Nusyirwan Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Nusyirwan Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Hanya Setitik Kecil Ungkap Syukur Untuk Sebentang Luas Karunia-Mu

Nusyirwan Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Satukan Tangan, Satukan Hati

Itulah Indahnya Silatuhrahmi

Di hari kemenangan kita padukan

Keikhlasan untuk saling memaafkan

Jaang-Nusyirwan mengucapkan

Selamat hari raya idul fitri

Mohon maaf lahir dan bathin

SEKALIPUN bukan pasangan calon walikota dan wakil walikota Samarinda terkaya, H Syaharie Jaang dan H Nusyirwan Ismail seperti biasa mengeluarkan zakat, infak dan sedekah dan membagikan kepada seratusan anak yatim piatu.

Baik Jaang maupun Nusyirwan yang dihubungi wartawan enggan berkomentar banyak mengenai penyerahan zakat tersebut. Keduanya nampak menghindar. Alasannya tak perlu diberitakan, nanti takabur dan tak baik. Bahkan, acara buka puasa bersama anak yatim piatu yang diselenggarakan ormas Sambang di Jalan Kemakmuran Gang PLN tersebut rencananya akan dihadiri Jaang. Belakangan figur yang dikenal masyarakat sebagai figur religius, dekat dengan ulama dan aktif dalam kegiatan umat beragama itu berhalangan hadir dan diwakilkan H Nusyirwan Ismail.

‘’Di bulan ramadhan ini kita berbagi sedikit rezeki, sekalian berbuka puasa bersama anak-anak panti asuhan. Semoga uang tersebut dapat bermanfaat untuk keperluan lebaran, ikut merayakan kemenangan bersama Jaang-Nusyirwan setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa,’’ ujar Ketua Sambang, H Asyari Hasan.

Menurut anggota DPRD Samarinda ini, pengurus dan anggota Sambang ingin agar anak-anak yatim piatu tersebut ikut bergembira, dengan berbuka puasa bersama pasangan nomor urut 2.

Sebenarnya, kegiatan memberikan santunan kepada yang berhak menerimanya ini sudah dilakukan Jaang dan Nusyirwan sejak lama, setiap tahun karena bagian dari mengeluarkan zakat, infaq dan sedekah.

Selain bersilatuhrahmi dengan berbagai lapisan masyarakat, sebelum ramadhan, Jaang-Nusyirwan juga berkeliling masjid  di enam kecamatan membangun silatuhrahmi dengan masyarakat.

‘’Bedanya di bulan ramadhan ini satu hari ada tiga tempat berbeda yang dikunjungi. Yaitu salat subuh, berbuka puasa dan salat tarawih yang berlainan tempat,’’ ujar Nusyirwan.

Salat subuh Selasa kemarin, Nusyirwan salat di masjid Al Khair Jalan Gerilya. Hasil dari silatuhrahmi tersebut, banyak diserap aspirasi dari masyarakat, yang murni tanpa basa-basi dengan pandangan serta saran pendapat yang cerdas (smart), tentang hal-hal berbagai macam.

‘’Masukan yang disampaikan masyarakat tersebut tentu saja kami sikapi serius dan hal-hal yang baik sangat bermanfaat untuk prubahan Samarinda yang lebih baik. Bagi saya, jika masyarakat memberikan amanah dan kepercayaan, maka keliling masjid ini akan terus dikembangkan menjadi budaya untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam membangun kota,’’ kata Nusyirwan.

Nusyirwan juga menyarankan, perlu dikembangkan secara efektif pran dewan kota, yang terdiri dari unsur masyarakat dan tokoh-tokoh di berbagai bidang yang setiap saat bisa memberi umpan balik proses pembangunan kota yang semakin kompleks sejalan pertumbuhannya sebagai ibukota Kaltim. akhmad zailani/ mc pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan

ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: