Bersama Jaang-Nusyirwan, Rakyat Harus Menang

Bersama Jaang-Nusyirwan, Rakyat Harus Menang

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (7 September 2010)

Terbukti dan Siap Lakukan Perubahan

TAK ada kecap yang nomor dua. Semua kecap, selalu (mengaku) nomor satu.  Ingat, saat Pemilu legislatif lalu. Sejuta janji diumbar dan disodorkan ke masyarakat. Setelah terpilih, janji-janji itu rontok dengan sendirinya, ditiup angin kebohongan. Janji akan memperjuangkan rakyat diingkari.

Sebelum terpilih berjanji akan memperjuangkan rakyat, akan berdiri di barisan depan membela kepentingan rakyat. Pendek kata, rakyat yang nomor satu. Bahkan ada yang berjanji, pakai siap mundur segala jika terpilih. Di Pemilukada ini apa rakyat akan mau dikibuli untuk yang ke sekian kalinya. Sudah terlalu banyak rakyat dibohongi. Setelah terpilih, dan dan rakyat berbenturan dengan pihak lain, oknum wakil rakyat malah beralasan “ hanya memfasilitasi”. Solusi yang ditawarkan tak jelas keberpihakannya untuk masyarakat.

Kesalahan yang terbesar, adalah tidak merasa melakukan kesalahan. Ketika wakil rakyat merasa sudah hebat berjuang untuk rakyat yang mewakilkan mereka, dari kacamata dia sendiri, maka saat itulah tak ada lagi yang bisa diharap dari sang wakil rakyat tersebut.

Pemilu legislatif untuk memilih wakil rakyat sudah lama berlalu. Seiring waktu dan janji yang terlupakan tergerus kesibukan sendiri. Sekitar sebulan lagi, tepatnya tanggal 12 Oktober 2010 Samarinda menghadapi Pemilukada. Asal tidak ada keinginan dari pihak tertentu untuk mengulur-ngulur atau menunda. Masyarakat yang kecewa dengan tidak adanya sikap konsisten,  dan banyak kerjaan yang lebih penting untuk membenahi Samarinda.

Di Samarinda, ada tujuh pasangan calon pemimpin, yang satu diantaranya nanti akan berduet memimpin Samarinda 5 tahun ke depan. Semua memiliki peluang yang sama untuk menang dan tentu saja kalah. Semua pasangan calon bagus dan layak dipilih. Latar belakang profesinya pun macam-macam. Ada guru, dokter, pengusaha dan birokrat.

Di halaman sempit ini, hanya akan diulas pasangan calon yang dianggap ideal membawa perubahan Samarinda 5 tahun ke depan. Yakni pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail. Di bandingkan pasangan lain, pasangan ini perpaduan antara politisi yang berpengalaman di pemerintahan dan birokrat yang juga berpengalaman di pemerintahan. Keduanya dikenal bersih dan tidak mau macam-macam dengan uang rakyat di APBD. Pasangan nomor urut 2 ini, baik calon walikota dan wakil walikota figurnya sama baiknya. Bahkan, ada yang menilai Nusyirwan juga pantas jadi calon walikota. Karena niat tulus ingin membangun kota kelahirannya, Nusyirwan bersedia bersatu bersama Jaang.

Maju bersamanya dua figur terbaik daerah ini mendapat dukungan dari masyarakat. Sejumlah tokoh etnis, terutama dari etnis Bugis, Jawa, Tionghoa,  tokoh agama, tokoh masyarakat dan kelompok-kelompok masyarakat terus memberikan dukungan untuk pasangan nomor urut 2 ini. Karena mereka semua melihat figur.  Figur Jaang-Nusyirwan adalah simbol perekat kerukunan keberagaman atau kemajemukan etnis dan agama di Samarinda. Masyarakat ingin Samarinda tetap aman, damai dan tentram, dalam mencari rezeki.

Ada memang sedikit masyarakat, yang tak peduli dengan Samarinda, dengan prinsip kuno yang dimilikinya; asal ada duitnya aku coblos.  Bila menginginkan kota ini terus mengalami perubahan ke arah yang baik, maka pilihlah pasangan figur yang memang mempunyai niat tulus untuk mengabdi, membangun daerah asalnya. Pasangan nomor urut 2, adalah pilihan yang tepat dan cerdas. Dengan hati bersih, nilailah ada banyak kelebihan tanpa mengabaikan kekurangan dari pasangan santun, ramah dan paling siap memimpin Samarinda 5 tahun ke depan ini.

Akhirnya hanya satu yang diinginkan masyarakat sebenarnya yakni kedamaian atau peace yang  biasa dilambangkan dengan dua jari tengah dan telunjuk. Semoga kita semua, masyarakat Samarinda memiliki kedamaian di bumi dan di hati. Tanpa mengorbankan rakyat, hanya karena jabatan, atau mengibuli dengan janji, karena rakyat telah banyak diberi janji. Akhirnya,  Bersama Jaang-Nusyirwan, rakyat harus menang. Salam dua jari. Mc  pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan

ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: