Jaang-Nusyirwan Kebanjiran Undangan Berbuka Puasa

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (31 Agustus 2010)

Berburu Pahala 10 Hari Terakhir Ramadhan

MENJELANG 10 hari terakhir ramadhan masa hamba-hamba Allah mencari kemuliaan, di dalamnya terdapat satu malam yang mulia, yaitu malam Lailatul Qadar.  Memasuki 10 hari terakhir ramadhan, Syaharie Jaang mengingatkan kepada dirinya dan masyarakat,  sesuai pesan para ulama untuk makin memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an Surah Al Qadr (3), disebutkan pahala bagi orang yang beribadah pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan, sama seperti pahala ibadah yang dilaksanakan 1.000 bulan terus menerus. “Lailatul qadri khairun min alfii syahrin“, bahwa Pada malam yang dimuliakan itu ( hari diturunkannya Al-Quran) lebih baik dari malam seribu bulan.

Syaharie Jaang bersama pengurus masjid Syamsul Huda Gang Amal Jalan Hidayatullah usai salah subuh, belum lama ini. Foto Akhmad Zailani

‘’Di sepuluh hari terakhir, jamaah salat di masjid jangan sampai berkurang. Seperti apa yang disampaikan para ulama, 10 hari terakhir ramadhan di dalamnya terdapat satu malam yang mulia, yakni malam lailatul qadar,’’ ujar kandidat kuat walikota Samarinda, yang banyak mendapat dukungan masyarakat, terutama dari kalangan ulama dan kiai serta tokoh-tokoh agama lainnya ini.

Di 10 hari terakhir ramadhan, Jaang-Nusyirwan pun banyak mendapat undangan buku puasa sekaligus salat magrib, isya dan tarawih bersama masyarakat.  Tanpa membedakan kelompok masyarakat, Jaang buka puasa bersama masyarakat yang tinggal dekat Tempat Pembuangan Akhir(TPA) Bukit Pinang, Sabtu (28/8). Sedangkan Nusyirwan, buka puasa bersama warga Bengkuring Samarinda Utara. Sebelumnya, Nusyirwan buka puasa bersama warga Palaran.

Usai berbuka puasa dan salat magrib bersama, Jaang-Nusyirwan kembali melakukan safari salat Isya dan tarawih, sekaligus bersilatuhrahmi dengan warga di tempat lainnya. Sabtu malam (29/8) Jaang salat Isya dan tarawih bersama warga sekitar Jalan Kesejahteraan, Jl DI Pandjaitan, P Noor  dan sekitarnya termasuk warga Gunung Lingai di Masjid Babul Hafadzah.

Selain berbuka puasa bersama warga, serta salat magrib, Isya dan tarawih bersama, Jaang-Nusyirwan juga melakukan safari salat subuh di sejumlah tempat di Samarinda. Jaang minta maaf, karena tidak dapat memenuhi semua undangan kelompok masyarakat lainnya, karena padatnya jadwal, baik undangan resmi atas nama Pemkot samarinda maupun dari kelompok masyarakat yang mendukung dirinya dan Nusyirwan sebagai calon walikota.

       Jaang menyampaikan ini ramadhan terakhir bagi dirinya selaku  Wakil Walikota Samarinda. Namun bila masyarakat Samarinda memberikan kepercayaan dan direstui Allah SWT untuk menjabat sebagai walikota Samarinda, insyaallah dirinya bersama Nusyirwan siap melanjutkan lagi pembangunan dan program yang berpihak ke masyarakat.

       ‘’Saya dan Bapak Achmad Amins juga menyampaikan ucapan terima kasih yang telah mempercayakan kepada kami sebagai walikota dan wawali selama 10 tahun. Kami menyadari banyak aspirasi masyarakat yang belum terpenuhi,’’ kata Jaang, yang bersama Nusyirwan memiliki visi misi dan program yang jelas ini.

       Jaang, yang dikenal memiliki track record yang baik dan berpengalaman ini  mohon doa restu dan dukungan masyarakat terhadap dirinya sebagai Walikota Samarinda lima tahun ke depan.  Lelaki yang dikenal santun dan berahaja ini tak ingin menyampaikan janji-janji yang berlebihan. Jaang bertekad akan bekerja yang optimal, sepenuh waktu menyumbangkan tenaga dan pikiran demi perubahan Kota Samarinda yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. mc pro rakyat/adv.

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan