Ke makam Orang Tua, Berdoa Memulai dan Bershalawat di Akhir Kampanye

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (1 Oktober 2010)

Kampanye Hitam yang menyerang Jaa,Nur Diduga Mengkritik 100 Juta /RT

BLACK campignt melalui teror Short Mesage Serivice (SMS) kepada pasangan Jaang-Nusyirwan terus terjadi. SMS yang berisikan, sakit hati, caci maki, adu domba, fitnah tersebut disebarkan pihak yang tidak bertanggungjawab melalui nomor handphone yang tidak jelas. SMS tersebut juga menyinggung Nusyirwan, dengan meremehkan putra daerah. SMS tersebut seakan menunjukkan adanya pihak-pihak tertentu yang tidak suka kepada Jaa,nur karena beberapa kali mengkritik “program Duit” Rp 100 juta per RT tersebut.

                Koordinator  mc pro rakyat Akhmad Zailani menduga,  kampanye hitam melalui sms yang ditujukan ke pasangan nomor urut 2 ini belum tentu dilakukan pasangan calon yang memiliki program bersangkutan dan  tidak terkait dengan pasangan manapun. Walaupun tak menutup kemungkinan siapapun bisa mengirim sms.

                ‘’Saat ini berdasarkan survei independen pasangan Jaa,nur masih unggul  di posisi teratas, meninggalkan jauh pasangan calon lainnya. Prosentasenya sekitar 50 persen ke atas. Mungkin ini menunjukkan masyarakat  menginginkan pilkada ini dilaksanakan cukup satu putaran, dengan damai. Yang berpeluang memang satu putaran hanya pasangan Jaa,nur. Kita harapkan, masyarakat dari berbagai suku, agama dan golongan lainnya yang belum mendukung Jaa,nur saat tanggal 12 Oktober bersatu mencoblos nomor 2 Jaang-Nusyirwan untuk perubahan Samarinda yang sebenarnya. Setelah 2 periode menjadi wakil walikota, saatnya Jaang diberi kesempata menjadi walikota,’’ ujar Zailani, yang juga diteror, dicaci-maki lewat SMS.

                Menurut Nusrobah, figur Jaang-Nusyirwan adalah figur yang menerima kritik. Tidak pemarah dan tidak memaksakan program. Program Jaa,nur adalah program yang diserap dari aspirasi masyarakat. Masyarakat tak ingin program muluk-muluk, menggiurkan namun sulit terealisasi.

                Selain SMS teror, tim juga menerima dukungan dari masyarakat, yang bangga Jaang-Nusyirwan tidak meniupkan program gombal kepada masyarakat dengan program yang berbau duit.

                Seperti diketahui, sebelumnya telah disebarkan SMS yang tak hanya menyudutkan Nusyirwan, juga SMS yang menyebutkan Nursobah sebelum bergabung  mendukung Jaa,nur pernah menjelekkan Jaang.  Nursobah membantah. Selain Nursobah, sms yang menyudutkan Nusyirwan juga terjadi. Media Center Pro Rakyat, juga menerima teror melalui SMS.

                Jaang dan Nusyirwan meminta masyarakat, terutama pendukung Jaa,nur jangan terprovokasi. Samarinda yang sudah damai dan kondusif ini hendaknya terus dipertahankan.

                 ‘’Yang diinginkan masyarakat itu sebenarnya suasana yang damai dan kondusif. Apapun program, visi dan misi yang kita anggap bagus, itu tidak berarti apa-apa bila kota kita tidak aman. Yang rugi akhirnya masyarakat, karena tak bisa berusaha dan beraktifitas dengan dengan aman dan tenang. Kami ingin menjalankan amanah masyarakat dengan damai. Bila pun masyarakat menginginkan Jaang-Nusyirwan memang dan diriridhoi Allah, maka kemenangan itu adalah kemenangan rakyat,’’ kata Jaang.

                KAMPANYE

                Sementara itu, kampanye yang dilakukan pasangan Jaa,nur berlangsung aman dan lancar. Memang sempat ada oknum tertentu yang mencoba membuat rusuh saat hari petama di lapangan sepakbola Tepian Mahakam, namun aparat keamanan berhasil meredam sehingga tak rusuh.

                Kampanye hari pertama Jaang-Nusyirwan di Tepian Mahakam diminati warga. Bahkan tak hanya orang dewasa yang datang dari berbagai kecamatan, anak-anak kecil pun datang dengan sendirinya tanpa diundang.

                ‘’Anak-anak kecil yang ikut kampanye itu mungkin anak-anak sekitar sini. Kami tak bisa melarang, karena kampanye ini ada hiburan musiknya sehingga kami tak bisa melarang atau mencegah mereka untuk tidak hadir,’’ ujar Nursobah.

                Ketua Tim Koalisi Rakyat Bersatu (KRB), Yasser Arafat membantah tim pemenangan Jaa,nur mengajak atau  membawa-bawa anak-anak untuk ikut kampanye. Yasser tak mempersoalkan terlalu panjang, baginya masyarakat semua lapisan berhak menikmati hiburan.

                ‘’Termasuk pegawai negeri sipil. Kami tidak menyuruh mereka untuk datang. Tapi bila PNS bersimpati dan mendukung pasangan nomor urut 2 ini hingga ada PNS yang datang ke lokasi kampanye, kami tak bisa berbuat apa-apa.

                Ditambahkan Wakil Ketua KRB, Mursyid, Pasangan Jaang-Nusyirwan tak hanya disukai anak-anak, namun juga seluruh lapisan masyarakat dari berbagai suku dan agama. Karena figurnya yang ramah, santun dan merakyat.

                Hal yang menarik lagi, dari kampanye Jaang-Nusyirwan adalah tak lupa berdoa sebelum memulai turun lapangan memulai kampanye. Bahkan, kampanye di hari pertama di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang, Jaang menyempatkan diri ke makam orang tuanya di kuburan muslim Jalan Antasari. Di akhir kampanye hari pertama, saat hujan turun kampanye Jaang tak lupa menyenandungkan shalawat, puji-pujian kepada Nabi Besar Muhammad SAW dan Allah SWT.

                Usai dari makam orangtuanya, Jaang didampingi istri Hj Puji Syaharie Jaang menyapa pedagang kecil dan warga di Pasar Ijabah Jalan Antasari, setelah cukup lama diteruskan ke Pasar Kedondong. Sedangkan Nusyirwan menuju Pasar Kemuning Loa Bakung, selanjutnya ke Lok Bahu. Keduanya  mohon doa dan dukungan kepada masyarakat, khususnya pedagang dan warga di pasar-pasar tradisional tersebut. Ketua harian, Nursobah dan Mursyid memandu Jaang-Nusyirwan ke pasar-pasar.

                ‘’Kami ingin memberikan bantuan modal usaha tanpa agunan dengan kemudahan-kemudahan untuk para pedagang kecil. Makanya kami lebih memilih yang pertama ke pasar-pasar tradisional terlebih dulu,’’ ujar Jaang.

                Program memungkinkan direalisasikan karena Nusyirwan sudah terbukti dan berpengalaman, saat menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kaltim.

                Di hari kedua kampanye di Samarinda Seberang, sebelum Jaang turun ke pasar Baqa, Pasar Mangkupalas dan Nusyirwan ke Pasar Harapan Baru, figur yang berdasarkan hasil survei independen ini unggul jauh dari pasangan lainnya kembali berdoa di depan Sekretariat Gundur Center dan Sekretariat Partai Demokrat Kecamatan Samarinda Seberang. Nampak Ketua DPD Partai Demokrat Samarinda Yasser Arafat dan jajaran pengurusnya hadir.

                Sama dengan kunjungan ke pasar-pasar pada kampanye hari pertama, Jaang-Nusyirwan juga mendapat dukungan pedagang dan warga. Bagi mereka, Jaang-Nusyirwan pantas dan layak memimpin Samarinda lima tahun ke depan.

                Usai ke pasar-pasar tradisional di wilayah Kecamatan Samarinda Seberang, Jaang salat di Masjid tertua di Samarinda Seberang Sirathal Mustaqiem, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam Daeng Mangkona. Sementara itu, ba’da Ashar, ribuan pendukung Jaang-Nusyirwan di sudah menyesaki gedung Angkasa.

                Di hari pertama, politisi nyentrik dari senayan yang juga pemain sinetron dan pengurus Partai Demokrat Ruhut Poltak mengkritik program bagi-bagi duit Rp 100 juta pasangan calon tertentu. Menurutnya, program ini program yang bisa bermasalah dan yang kasihan nanti ketua RT. Karena dalam aturannya takKetua RT tidak dibebani mengelola anggaran untuk pembangunan dari APBD.

                ‘’Bila pasangan calon yang menjanjikan uang ratusan juta rupiah kepada ketua RT ini, bahkan pakai kontrak politik segala ini terpilih, saya dari Komisi III DPR RI  akan melaporkan kepada Kapolri, KPK dan Jaksa agar diusut tuntas pengunaan anggaran untuk ketua RT ini,’’ ujar Ruhut, yang disentron dikenal sebagai “Raja Minyak dari Medan” ini.

                Juru Kampanye Nasional lainnya, yakni H Qomar, pelawak yang juga anggota komisi II DPR RI. Gaya Qomar berpidato dan isi pidato yang disampaikan membuat massa yang hadir di lapangan Tepian Mahakam terpingkal-pingkal.

                Jurkam daerah yang tampil adalah Ketua DPW PPP Kaltim H Khairul Fuad dan Ketua Partai Demokrat Kaltim, H isran Noor, yang juga kandidat kuat Bupati Kutai Timur 5 tahun ke depan.

                Isran Noor mengatakan, biasanya yang lebih banyak mengumbar janji itu pembohong. Semakin banyak berjanji, semakin banyak bohongnya. ‘’Alhamdulilah Jaang-Nusyirwan tidak menggembor-gemborkan janji untuk memikat masyarakat.  Figur Jaang dan Nusyirwan sudah terbukti,’’ katanya.

                Kritik keras juga disampaikan Khairul Fuad. Untuk perubahan Samarinda yang lebih baik, Fuad meminta masyarakat memilih pemimpin yang cerdas, berpengalaman di pemerintahan, dekat dan didukung ulama, serta masyarakat dari berbagai lapisan lainnya. Jaang-Nusyirwan memang lebih menonjolkan program-program pro rakyat daripada duit. Akhmad zailani/mc pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan