Hasil Survei ASPEK Kurang Independen, Senci Han Sakit Hati dengan Jaang

Hasil Survei ASPEK Kurang Independen, Senci Han Sakit Hati dengan Jaang

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani ( 7 Oktober 2010)

DiREKTUR Media Center pro rakyat  H. Akhmad Zailani menilai  hasil yang dikeluarkan ASPEK Kaltim kurang independen dan emosional, dan  sarat dimuati  rasa sakit hati. Karena pada saat kekurangan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat mencalonkan diri sebagai calon walikota melalui jalur  independen, Senci Han pernah mencoba meminta sebagian dukungan kepada H Syaharie Jaang. Tapi ditolak secara halus.

                ‘’Iya benar, memang pernah ada, saat itu batas waktu untuk mencukupi atau menambah dukungan agar bisa lolos sebagai pasangan calon independen tinggal beberapa hari lagi. Karena tak mungkin mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan dukungan beserta KTP masyarakat, maka Senci mencoba minta berkas dukungan KTP untuk Pak Jaang. Pak Jaang sebenarnya tak masalah, namun agak berat memberikan karena ini menyangkut amanah dari puluhan ribu warga Samarinda yang menginginkan Pak Jaang  yang menjabat sebagai wakil walikota agar maju sebagai walikota. Dukungan itu dikumpulkan sekitar 1,5 tahun lebih,’’ kata Akhmad Zailani ketika dikonfirmasi Kamis kemarin.

                Zailani menceritakan, sejak 2 tahun yang lalu, Jaang sudah dipersiapkan sebagai calon walikota Samarinda. Karena saat itu jalur independen bisa dan harus melengkapi syarat mengumpulkan tanda tangan dukungan dan KTP, maka relawan Jaang mulai mengumpulkan dukungan masyarakat Samarinda.

                ‘’Alhamdulilah, karena figur Pak Jaang di masyarakat baik, maka tidak lah sulit  mengumpulkan tanda tangan tersebut. Hingga akhirnya terkumpul sekitar 40 ribu lebih. Waktu terus berjalan, dukungan lewat jalur indepen tersebut siap diserahkan ke KPU, bila memang tidak ada parpol pengusung Jaang. Karena partai pelopor hanya punya 1 kursi di DPRD Samarinda. Akhirnya, Partai Demokrat dan partai-partai lainnya, di antaranya PPP, PBR dan dimenit-menit terakhir PKS ikut-ikutan memberikan dukungan ke Jaang, yang sudah memilih pasangannya Pak Nusyirwan Ismail, figur putra daerah kelahiran Samarinda, ‘’ kata Zailani.

                Menurut Zailani, mungkin ada yang menilai dukungan puluhan tanda tangan dan KTP dari warga Samarinda itu tak bernilai, namun bagi Jaang tidak lah demikian. Surat dukungan beserta KTP tersebut merupakan bukti, bahwa masyarakat Samarinda berharap banyak kepada Jaang untuk menjadi Walikota Samarinda lima tahun ke depan.

                ‘’Sampai sekarang surat dukungan sekitar 40 an ribu tersebut masih disimpan dengan baik oleh Pak Jaang. Ketika itu, bila diteruskan kami optimis surat dukungan dan KTP dari warga yang mndukung Jaang hingga batas pendaftaran di KPU mencapai 50 ribu hingga 100 ribu surat dukungan dan KTP,’’ ujar Zailani.

                Zailani juga mengatakan, bila anggota KPU benar-benar serius bekerja, tentu dari sekian puluhan ribu KTP dukungan warga kepada pasangan calon lain pasti ada terjadi tumpang tindih, dengan KTP yang sama.

                ‘’Tentu masyarakat bisa menilai dan memilih dengan baik, mana figur yang pantas untuk dipilih menjadi walikota dan wakil walkota Samarinda 2010-2015. Asalkan dilatari dengan hatinurani, tidak didasari karena adanya sakit hati, atau hasutan fitnah dari pihak-pihak yang tak bertanggungjawab,’’ ujar Zailani. mc pro rakyat.

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan

ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: