Wawancara : H Syaharie Jaang, Walikota Samarinda terpilih 2010-2015

Wawancara : H Syaharie Jaang, Walikota Samarinda terpilih 2010-2015

Kaltim Ampunku, catatan Akhmad Zailani

Membalas Kepercayaan Masyarakat, dengan Bekerja Sungguh-sungguh

SYAHARIE  Jaang adalah figur yang hormat kepada orang tua, termasuk kepada H Achmad Amins, walikota Samarinda yang telah dianggap sebagai orang tua, kakak dan guru bagi dirinya. Selama 10 tahun, Jaang dengan setia mendampingi H Achmad Amins, bekerjasama untuk kemajuan kota Samarinda dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warganya. Sebelum resmi dilantik sebagai Walikota Samarinda, Wakil Walikota ini enggan berbicara dalam kapasitasnya sebagai walikota Samarinda. ‘’Nantilah setelah resmi dilantik sebagai Walikota Samarinda …,’’ ujarnya kepada beberapa wartawan yang ingin mengetahui apa yang akan dilakukannya sebagai walikota Samarinda.

Jaang tidak enak hati dengan Achmad Amins yang masih menjabat sebagai Walikota. Soal komitmennya dalam membangun Samarinda, intinya sebelum mencalonkan diri sebagai Walikota Samarinda bersama H Nusyirwan Ismail sebagai Wakil Walikota, lelaki asal hulu Mahakam ini sudah menyatakan siap untuk membangunan Samarinda baru yang lebih baik dan lebih nyaman lagi untuk masyarakat Samarinda.

Berikut ini sedikit komitmen Syaharie Jaang yang bisa digali dari sosialisasi dan kampanye yang disampaikannya  ke masyarakat melalui koordinator Media Center Jaang-Nusyirwan, Akhmad Zailani.  Komitmen Syaharie Jaang ini dirangkum dalam bentuk tanya jawab.  

Asalamualaikum Pak?

Walaikum salam

Sehat-sehat aja Pak?

Alhamdulilah sehat

Banyak nih tamu, pak?

Iya, beginilah suasana dan keadaan  di rumah saya.

Tidak lama lagi pindah rumah Pak?

Sebenarnya  sekali pun kecil saya merasa nyaman dan tentram tinggal di rumah ini. Ada yang bertanya-tanya, kenapa saya tak pindah ke perumahan elite seperti Villa Tamara. Selain saya merasa cocok dengan lingkungan sekitar, saya juga lebih terbiasa ingin hidup sederhana.
Saya berasal dari anak keluarga petani dari hulu Mahakam. Biasa hidup susah. Saya sudah tinggal di rumah saya itu sebelum saya menjadi anggota DPRD Samarinda 2 tahun, lantas Wawali Samarinda selama 10 tahun. Sekalipun rumah saya kecil, namun selalu cukup menerima tamu ratusan orang hingga seribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat. Dari tukang ojek hingga pengusaha sukses. Dari pegawai honorer terendah hingga pejabat tinggi. Bagi saya, siapapun tamu saya maka harus saya layani dengan baik. Agar luas, garasi saya jadikan ruang tamu.

Tentang  rumah kami yang kecil ini sebenarnya sudah pernah saya ungkapkan di sebuah silatuhrahmi bersama tokoh Sulselbar di Hotel Golden, beberapa waktu lalu. Saat itu Kanda Luther juga hadir. Setengah bercanda, saya kembali mengulang apa yang dikatakan Kanda Luther, bahwa rumah saya kalah besar dibandingkan dengan garasi beliau. 

Saya tahu Kanda Luther tak menghina saya, sekalipun kalimat itu sindiran bagi saya. Itu cambuk untuk memotivasi dan memberi semangat, bahwa kita harus bekerja keras. Seperti para perantau sukses karena bekerja keras.

Memang masih banyak yang tak percaya, dengan harta kekayaan yang saya miliki. Namun itulah faktanya. Niat tulus bukan sekadar mencari materi inilah yang melatar-belakangi saya menerima dukungan masyarakat maju sebagai kandidat wali kota Samarinda 2010-2015.
Saya memang pernah menjadi anggota DPRD Samarinda sekitar 2 tahun, dan wawali 10 tahun. Selama itu tak ada keinginan saya mau macam-macam. Selama menjabat wawali saya memback up tugas ayahnda H Achmad Amins. Saya lebih fokus kepada kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan, selain tugas-tugas seremonial di Pemkot, mewakili wali kota.

Saya mensyukuri yang ada, sekalipun rumah saya kecil dan bila dibandingkan dengan pasangan calon lainnya bukan di urutan terkaya, namun alhamdulillah dengan sedikit harta yang saya miliki saya selalu menyisihkan sebagian setiap tahun untuk membayar zakat, infak dan sedekah kepada masyarakat lapisan bawah, seperti anak-anak kurang mampu dan para orang tua di pinggiran-pinggiran kota Samarinda.

Setelah menjabat sebagai Walikota, tamu bisa tambah banyak lagi Pak?

Saat ini sebagai wakil walikota beginilah, namanya juga kita ingin melayani masyarakat. Selain menjalankan tugas-tugas tugas sebagai Wakil Walikota, setelah jam kerja saya juga menerima banyak tamu yang datang ke rumah saya setiap hari sejak pagi hingga malam. Bahkan sabtu dan minggu pagi pun, sudah ada tamu yang datang ke rumah saya.

Selain masyarakat yang ke rumah, setelah Pilkada ini saya juga kembali  menemui masyarakarat. Saya mohon maaf, tidak semua masyarakat bisa saya datangi. Saya  mengucapkan terima kasih atas doa restu dan dukungan masyarakat, sehingga saya bersama Pak Nusyirwan Ismail terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Samarinda lima tahun ke depan. Hanya  Allah SWT yang bisa membalaskan kebaikan mereka.

Alhamdulilah, Pilkada Samarinda berlangsung dengan lancar dan damai berkat dukungan masyarakat. Masyarakat tetap menjaga suasana aman dan kondusif kota Samarinda.

Ke depan, bersama Pak Nusyirwan kita akan terbuka menerima keluhan atau saran dari masyarakat.

Selanjutnya apa yang akan bapak lakukan untuk masyarakat?

Untuk membalas kepercayaan masyarakat kepada saya dan Pak Nusyirwan Ismail dan sebagai ungkapan atau wujud  terima kasih, maka kami akan bekerja dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan perubahan Samarinda baru yang lebih baik. Seperti komitmen awal kami berdua, kami siap melayani masyarakat dengan hati dan bekerja sepenuh waktu. Kami berdua tak ingin mengecewakan masyarakat. Program-program yang pro  ke masyarakat, yang telah bermanfaat dan dirasakan masyarakat selama ini  tetap akan kami lanjutkan, tingkatkan dan kembangkan lagi sehingga menjadi lebih baik lagi.

Apa program-program prioritas Bapak?

Ada sejumlah program prioritas, yang bersentuhan dengan masyarakat yang akan kita upayakan untuk segera dilaksanakan. Program 100 hari dan setahun kepemimpinan kami pun sudah kami siapkan. Kami  menyadari dengan keterbatasan APBD Samarinda yang ada tentu akan sulit, dan perlu kerjasa keras dan dukungan semua pihak. Masyarakat pun tentu bisa memaklumi kondisi yang ada. Namun pemerintahan dan pembangunan harus terus berjalan dan masyarakat berhak mendapatkannya.

Dengan keterbatasan anggaran,  tentu saja kita akan menginventarisir program-program paling prioritas, yang selanjutnya terlebih dulu akan dilaksanakan. Termasuk permasalahan banjir, PKL yang berjualan di sembarang tempat, dan permasalahan lainnya. Semua permasalahan akan kami upayakan segera tuntaskan, bertahap dan tentu saja tidak akan mengabaikan masukan atau saran dari anggota DPRD Samarinda ataupun pihak-pihak lainnya. Saya bersama Pak Nusyirwan ingin membangun Samarinda ini untuk semua, keterlibatan, dukungan dan partisipasi aktif semua elemen masyarakat untuk melakukan perubahan Samarinda yang lebih baik sangat kami harapkan.

Ke depan, kami akan lebih membuka kran masukan, saran melalui berbagai media termasuk  lewat telepon dan handphone khusus yang bisa diakses semua masyarakat. Berbagai permasalahan masyarakat, termasuk yang bersentuhan dengan pelayanan publik bisa langsung disampaikan kepada saya dan Pak Nusyirwan. Seperti misalnyakurang puas dengan pelayanan di kantor lurah atau kantor camat. Sebagai aparatur pemerintahan itu kita seharusnya melayani masyarakat, bukan kita yang minta dilayani.

Untuk penanggulangan banjir misalnya, apa program  bapak?

Kota Samarinda ini kan berasal dari kata sama rendah, yang merupakan kota air atau sebagin besar wilayahnya merupakan retarding basin atau tempat parkir air bila terjadi kelebihan debit air. Ada beberapa kawasan tempat parkir air yang kini telah menjadi pemukiman seiring dengan cepatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota Samarinda.

Selain itu, kota Samarinda yang terletak di dataran rendah mempunyai potensi rawan banjir. Hal ini disebabkan kemiringan rata-rata lahan di daerah tersebut sangat landai. Bahkan ada beberapa wilayah yang mempunyai ketinggian di bawah permukaan air pasang.

Sekalipun lebih karena faktor alam, di antaranya karena tingginya curah hujan dan tidak cukupnya badan air di antara penyebab banjir, kita tidak berdiam diri. Berbagai upaya dilakukan untuk pengendalian banjir.  Untuk program, ada 9 langkah utama program pengendalian.  Pertama, dengan dukungan semua pihak kita ingin ada relokasi warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM).

Di tahun pertama, kami  akan berupaya melakukan relokasi warga dengan menyediakan 1.000 untuk warga bantaran sehingga  SKM bisa diperlebar, diturap dan normalisasi SKM. Langkah kedua, menjaga cacthman area atau daerah resapan air, yang dapat menganggu  Daerah Aliran Sungai (DAS) SKM.

Ketiga, meningkatkan daya tampung Waduk Benanga. Keempat memperketat perizinan pertambangan, kelima reklamasi daerah-daerah kritis. Ke enam normalisasi dan pemeliharaan drainase kota, ketujuh pengadaan pompa mobil untuk memompa air di cekungan dan pada musim kemarau bisa dimanfaatkan untuk memompa sawah-sawah.
Kemudian kedelapan, meminta agar pihak pengembang perumahan dapat membangun sistem penanganan banjir. Kesembilan, membuat pintu air pengendalian banjir dan pintu air pengendalian pasang surut. 

Bagaimana tentang PKL, Pak?

PKL juga manusia, mereka harus kita perhatikan. Namun, perlu penataan lokasi berjualan yang baik agar masyarakat pengguna jalan tidak terganggu. Bersama anggota dewan nanti kita bicarakan lagi solusi pengaturan lokasi tempat mereka berjualan. Pemkot akan tetap tegas dengan aturan, bila bukan lokasi yang tepat untuk berjualan maka akan kita larang.

Program prioritas lainnya Pak?

Ekonomi kerakyatan. Bersama Pak Nusyirwan, yang telah berpengalaman sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kaltim maka kita akan gulirkan bantuan modal usaha tanpa jaminan untuk masyarakat menengah ke bawah Kita berharap ada peningkatan usaha mereka, yang berimbas kepada peningkatan kesejahteraan.

Selain ekonomi kerakyatan, kita juga membuka peluang peran swasta atau investor untuk terlibat dalam berbagai bidang pembangun.

Program lain, yaitu perbaikan infrastruktur lingkungan. Di tahun pertama, kita menargetkan semenisasi sekitar 1000 jalan lingkungan atau gang-gang di sejumlah RT. Semenisasi jalan lingkungan ini terus kita lakukan setiap tahun. Insyaallah di tahun ke tiga, kita harapkan semua jalan lingkungan di setiap RT sudah tidak lagi.

Untuk perbaikan jalan, dana yang diperlukan tidak sekitar Rp 100 juta untuk setiap RT, tapi bervariasi sesuai kebutuhan perbaikan infrastruktur tersebut. Bisa saja jalan rusak yang akan diperbaiki yang termasuk di lingkungan suatu RT  itu nilainya lebih dari Rp 500 juta.

Di bidang kesehatan dan pendidikan bagaimana Pak?

Di bidang kesehatan, kita tetap akan memberikan pelayanan berobat gratis dan santunan melahirkan dan meninggal dunia untuk masyarakat. Program ini akan tetap kita lanjutkan, dengan perbaikan-perbaikan agar makin bermanfaat dan dirasakan semua masyarakat. Kita juga akan memfungsikan Puskesmas untuk rawat inap di beberapa kecamatan. Intinya, kita ingin memberikan pelayanan kesehatan maksimal buat masyarakat.

Begitupula dengan pendidikan. Kita berharap, ada porsi anggaran yang besar untuk pendidikan, di atas 20 persen. Ini tentu saja perlu dukungan anggota DPRD Samarinda. Kita ingin mensukseskan wajib belajar 12 tahun, kita ingin memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak agar suasana belajar mengajar nyaman. Kita tetap ingin menggratiskan uang pendaftaran masuk sekolah dengan mengalokasikan anggaran lewat APBD, kita juga akan memperhatikan kesejahteraan guru dengan tetap memberikan insentif.

Mengenai tambang batubara yang disebut-sebut penyebab banjir?

Itu nanti akan kita evaluasi lagi. Samarinda mendukung program  Kaltim green.

Setelah menjabat sebagai walikota, apakah nanti bapak akan mereshuffle atau melakukan mutasi pejabat?

Mutasi jelas ada. Ini sebagai bentuk penyegaran, jangan dianggap sebagai sanksi. Sebagai abdi negara, pegawai negeri sipil harus siap ditempatkan di manapun.

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan

ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: