Yakinkan Masyarakat “Program Gratis” akan Dimantapkan

Hari Ini, “Duet Baru Untuk Samarinda Baru” Kampanye di Lapangan Gerilya

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (2 Oktober 2010)

RENCANANYA hari Minggu ini (3/9) “Duet Baru untuk Samarinda Baru” pasangan Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail akan melakukan kampanye di Lapangan Sepakbola Jalan Gerilya Kecamatan Samarinda Utara. Kampanye pasangan nomor urut 2 yang mendapat simpatik dan banyak dukungan dari masyarakat ini,  di antaranya ingin menegaskan kepada masyarakat, bahwa dengan duet pasangan baru, program-program gratis untuk rakyat, terutama di bidang kesehatan akan terus dilanjutkan, diperbaiki dan dikembangkan lebih baik lagi.

                Sebelum menuju ke lapangan sepakbola Jalan Gerilya, Pasangan Jaang-Nusyirwan akan melakukan senam pagi bersama masyarakat di stadion Sempaja. Tentu saja, dengan terlebih dulu berdoa bersama, agar diberi keselamatan dan kelancaran oleh Allah SWT. Setelah itu seperti biasa, melakukan sosialisasi kerakyatan berpencar mengunjungi masyarakat. Jaang ke Pasar bengkuring Sempaja, sedangkan Nusyirwan ke Pasar Rahmad dan Inpres.

                Siangnya, usai salat Zuhur pasangan yang dikenal pasangan sebagai pasangan religius ini menuju ke lapangan sepakbola Jalan Gerilya untuk melakukan kampanye. Pasangan ini tidak mengundang anak kecil dan pegawai negeri sipil untuk mendengarkan program mereka. Ada sejumlah program yang akan dipaparkan pasangan berjargon pasangan pro rakyat ini. Terutama “program Gratis”, yaitu kesehatan gratis. Program ini  banyak disukai masyarakat Samarinda karena membantu meringankan beban masyarakat dalam berobat. Bagi masyarakat, pelayanan kesehatan inilah yang segala-galanya.

                Jaang-Nusyirwan bertekad, bila dipercaya masyarakat Samarinda dan diridhoi Allah SWT, insyaalah program kesehatan gratis untuk masyarakat tak hanya akan dilanjutkan, tapi “duet baru untuk Samarinda Baru” yang lebih baik ini akan meningkatkan dan mengembangkan “program gratis” tersebut menjadi lebih baik lagi. Termasuk, bila didukung didukung anggota DPRD Samarinda, santunan melahirkan Rp 1 juta dan persalinan abnormal maksimal Rp 3 juta per warga akan dinaikkan.

                Seperti diketahui, Jaang bersama Walikota H Achmad Amins beberapa tahun terakhir setelah melaksanakan program kesehatan gratis untuk masyarakat. Program ini diberi nama Asmara. Untuk sementara, ada 10 layanan kesehatan gratis yang sudah dirasakan masyarakat. Yaitu, gratis rawat jalan dan inap di Puskesmas, di Poli rumah Sakit, Di Puskesmas Plus, di rumah sakit, persalinan dan gratis pelayanan obat. Ditambah lagi adanya sejumlah jaminan tambahan, pelayanan kantung darah, pelayanan penyakit kronis/khusus (hemodialisa, jantung, kemoterafi, dll),pelayanan gawat darurat dan pelayanan home care. Terobosan kesehatan gratis bagi masyarakat ini juga merupakan terobosan pertama di Indonesia.

                Selain di bidang kesehatan, terobosan yang pertama lainnya di Indonesia yaitu “Program Gratis” di bidang Pendidikan. Beberapa tahun ini, Jaang bersama Amins mengratiskan biaya pendaftaran masuk dan melanjutkan sekolah. Pihak sekolah dilarang memungut uang pendaftaran. Jaang-Nusyirwan bertekad, mensukseskan program wajib belajar 12 tahun. Selain tentu saja, perbaikan-perbaikan mutu dan fasilitas di bidang kesehatan.

                Program nomor 2 ini lainnya, yaitu meningkatkan perekonomian rakyat, salah satunya melalui bantuan pinjaman tanpa agunan/jaminan. Proses pengajuan bantuan ini sepengetahuan Ketua RT. Pemberian intensif yang sudah dilaksanakan beberapa tahun ini akan dinaikkan menjadi Rp 500 ribu. Tujuannya agar Ketua RT bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dalam mengurus berbagai macam urusan. Untuk besaran nilai bantuan modal tanpa agunan ini, Jaang tak ingin mematok dengan nilai rupiah tertentu. Namun lebih menyesuaikan kebutuhan modal yang diperlukan masyarakat. Bisa saja tak menutup kemungkinan ada yang dibantu hingga Rp 50 juta. Tujuan program ini untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Samarinda.

                Perbaikan pembangunan fisik, seperti pembangunan dan perbaikan infrastruktur,  juga sudah pasti program prioritas pasangan pro rakyat ini. Anggaran yang dialokasikan menyesuaikan kebutuhan perbaikan dari masing-masing lingkungan RT. Karena setiap berbeda-beda kebutuhan perbaikan infrastruktur. Bisa saja, RT di lingkungan perumahan mewah bukan prioritas, karena sarana jalan dan drainase di lingkungan perumahan elit seperti Villa Tamara  sudah bagus. Tak bisa disamakan dengan lingkungan RT di sekitarnya, yang saluran drainase dan jalan lingkungannya rusak dan perlu perbaikan. Bisa saja ada di suatu RT, yang memerlukan anggaran lebih dari Rp 100 juta rupiah, sementara di lingkungan lainnya tidak mencapai lebih dari itu.

                Untuk perbaikan sarana dan prasarana lingkungan RT ini, pasangan berbaju batik merah motif Kalimantan ini tidak akan membebankan pekerjaan kepada Ketua RT. Karena perangkat RT bukanlah termasuk Satuan Perangkat Pemerintah Daerah (SKPPD), yang berwenang secara aturan hukum untuk mengelola anggaran pemerintah. Jaang-Nusyirwan tak ingin para Ketua RT terjerat kasus penyalahgunaan keuangan negara.

                ‘’Tugas pemimpin itu adalah melayani masyarakat, bukan membebankan pekerjaan dengan menyerahkan pengelolaan keuangan kepada masyarakat. Kami ingin bekerja sepenuh hati dan melayani sepenuh hati,’’ kata Nusyirwan, yang ingin mengabdi di daerah kelahirannya, Samarinda. mc pro rakyat.

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan