwan. Di antaranya, memberikan bantuan modal usaha tanpa agunan, meningkatkan pelayanan masyarakat dalam segala urusan melalui RT, dengan ditambahkannya ntensif Ketua RT, perbaikan lingkungan, dan sejumlah program menarik lainnya, di bidang kesehatan dan pendidikan. Mc pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan