Jaang-Nusyirwan Tak Ingin Menyia-nyiakan Harapan Masyarakat

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani ( 6 Oktober 2010)

Syaharie Jaang bersama pedagang pasar Segiri. Foto Akhmad Zailani.

ADA cerita kecil namun maknanya besar. Tentang seorang ibu, seorang pedagang sayur di Pasar Segiri. Penampilannya sederhana. Ibu Habibah namanya.  Suaminya juga ikut berdagang. Ketika H Syaharie Jaang ke pasar,  suaminya yang umurnya sekitar setengah abad lebih itu membisiki Jaang; “Pak, istri saya kepengen betul bertemu bapak. Istri saya penjual sayur pak …. Tolong pak ya, ’’ ujarnya memohon.

                ‘’Iya Pak. Nanti kami akan ke sana,’’ ujar Pak Jaang, sambil menyalami pedagang-pedagang lainnya yang ditemui sepanjang jalan.

Tiba di lapak Ibu Habibah itu, Jaang mendekat lantas mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Ibu Habibah menggenggam tangan Pak Jaang. Erat-erat. Dia menarik, lantas memeluk dan menciumi figur pemimpin idola, yang didukungnya itu.

                Ibu Habibah lantas berdoa berdoa, sambil menangis. ‘’Semoga pasangan Jaang-Nusyirwan terpilih sebagai pemimpin di Samarinda …,’’ ujarnya.

                Tak hanya Ibu Habibah, yang juga model iklan pendukung Jaanur yang tampil di TVRI Kaltim. Ibu-ibu lainnya yang ditemui Jaang dan Nusyirwan di Perumnas Bengkuring juga memeluk Jaang dengan mata berkaca-kaca. Juga Mbok Yatni, pedagang sayur di Pasar Rahmad. Atau ibu-ibu lainnya di Pasar Kedondong, Pasar Mangkupalas, Pasar Ijabah, Pasar Sungai Dama, Pasar Kemuning. Atau, saat pertemuan dengan anggota majelis ta’lim, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak.  Semuanya memeluk dan terharu.

                ‘’Saya terharu, batapa besar harapan masyarakat kepada Jang-Nusyirwan. Termasuk ibu-ibu, di antara para pedagang-pedagang di pasar-pasar, dan dipelosok-pelosok. Saya dan Pak Nusyirwan tak ingin menyia-nyiakan mereka,’’ kata Jaang saat konsolidasi kepada relawan pemenangan, Rabu (6/10) kemarin. Akhmad zailani/mc pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan