Percuma Program Menggiurkan, Tapi Samarinda Tak Kondusif

Syaharie Jaang Simbol Perekat Semua Etnis dan Agama

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (30 September 2010)

SIKAP simpatik ditunjukkan kandidat kuat simbol perekat semua etnis di Samarinda, H Syaharie Jaang. Figur santun dan ramah ini mengimbau kepada warga Samarinda, terutama warga Dayak untuk membantu menjaga keamanan dan suasana kondusif kota Samarinda yang sudah terjaga dengan baik selama ini. Bila pun ada warga Samarinda yang sudah terlanjur ke Tarakan, Jaang mengimbau untuk ikut menjaga  keamanan agar kota Tarakan kembali aman.

                ‘’Karena pertikaian akhirnya yang rugi masyarakat semua,’’ mantan Ketua PDKT Samarinda, dan termasuk penasehat warga Dayak di Kalimantan Timur ini kemarin.

                Ada tiga imbauan figur simpatik ini untuk warga Samarinda, khususnya warga Dayak. Pertama, membantu menjaga keamanan dan kondusifnya Samarinda dan Kota Tarakan. Kedua, mempercayakan penyelesaian secara hukum kepada pihak keamanan. Ketiga, Warga Dayak di Samarinda untuk tidak ke Tarakan dengan tujuan yang bisa membuat suasana tidak kondusif.

                ‘’Dengan hormat saya mohon kepada seluruh saudaraku warga Dayak Samarinda untuk mengindahkan imbauan ini. Damai itu menjadi harapan kita semua untuk membangun masyarakat sejahtera,’’ ujar Jaang.

                Seperti diketahui, di Tarakan saat ini terjadi pertikaian dua kelompok masyarakat. Pertikaian tersebut menimbulkan korban jiwa. Jaang yang mengetahui hal itu prihatin. Lelaki yang memiliki program, visi misi yang jelas dan tak ingin berjanji yang muluk-muluk dengan alokasi uang dari APBD lantas menghubungi tokoh-tokoh etnis di Samarinda, yang sebagian besar juga pengurus kerukunan Kalimantan Timur untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif Kaltim secara umum, dan ikut membantu menjaga suasana kondusif Tarakan.

                Rabu (29/9) kemarin, Jaang yang berpasangan dengan putra kelahiran Samarinda H Nusyirwan Ismail ini nampak sibuk me-SMS sejumlah tokoh warga Dayak.  Selain, Jaang Nusyirwan Ismail, yang juga Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBBKT) Kalimantan Timur juga nampak sibuk menghubungi sejumlah tokoh dari kalangan Banjar. Nusyirwan Ismail meminta kepada warga Banjar untuk ikut menjaga suasana kondusif Kota Samarinda dan Tarakan.

                ‘’Kita prihatin dengan pertikaian di Tarakan yang menimbulkan korban jiwa. Kita harapkan di Samarinda suasana kondusif dan damai ini tetap terpelihara, apalagi menjelang Pemilukada,’’ kata Nusyirwan, yang kemarin melakukan slatuhrahmi ke Pasar Pagi, pusat pertokoan Citra Niaga dan sekitarnya, sambil berjalan kaki dari Pasar Pagi ke rumahnya di simpang empat Abul Hasan-Basuki Rahmat-Agus Salim.

                Hal yang sama juga dilakukan Jaang, dengan bersilatuhrahmi ke warga, termasuk ke tempat kenalannya beliau di Jalan Agus Salim, yang meninggal dunia. Masa cuti dan tak berkampanye ini juga dimanfatkan Jaang menengok sahabat-sahabatnya yang berada di RSU AW Sjahrani.  Selain itu ke rumah Ketua Tim Bersahaja, M Rifaddin yang berduka karena ayahnya meninggal dunia.

                Jaang mengungkapkan turut berbela sungkawa dan berduka cita kepada Faddin, yang juga tim sukses Jaang-Nusyirwan. ‘’Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT. Amal pahala diterima Allah SWT, segala dosa dan khilaf diampuni serta keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan ini,’’ kata Jaang.

MEMAAFKAN

    Syaharie Jaang memaafkan pihak-pihak tertentu yang melakukan black campaign (kampanye hitam) menyerang pasangan nomor urut 2 melalui pesan singkat ( Short Mesage Service/SMS), termasuk “SMS buruk” bernada fitnah, adu domba, caci maki terhadap Ketua Tim Nursobah dan teror dan ancaman kepada Media Center Pro Rakyat.  

                ‘’Kita memaafkan. Kita berharap, dosa dan khilafnya diampuni Allah SWT. Masyarakat bisa menilai sendiri, dan kami harapkan jangan langsung mempercayai bila ada SMS yang masuk ke nomor handphone memburuk-burukkan pasangan nomor urut 2 ini, semua itu tidak benar dan hanya fitnah yang mencoba membikin opini agar masyarakat tidak senang dengan Jaang-Nusyirwan,’’ kata Jaang.

                Ada dugaan yang berkembang di masyarakat, karena saat ini Jaang-Nusyirwan masih unggul di posisi teratas dukungan masyarakat maka coba dijatuhkan melalui kampanye hitam lewat SMS. Selain itu kemungkinan karena adanya masukan, kritikan kepada pasangan calon tertentu seperti mengkritik “program duit” atau program bagi-bagi duit per RT atau per warga puluhan hingga seratusan juta rupiah membuat pihak-pihak tertentu marah.

                Menurut  Ketua Tim Harian Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Nursobah mengatakan, berbeda sekali dengan  Jaang, yang   tidak mudah tersinggung dan pemarah bila dikritik. Jaang juga tak memaksakan kehendak, bila keinginan dirinya tersebut membawa mudharat, bukan manfaat  bagi orang lain. Jaang malah bersyukur bila ada yang mengkritik dan mengingatkan dirinya.

                ‘’Bagi Ketua RT yang cerdas tentu bisa menilai mencermati bunyi kalimat di kontrak politik tersebut. Sanggup mengalokasikan di RAPBD. RAPBD itu baru di rencana, kepala kantor pun mampu mencantumkan usulan di rencana APBD, tahun ke dua pasti bisa. Cuma masalahnya, anggota DPRD Samarinda setuju tidak. Karena ini berkaitan dengan uang, yang salah-salah tak hanya Ketua RT, anggota dewan bisa masuk penjara,’’ kata Nursobah, yang juga bersama 19 orang anggota DPRD Samarinda menjadi pendukung Jaang-Nusyirwan.

                Sikap simpatik juga ditunjukkan kandidat kuat simbol perekat semua etnis di Samarinda, H Syaharie Jaang berkiatan dengan kerusuhan di Tarakan. Figur santun dan ramah ini mengimbau kepada warga Samarinda, terutama warga Dayak untuk membantu menjaga keamanan dan suasana kondusif kota Samarinda yang sudah terjaga dengan baik selama ini. Bila pun ada warga Samarinda yang sudah terlanjur ke Tarakan, Jaang mengimbau untuk ikut menjaga  keamanan agar kota Tarakan kembali aman.

                ‘’Karena pertikaian akhirnya yang rugi masyarakat semua. Dengan hormat saya mohon kepada seluruh saudaraku warga Dayak Samarinda untuk mengindahkan imbauan ini. Damai itu menjadi harapan kita semua untuk membangun masyarakat sejahtera. Percayakan penyelesaikan tersebut secara hukum,’’ kata mantan Ketua PDKT Samarinda, dan termasuk penasehat warga Dayak di Kalimantan Timur ini.

                Nusyirwan Ismail, yang juga Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBBKT) Kalimantan Timur juga nampak sibuk menghubungi sejumlah tokoh dari kalangan Banjar. Nusyirwan Ismail meminta kepada warga Banjar untuk ikut menjaga suasana kondusif Kota Samarinda dan Tarakan.

                ‘’Kita prihatin dengan pertikaian di Tarakan yang menimbulkan korban jiwa. Kita harapkan di Samarinda suasana kondusif dan damai ini tetap terpelihara, apalagi menjelang Pemilukada,’’ kata Nusyirwan.                 Kamis (30/9) kemarin Jaang juga melayat dan ikut salat fardu kifayah atas meninggalnya Muhammad Arif Afendi (68), ayahnda Sekretaris Tm Bersahaja, M Rifaddin.  Jaang mengungkapkan turut berbela sungkawa dan berduka cita kepada Faddin, yang juga tim sukses Jaang-Nusyirwan. ‘’Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT. Amal pahala diterima Allah SWT, segala dosa dan khilaf diampuni serta keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan ini,’’ kata Jaang.

                KETUA RT BERDATANGAN

                Di antara sejumlah tamu di rumahnya, Ketua RT termasuk yang paling banyak berdatangan ke rumah Jaang. Intinya, para Ketua RT tersebut menyatakan mendukung pasangan Jaang-Nusyirwan dan tak ingin terbujuk rayu dengan program Rp 100 juta per RT.

                Di antara Ketua RT yang datang tersebut, ada yang sudah menandatangani kontrak politik dengan pasangan calon tertentu. Namun para Ketua RT yang menandatangani kontrak politik tersebut mengakui kekeliruannya, dengan iming-iming Rp 100 juta.

                ‘’Karena kontrak politik itu tak mengikat, maka akhirnya kami beralih mendukung pasangan calon terbaik, yang mampu dan paling siap melakukan perubahan Samarinda lima tahun ke depan yang lebih baik, yaitu Bapak Syaharie Jaang dan Bapak Nusyirwa Ismail,’’ kata salah seorang Ketua RT di Cendana yang datang bersama puluhan rekannya ke kediaman Jaang.

Para Ketua RT tersebut mengatakan dia tak terkecoh program Rp 100 juta tersebut. Karena menurut para Ketua RT yang mendukung Jaa,nur, jangankan walikota-wakil walikota, kepala dinas pun bisa berjanji siap mengalokasikan program tertentu dengan nilai rupiah tertentu di RAPBD. 

                ‘’Kami tak ingin tertipu. Bila sudah terpilih biasanya sulit menepati janji, apalagi untuk mundur setelah terpilih. Daripada sakit hati dikibuli lebih baik kami memilih yang pasti-pasti aja,’’ ujar Gani, salah seorang Ketua RT di kelurahan Sungai Dama. mc/pro rakyat.

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan