Keluarga Guru dan Murid Juga Ingin Nomor 2  Menang 1 Putaran

Keluarga Guru dan Murid Juga Ingin Nomor 2 Menang 1 Putaran

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (6 September 2010)

GURU beserta keluarga dan murid juga menginginkan pasangan urut nomor 2 yaitu H Syaharie Jaang dan H Nusyirwan Ismail (Jaa,Nur) menang 1 putaran di Pemilukada tanggal 12 Oktober 2010 nanti.

‘’Bila menginginkan Pemilukada Samarinda dilaksanakan 1 putaran, tak ada pilihan lain pasangan nomor urut 2 yang harus dipilih.  Pasangan nomor urut 2 memang pasangan yang terdiri dari 2 figur daerah yang terbaik. Kami akan memilih pasangan Bapak Jaang dan Nusyirwan di Pemilukada tanggal 12 Oktober nanti, komitmennya terhadap peningkatan pendidikan di daerah ini lebih baik dibandingkan pasangan calon lainnya,’’ kata Agustiani, S.Pd salah seorang guru di SMK 17 Jalan Pelita, Ahad (5/9)  tadi sebelum acara berbuka puasa guru dan siswa.

Menurut Agustiani, pasangan Jaang-Nusyirwan lebih membawa harapan yang cerah bagi dunia pendidikan dibandingkan pasangan calon lainnya. ‘’Kami yakin, para keluarga insan pendidikan di Samarinda bisa kompak memilih figur yang baik untuk Samarinda ke depan yang lebih baik,’’ ujar Agustiani.

Saat berbuka puasa Ahad kemarin, pasangan Jaang-Nusyirwan tak bisa ikut berbuka puasa bersama guru dan ratusan siswa SMK 17, karena ada padatnya jadwal undangan berbuka puasa dari kelompok masyarakat lainnya.

‘’ Bapak Jaang dan Nusyirwan Ismail mohon maaf tak bisa ikut berbuka puasa bersama karena padatnya jadwal berbuka puasa undangan dari masyarakat lainnya. Beliau titip salam kepada para guru dan siswa, ‘’ ujar Nurhidayah, yang dalam kesempatan tersebut membagikan ta’jil kepada Kepala SMK 17 Jalan Pelita, Marsudi M.Psi.

Marsudi yang didampingi Andi Hasdiana SE, yang juga Ketua Panitia dan Parwoto Wakil Kepala Sekolah mengucapkan, terima kasih atas perhatian Jaang-Nusyirwan.    ‘’Kami para guru dan siswa siap memenangkan pasangan Jaang-Nusyirwan untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota Samarinda 2010-2015. Namun, setelah terpilih harap jangan lupakan para guru dan pembangunan sekolah, terutama sekolah kami,’’ ujar Marsudi sambil tersenyum.

Andi Hasdiana menyebutkan, sebagai warga Samarinda yang baik dirinya mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai hak pilih untuk menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. Pilihan masyarakat menentukan perubahan Samarinda ke depan yang lebih baik. Bila tidak memilih dan banyak yang golput (tidak menggunakan), dikhawatirkan akan dimanfaatkan pihak lain untuk melakukan kecurangan, dengan “mengambil suara Golput” untuk menambah suara oknum pasangan calon yang bersangkutan.

‘’Sebagai masyarakat Samarinda yang peduli, kita tak hanya ingin mendapatkan pemimpin yang terbaik. Karena bila kita salah memilih pemimpin atau mendapatkan pemimpin yang tak peduli dengan kepentinga masyarakat dan melupakan janji yang disampaikan sebelum terpilih, maka itu kesalahan kita sendiri,’’ kata Diana.

Diana juga mengungkapkan, tak hanya para guru dan siswa yang mempunyai hak pilih saja yang mengerti dan bisa memilih figur terbaik, mayoritas masyarakat Samarinda juga tentu akan memilih figur terbaik, yakni pasangan Jaang-Nusyirwan.

‘’Bagi yang memiliki hati nurani dan menginginkan perubahan Samarinda ke depan yang lebih baik tentu akan memiih pasangan figur pemimpin yang mampu dan memiliki program kerja yang jelas. Pak Jaang telah terbukti, banyak program yang berpihak ke masyarakat yang perlu dilanjutkan dan dikembangkan lebih baik. Contohnya selain di bidang pendidikan, yaitu di bidang pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat. Bersama Pak Nusyirwan, kami yakin berbagai program yang berpihak ke masyarakat akan lebih banyak dirasakan lagi,’’ tambah Agustiani.

Terpisah, Ketua harian Koalisi Rakyat Bersatu Nursobah mengatakan, pembagian ta’jil yang dilakukan relawan pendukung Jaang-Nusyirwan, sebagai wujud dari memaknai ramadhan. Menurut anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PKS ini, pihaknya di bulan penuh berkah ini ingin berbagi dengan membukakan puasa anggota masyarakat. Ta’jil atau makanan dan minuman untuk berbuka puasa tersebut dibagikan untuk masyarakat di berbagai tempat di enam kecamatan. Tak semua sekolah yang mengadakan buka puasa dibagikan ta’jil. Juga tak semua kelompok masyarakat yang dikasih ta’jil, ini hanya untuk menunjukkan semangat kebersamaan berbagi di bulan ramadhan.

‘’Relawan masyarakat pendukung Jaang-Nusyirwan juga membagikan ta’jil ini hingga ke pinggiran kota, seperti di Lempake, Makroman, Palaran dan wilayah-wilayah lainnya,’’ ujar Nursobah.

Beberapa waktu lalu, beberapa kader putri Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dengan membawa tas plastik berisikan nasi kotak membagikan ta’jil kepada anak-anak jalanan di persimpangan jalan, seperti di rambu lalu lintas Kesuma Bangsa, persimpangan Lembuswana, persimpangan Jalan Agus Salim-Basuki Rahmat dan beberapa tempat lainnya. Mc pro rakyat.

Editor : Sulthan Abiyyurizky

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan

ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: