Komentar ustadz Habib Ahmad Al Habsy tentang Figur Jaang-Nusyirwan (1)

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (20 September 2010)

Percayakan Samarinda  Sama yang Ahlinya

ULAMA atau ustadz tahu benar figur calon pemimpin yang memiliki komitmen membangun dan memperhatikan ummatnya. Deretan para pewaris penyampai kebaikan para nabi tersebut menyebut pasangan nomor 2;  H Syaharie Jaang-H Nusyirwan Ismail adalah figur terbaik yang perlu didukung dan pantas dipilih sebagai Walikota-Walikota Samarinda 2010-2015. Kini satu lagi, ustadz ngetop dari Jakarta yang bersuara mendukung pasangan santun, rendah  hati dan ramah ini. Yakni; ustadz Habib Ahmad Al Habsy.

————————–

                Usai acara  halal bihalal Jaang-Nusyirwan bersama masyarakat Samarinda, yang diselenggarakan Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) di GOR Segiri, Ahad  (19/9) malam, kami kembali bertemu di Hotel Grand Victoria.  Apa saja komentar ustadz yang ke Samarinda bersama adik kandungnya Habib Hasan Al Habsy ini. Berikut cuplikan komentarnya  yang dirangkum saat menyampaikan ceramah saat halal bihalal Jaang-Nusyirwan bersama masyarakat Samarinda, yang diselenggarakan Koalisi Rakyat Bersatu (KRB);

                ‘’Izinkan saya mengekspresikan rasa syukur ini, yang pertama mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemudahan dan kesuksesan kepada pasangan Jaa,nur. Amin. Kalau dilihat dari kata Jaa,nur. Jaa artinya telah hadir dan nur adalah cahaya. Cahaya sangat penting sebagai penerang dari kegelapan. Bila sudah ada cahaya yang terang, buat apa mencari cahaya yang lain?

                Beliau tahu persis tentang Samarinda. Selama dua periode Pak Syaharie Jaang menjabat sebagai walikota. Oleh sebab biarlah Samarinda ditangani figur yang ahlinya. Kalau pasangan lain baru berkata tapi beliau sudah melangkah.  Kalau pasangan lain masih berjanji beliau sudah terbukti. Kalau pasangan lain baru melangkah beliau sudah berlari. Saat duduk dan melihat tulisan Jaa,nur saya mikir-mikir, subhanallah. Jaa bisa pula artinya jamaah. Jamaah bisa diartikan kebersamaan. Bekerja sama-sama. Bila dikerjakan sama-sama menjadi  ringan. Tidak ada yang sulit bila dihadapi bersama.Ini artinya untuk membangun Samarinda yang lebih baik, maka harus dilakukan bersama-sama. Tanpa dukungan masyarakat, maka pemimpin tak bisa berbuat apa-apa.Ini berarti pasangan Jaanur perlu dukungan kita semua untuk melanjutkan program-program Samarinda yang lebih baik lagi, yang bermanfaat buat masyarakat.

                Dalam salat lima waktu kita dianjurkan salat berjamaah. Dalam sholat berjamaah ada yang jadi makmun, dan jadi imam. Bila semua menjadi makmum itu bukan berjamaah namanya tapi gerombolan. Bila semua mau menjadi imam atau rakyat, apa lalu yang dipimpin tuyul. Imam atau pemimpin penting, makmum atau rakyat perlu.

                Figur Jaang-Nusyirwan luar biasa. Makmum beliau bukan hanya orang muslim saja, tapi juga dari kristen, khatolik, budha dan hindu. Semuanya hidup rukun dan damai berdampingan. Figur pemimpin demikian yang kita perlukan.

                Tentang kata Nur . Nur bisa berarti nikmat, ulfa dan rahmat. Ulfa berarti santun dan ramah.

Figur beliau berdua nampak santun dan ramah. Beliau juga orang yang mensyukuri nikmat Allah SWT. Karena orang yang tak bisa berterima kasih, dengan mensyukuri nikmat Allah SWT belum layak untuk dijadikan pemimpin.

                Saya juga bangga, pasangan Jaang-Nusyirwan ini selalu hadir di kegiatan-kegiatan pengajian. Mendukung berbagai kegiatan keagamaan. Termasuk bershalawat untuk junjungan nabi kita nabi  besar Muhammad SAW.

                Habib Ahmad juga mengungkapkan tentang “modal” yang perlu dimiliki Jaang-Nusyirwan, yakni DUIT, kepanjangan dari doa, usaha, ikhlas dan tawakkal.  Kalau ingin sukses, ingin menang harus banyak-banyak berdoa kepada Allah SWT. Lalu berusaha, ikhlas dan tawakkal menerima apa yang gariskan-Nya.

                Tentang DUIT ini, Jaang pun telah beberapa kali menyampaikan kepada relawan dan masyarakat pendukung yang menginginkan dirinya dan Nusyirwan terpilih menjadi walikota dan Wawali Samarinda periode 5 tahun ke depan.

                Menurut Jaang, empat hal tersebut harus dilakukan agar keinginan bisa terwujud. Yakni, teruslah berdoa, karena hanya Allah SWT yang bisa mengabulkan keinginan hambanya. Selain berdoa, juga berusaha untuk mewujudkan keinginan tersebut. Semua doa dan usaha harus didasari niat ikhlas.            Bila semuanya telah dilakukan, maka akhirnya hanya tawakkal dan berserah diri kepada Allah SWT. Karena setiap yang terjadi kepada manusia, ada hikmah lebih baik yang diberikan Allah SWT buat hambanya yang bertakwa. /mc pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan