Silatuhrahmi Ke Palaran, Jaang-Nusyirwan Dihadiahi Warga Puisi

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani (19 September 2010)

TAK hanya Syahari Jaang dan Nusyirwan Ismail saja yang beruntung, masyarakat Samarinda pun akan terbantu bila pasangan calon nomor 2 ini dipilih sebagai walikota dan wawali Samarinda 2010-2015. Terbantunya; bila memilih 2 figur pasangan terbaik daerah plus 2 figur istri yang mampu menunjang kerja suami.

                Seperti saat silatuhrahmi di Kecamatan Palaran dengan sejumlah pengurus sejumlah majelis ta’lim atau pengajian ibu-ibu syalawatan di sekretariat Bersahaja Palaran, Sabtu (18/9). Istri Jaang, Hj Puji Setyowati dan istri Nusyirwan mewakili suami mereka nampak akrab dengan dengan sejumlah pengurus pengajian.

                Karena masih di bulan Syawal, dalam kesempatan silatuhrahmi secara kekeluargaan tersebut, Hj Puji Jaang pesan sang suami, permohonan maaf selama kepemimpinan duet Achmad Amins-Syaharie Jaang belum sepenuhnya memuaskan keinginan masyarakat secara keseluruhan.  Sekalipun, untuk kecamatan Palaran dan Samarinda Seberang, selama periode Amins-Jaang mendapatkan perhatian besar, dengan dibangunnya sejumlah fasilitas di antaranya stadion utama Palaran, Pelabuhan Peti Kemas dan Jembatan Mahkota II yang pembangunannya dilakukan bertahap.

                Di bagian lain, Hj Puji Jaang mengatakan, keinginan suaminya bersama Nusyirwan Ismail adalah ingin melanjutkan program-program pembangunan dan program pro rakyat, yang selama ini sangat membantu masyarakat. Terutama di bidang kesehatan.

                Sedikit yang menarik dari pertemuan sekitar 20 an lebih kelompok pengajian se kecamatan Palaran tersebut, yaitu puisi dan lagu untuk Jaang-nusyirwan, figur walikota-Wawali Samarinda 2010-2015 yang lebih siap dan lebih mampu membawa perubahan Samarinda yang lebih baik.

                Puisi yang dibacakan Tulus Adi Sucipto itu unik, kepanjangan dari nama Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail.  S, saatnya kita menentukan pilihan. Y, yang kita pilih calon walikot Samarinda mendatang. A, anak asli Kalimantan. H, haji Syaharie Jaang jadi pilihan. A, Alhamdulilah gambar urut nomor 2 sudah dipastikan. R, rupayanya Tuhan telah menunjukkan. I, ingat tanggal 12 Oktober mencoblos gambar Syaharie Jaang. E, engkau jadi walikota tidak diragukan.

                Sedangkan nama “Jaang”, Tulus menjabarkannya menjadi; J, jadilah seorang pemimpin tauldan. A, amanah warga kota Tepian. A, aman, damai, sejahtera dalam kehidupan. N, Niat baik dan jujur diutamakan. G, gigih bekerja untuk warga masyarakat sekalian.

                Nama “Nusyirwan Ismail”, penasehat Bersahaja Palaran ini juga punya arti sendiri. N, Nusyirwan Ismail tidak diragukan. U, untuk calon wakil walikota Samarinda mendatang. S, siap mengbdi demi kesejahteraan. Y, yang harus kita pilih tanggal 12 Oktober mendatang. I, Itulah calon Wakil Walikota yang harus kita menangkan. R, rukun, dmai aman dan tentram. W, warga masyarakat kota Tepian. A, adil makmur dalam kehidupan. N, Nun jauh di sana warga tetap menantikan.

                Untuk Ismail, diartikan; I, ikhlas untuk mengabdikan diri. S, semoga Tuhan tetap meridhoi. M, memimpin Samarinda yang kita cintai. A, aman, damai, sejahtera yang abadi. I, ini adalah satu amanh yang suci. L, lanjutkan program yang jelas dan pasti.

                Hj Puji Jaang dan Nusyirwan yang mendengarkan hanya senyum-senyum. Menurut Hj Puji, masyarakat harus punya pendirian. Jangan salah menentukan pilihan hanya karena adanya pemberian uang dari orang yang ambisi jadi pemimpin. Pilih lah pemimpin yang benar- benar terbaik, faham tentang Samarinda dan mengerti atau berpengalaman dalam pemerintahan serta bersih dari korupsi. Jangan salah memilih pemimpin. Bila itu yang terjadi, seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an, maka tunggulah kehancuran.

                Ketua Bersahaja Palaran, M Chudlori mengatakan, pilihan masyarakat Samarinda, termasuk warga Palaran, dengan memantapkan hati memilih pasangan nomor 2 untuk Samarinda yang lebih baik.

‘’Kita pilih yang pasti-pasti saja. Jangan salah memilih pemimpin yang jejam rekamnya kurang jelas. Sekalipun ada pasangan calon yang memberi uang ambil saja, kita toh nggak minta. Tapi pilihan hati nurani adalah Bapak Jaang-Nusyirwan, nomor urut 2 yang pakai batik khas Kalimantan,’’ ujar Chudlori.

                Dukungan senada juga disampaikan Sutaji, yang rumahnya dijadikan sekretariat Bersahaja Palaran. Menurut penasehat Bersahaja ini, figur Jaang-Nusyirwan sudah merakyat dan melekat di hati masyarakat. Dirinya mengajak, warga Samarinda dari berbagai lintas agama, suku dan semua golongan untuk bersatu mendukung pasangan putra daerah ini untuk membangun di daerahnya sendiri. mc pro rakyat.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan