Bila Serangan Fajar Lawan Berhasil, Pasangan Jaa,Nur akan Kalah?

Bila Serangan Fajar Lawan Berhasil, Pasangan Jaa,Nur akan Kalah?

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (20 September 2010)

Melawan Politik Uang dengan “Duit”  (2-Habis)

SEKITAR SETAHUN yang lalu. Malam belum larut. Di rumahnya, Jaang mengamati catatannya. Ada banyak nama tokoh yang melamar ingin menjadi cawawali mendampingi dirinya. Ada anggota dewan, pengusaha, pejabat dan berderet tokoh-tokoh berpengaruh. Namun lelaki yang memulai kerja sebagai buruh perusahaan kayu ini masih belum ngantuk. Dari banyak nama, tak satupun akhirnya yang jadi wawali pilihannya. Seorang ustadz malah ‘menjodohkan” dirinya dengan Nusyirwan Ismail, yang semula ingin menjadi walikota. Dan seorang ustadz pulalah yang memberi nama Jaa,Nur, yang artinya hadirnya cahaya.

————————————————————–

DUIT milik Jaang-Nusyirwan memang bukan uang. Tapi kepanjangan dari  Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakal. Bagi yang kenal Jaang, tentu faham, sekalipun pernah menjadi anggota DPRD dan menjabat sebagai Wawali 10 tahun, Jaang bukanlah orang yang banyak uang. Saat belum ada cawawali, ada puluhan figur yang ingin mendampinginya. Bila karena soal kekurangan duit,bisa saja dia milih salah seorang yang banyak duit. Namun itu tidak dilakukannya. Dirinya malah bersedia bekerja sama dengan Nuyirwan Ismail, seorang PNS di lingkungan Pemprop Kaltim, untuk maju bersama sebagai pasangan Kepala Daerah 2010-2015. Sekalipun pernah menjabat sebagai kepala dinas dan asisten Sekprov Kaltim, namun Nusyirwan juga bukanlah orang yang berduit. PNS yang tak mau macam-macam sulit memang sulit kaya. Tapi untuk menjadi pemimpin yang baik, bukankah tak mesti harus banyak duit?

Kita percaya, masyarakat Samarinda tidak menomorsatukan uang dalam menentukan pemimpin.  Karena bila faktor uang sogok  dalam bentuk serangan fajar, atau serangan malam dapat menguasai mayoritas masyarakat pemilih, maka  peluang Jaang-Nusyirwan tipis, bahkan bisa-bisa kalah. Kendati hitungan di atas kertas, pasangan H Syaharie Jaang dan H Nusyirwan Ismail  menang.

 Hasil hitungan di atas kertas (berdasarkan hasil pemilu 2009 lalu) pasangan Jaang-Nusyirwan sudah menang. Hitungannya begini : riilnya Jaang-Nusyirwan mendapat dukungan  38,10 persen. Dukungan itu berasal dari 33,597 suara (11,40 %)dari partai demokrat, PKS 24,449 suara (8,29%), PPP 15,160 (5,14%),  PBR 7,440 (2,52%),   Partai Pelopor 7,402 (2,51%). Partai lainnya, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia (PPPI), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK), Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU), Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), Partai Sarikat Indonesia (PSI), Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Republiken, Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Merdeka,  Partai Karya Pembangunan (PKP), Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PDKB). Suara partai-partai ini  berkisar antara 0- 1,32 % lebih.

Begitulah hitungan menangnya, di atas kertas berdasarkan dukungan riil Parpol. Bila ditambah lagi dukungan masyarakat dan simpatisan atau pemilih dari Golkar, PDIP, dan Parpol lainnya yang lari ke Jaa,Nur, maka tak menutup kemungkinan pasangan pro rakyat ini akan menang dalam satu putaran.

Masih mungkinkah pasangan Jaa,Nur akan kalah? Jawabnya, mungkin saja, bila serangan fajar atau politik uang berhasil dilakukan lawan. Akan banyak uang yang dikeluarkan, dan setelah jadi akan banyak uang rakyat yang dikorup untuk mengembalikan uang yang dihamburkan.

Karena saat ini kabarnya akan ada politik uang yang digunakan lawan. Warga sudah mulai di data. Warga sekitar  Tempat Pemungutan Suara (TPS) dicatat sebagai pemantau, yang “dibayar” Rp 150.000.  Anggaplah bila misalnya, ada 70 pemantau yang diambil dari partai pengusung dan pendukung masing-masing 5 orang, maka akan ada 70 “pemantau” yang telh dibayar per TPS.  Jumlahnya keseluruhan tinggal dikalikan.

 “Serangan kedua”; yaitu serangan malam atau fajar. Mendata masyarakat pemilih. 1 koordinator misalnya dijatah 10 orang per partai untuk satu TPS, dan seterusnya untuk semua TPS per wilayah. Bila  cara ini berhasil dilakukan secara sistematis dan rapi, maka peluang si calon yang menggunakan cara curang tersebut kemungkinan besar bisa menang.

Tapi apakah mungkin, niat tulus ingin membangun Samarinda dikalahkan dengan uang seratusan atau dua ratusan ribu? “Duit” (doa, usaha, ikhlas dan tawakal)   Jaa,Nur pasti lebih dihargai masyarakat dan lebih bisa didengar-Nya. mc pro rakyat//habis

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan

ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: