Jaang Jenguk Kaning, Sebelum Pemungutan Suara

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani ( 10 Oktober 2010)

Usai Cuti,  Syaharie Jaang di awal bertugas sebagai Wawali

USAI masa cuti, tanggal 8 Oktober lalu, H Syaharie Jaang kembali bertugas sebagai Wakil Walikota (Wawali) Samarinda, sejak Sabtu (9/10). Setumpuk undangan seremonial  menunggu. Minggu (10/10) Jaang menyempatkan diri ke rumah dinas  Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, sekaligus menjenguk sang sahabat, H Syaukani HR, mantan Bupati Kukar  di pendopo Odah Etam. Setelah itu, Jaang ke Samarinda Seberang meresmikan Pasukan Pemadam Kebakaran, yang dibentuk pengusaha lokal, H Hendra Gunawan.

                Syaharie Jaang tiba di pendopo Bupati Kukar sekitar pukul 09.10 Wita. Ketika itu Syaukani—atau akrab dipangil Pak Kaning—sedang melakukan terapi. Kaning duduk di kursi roda. Kondisi Kaning masih memprihatinkan. Bagi yang melihat tak sampai hati. Ingatannya masih belum pulih. Matanya belum  bisa melihat. Tangan dan kakinya tak bisa digerakkan. Cuma telingganya, yang sedikit berfungsi. Dua perawat siap didekatnya. Kakinya juga dirangsang agar bisa digerakkan pakai listrik.

                ‘’Bapak, ingatkah dengan ulun? Ulun Syaharie Jaang, Wakil Walikota Samarinda,’’ tanya Jaang, seraya memijat-mijat tangan kiri Pak Kaning.

                Rupanya, nama Syaharie Jaang masih ada membekas di memori Pak Kaning, ‘’ Syaharie Jaang …,’’ ulang Kaning, dengan wajah menatap ke depan.

                ‘’Iya Pak, Wakil Walikota, ‘’ kata Jaang.

                ‘’Walikota mana,’’ kata Kaning.

                ‘’Masih wakil walikota Samarinda,’’ ujar Jaang.

                Wajah Kaning nampak tersenyum. Saat tak diajak berbicara, Kaning tertidur. Perawatnya membangunkan, dengan memanggil pelan. ‘’Apakah Pak Kaning ngantuk?,’’ tanya perawat.

                Mata Kaning terbuka. Diam saja, namun wajahnya nampak tersenyum dengan pandangan tetap lurus ke depan. Sementara tangan Jaang masih memijat-mijat tangan kiri Kaning. Lagu kesukaan Kaning, lagu-lagu Mbah Surip mulai dihidupkan.       

                Jaang bercerita, hubungannya dengan Kaning ini sejak lama. Bahkan Kaning pula yang membantu membayarkan biaya Hotel di Jakarta, saat dirinya kehabisan uang, ketika bersama H Achmad Amins mencalonkan diri sebagai pasangan Walikota-Wawali Samarinda tahun 2000 lalu.

                ‘’Mudahan bapak cepat sembuh …,’’ suara Jaang. Jaang juga sempat mengusap rambut Kaning. Jaang menyebutkan, dirinya kerap mengirimkan al fatihah dan berdoa untuk kesembuhan Kaning.

                Saat Jaang kembali bertanya, Kaning sempat mengucapkan;  ‘’Menang. Kalo terpilih baik-baik nanti yo’’, dengan kalimat  yang kurang jelas.          

                Menurut figure yang dekat dan didukung banyak ulama ini, keinginan dirinya sebelum cuti ingin menjenguk Kaning, namun karena kesibukan hingga cuti berakhir, baru dirinya bisa berksempatan mengunjungi Kaning, ke Pendopo Odah Etam tempat putri Kaning, Rita Widyasari tinggal. Saat ada urusan ke rumah dinas Bupati Rita, itulah Jaang sekalian menjenguk Kaning.

                Menurut perawat, kondisi Kaning masih memprihatinkan. Bupati yang dinyatakan bersalah menyalahgunakan dana perangsang punggutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara kutai dengan kerugian ditaksir sekitar Rp. 49,6 milyar dengan hukuman 6 tahun ini, jangankan ingat anak-istri, namanya sendiri pun sering lupa. Kaning kemudia mendapat grasi (Pengampunan)  dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyebutkan, pertimbangannya karena kemanusiaan.

                Selain menjenguk Kaning, Jaang yang dikenal dekat dengan ulama ini juga menghadiri Peresmian Pasukan Pemadam Kebakaran yang dibentuk pengusaha lokal H.M. Hendra Gunawan di galangan kapal PT. Mira Mirza Thoha, Mangkupalas, Samarinda Seberang. “Saya adalah orang balakar. Saya sangat senang Majelis Mim punya kepedulian terhadap bahaya kebakaran. Merelakan speed boadnya untuk kebakaran yang berada di tepi sungai,” kata Syaharie Jaang.

Kehadiran Jaang sebagai Wakil Walikota, setelah cutinya berakhir, 8 Oktober. Untuk membantu penanggulangan kebakaran Hendra, yang juga pemilik Mim Mart ini menyiapkan satu unit mobil untuk pasukan pemadam di darat dan satu unit speedboard untuk memadamkan rumah warga yang berada di pinggiran sungai.

                Dalam sambutannya sebagai Wakil Walikota Samarinda, Jaang menyebutkan selain sebagai wakil walikota dirinya juga sebagai relawan.  Sehingga hampir setiap ada kebakaran dirinya selalu turun ke lapangan, berbaur bersama masyarakat memadamkan api.

                ‘’Saat ada kebakaran, maka jabatan saya sebagai wakil walikota saya ditanggalkan. Saya sebagai relawan, ikut membantu warga memadamkan api. Ini ada ceritanya. Menyangkut perasaan saya, karena pada tahun 1980-an, terjadi kebakaran di daerah kelahiran saya di Long Pahangai. Rumah saya hangus terbakar,’’ kenang Jaang. 

“Saya adalah orang balakar. Saya sangat senang Majelis Mim punya kepedulian terhadap bahaya kebakaran. Merelakan speed boadnya untuk kebakaran yang berada di tepi sungai,” kata Syaharie Jaang.

Di hadapan hadirin, Wawali menceritakan bahwa bila terjadi kebakaran, ia membayangkan wajah kedua orangtuanya yang saat itu sangat kasihan. Membayangkan orang memberi pakaian pantas pakai dan sembako, sebab rumah orangtuanya di Long Pahangai, Kutai Barat ludes dilalap si jago merah. Bahkan tiang rumahnya pun tak tersisa. Semua hangus rata dengan tanah. “Kejadian itu yang membuat saya peduli pada kebakaran. Bahkan dulu pernah saya melepas infus dan langsung membantu korban kebakaran. Setelah selesai saya kembali ke rumah sakit dan pasang infus kembali,karena masih sakit,” tutur suami Pudji Setyowati itu.

Tak hanya itu, wawali juga menceritakan ia hanya berjarak sekitar dua meter dari petugas kebakaran yang meninggal akibat tersetrum listrik saat memadamkan kebakaran. “Allah masih memberikan pertolongan, saya hanya sekitar dua meter dari petugas yang tersengat listrik,” kata Syaharie Jaang mengenang.

Secara terpisah, pimpinan Majelis Mim, H Muhammad Hendra Gunawan mengatakan pihaknya sengaja menyiapkan speed boad untuk kebakaran. “Selain untuk memadamkan api di tepi sungai, speed itu juga akan digunakan untuk membantu pencarian orang tenggelam. Petugas siap 24 jam, silakan hubungi  0541-266888,” kata Hendra.

Selain speed boad, lanjut Hendra, pihaknya juga menyediakan dua mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api di darat.

Menurutnya, speed boad dan juga mobil pemadam kebakaran sangat mendesak yang segera diwujudkan. “Kita semua berharap tak terjadi kebakaran. Tapi siapa yang  bisa  memprediksi kapan terjadi kebakaran. Karena itulah, penting ada speed  boad dan juga mobil pemadam kebakaran,” ujarnya.

Sebelum peresmian Pemadam Mim oleh Wawali, terlebih dulu dilakukan pembacaab burdah yang dipimpin Habib Ali Alqadri. Diiringi sejumlah santri dan anggota Majelis Mim.

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan