Jaang-Nusyirwan Bawa Pesan “Dua Jari Perdamaian”

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (25 September 2010)

DUA jari (telunjuk dan tengah) biasa diartikan dengan peace atau kedamaian. Grup band  Slank  kerap menyebut PISS. Nah, selama 2 hari terakhir pasangan simpatik, H Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail  membawa pesan perdamaian. 

                Sebagai  kandidat kuat yang mendapat dukungan terbanyak masyarakat Samarinda, Jaang-Nusyirwan memang berbeda dibandingkan dengan pasangan calon lainnya. Bila Jumat (24/9) malam tadi enam pasangan calon menyampaikan visi misi di DPRD Samarinda, Jaang dan Nusyirwan malah memenuhi undangan masyarakat hingga pukul 01.00 Wita dini hari baru pulang ke rumah.

                Pasangan pro rakyat ini sengaja tidak hadir ke DPRD Samarinda, Jumat (24/9) malam karena lebih mengutamakan kepentingan rakyat. Selain itu Jaang-Nusyirwan sejak awal juga ingin konsisten dengan tahapan kampanye yang dibuat KPUD Samarinda, yakni tanggal 25 September hingga 8 September 2010.

                Jumat malam, Jaang menghadiri acara satu tahun terbentuknya Ormas Gerakan Pemuda Untuk Pembaharuan (Gempur), yang diketuai Simon Jaang di Juragan Kopi Jalan Juanda. Saat menyampaikan sambutan, Simon menegaskan di Pemilukada sekarang inilah saatnya putra terbaik daerah tampil memimpin di daerahnya sendiri.  Dari 7 pasangan calon, satu diantaranya pasangan terbaik yang layak dan pantas didukung semua pihak untuk memimpin Samarinda ke depan yang lebih baik. Simon bahkan menegaskan, dirinya bersama dengan putra daerah  dan masyarakat Samarinda yang peduli perubahan Samarinda ke depan yang lebih baik siap pasang badan untuk pasangan Jaang-Nusyirwan.

                Jaang mengingatkan, masyarakat jangan bertikai hanya karena adanya perbedaan. Masyarakat pendukung Jaang-Nusyirwan jangan terpancing pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana Samarinda yang sudah kondusif.

                ‘’Sekali kita bertikai, maka akan sulit bagi kita untuk menghilangkan bekas luka dari pertikaian. Sekali kita terluka, sekali pun sudah sembuh namun bekas luka itu tidak hilang,’’ kata Jaang.

                Sebelumnya, “pesan dua jari perdamaian”  tersebut juga disampaikan Jaang saat menghadiri acara pemuda Hindu di Pura Jalan Sentosa,  pertemuan dengan komunitas Ikatan Tanah Toraja bersama dengan para pendeta, juga saat peremian Khatolik Center, serta Sabtu malam tadi (24/9) bersama etnis Tionghoa di Gedung Guang Dong acara 10 tahun berdirinya paguyuban Guand Gong dan pertemuan lintas  etnis dan agama selama ini.

                Menurut Jaang, perdamaian sangat penting dibandingkan apapun. Karena suasana kota Samarinda yang damai dan kondusif, maka perekonomian di Samarinda meningkat dengan pesat. Para investor berdatangan. Bila kota kita tidak aman, maka akan sulit bagi untuk melakukan aktivitas.

                ‘’Tak dapat didustai, pertumbuhan ekonomi Samarinda lebih baik dibandingkan dengan kabupate dan kota lainnya di Kaltim, yaitu sekitar 7-8 persen. Soal pertikaian, saya tak ingin diajak atau dipancing untuk ikut dalam pertikaian. Sekalipun saya, Syaharie Jaang tak akan mundur satu langkah pun bila sudah memutuskan sesuatu. Sebagai putra daerah Kaltim, saya ingin daerah ini aman dan kondusif,’’ tegas Jaang.

                Sekitar pukul 10.00 Wita, usai acara Jaang bersama istri langsung menuju ke Bukuan Palaran menghadiri undangan halal bihal dengan penceramahan Hj Tan Mei Hwa atau Ida Nursanti SH dari Surabaya.

                Sabtu kemarin, “pesan 2 jari perdamaian” kembali disuarakan Jaang-Nusyirwan di Hotel Borneo Jalan Mulawarman saat acara sosialisasi, halal bihalal dan deklarasi damai bersama pasangan calon lainnya.

                Untuk menunjukkan keseriusannya, Jaang-Nusyirwan satu-satunya pasangan calon yang paling disiplin, dengan hadir sebelum pukul 10.00 Wita sesuai dengan jam di kartu undangan. Sayangnya acara baru dimulai pukul 11.00 Wita lewat, karena ada pasangan calon yang terlambat hadir.

                Karena keterlambatan acara tersebut, membuat Jaang dan Nusyirwan terlambat menghadiri undangan acara yang diadakan masyarakat di berbagai kecamatan. Acara deklarasi damai baru berakhir sore. ‘’Saya minta maaf kepada masyarakat yang mengundang kami, karena acara yang seharusnya dimulai pukul 10.00 wita jadi molor beberapa jam karena menunggu pasangan lainnya,’’ ujar Jaang.

                Sabtu (25/9) malam, Jaang kembali memenuhi undangan warga Tionghoa di Gedung Guangdong. Bagi etnis Tionghoa, figur Jaang sudah sangat akrab dengan figur yang ramah dan santun ini.  Sama seperti warga Samarinda dari berbagai agama dan suku lainnya, warga enis Tionghoa juga ingin agar Jaang, yang maju bersama Nusyirwan Ismail terpilih sebagai walikota Samarinda 2010-2015. Mc pro rakyat.

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan