Illustration of happy man holding cage with naked child in it. sumber www.sciencephoto.com molestation.www.sciencephoto.com

17 Murid SD di Bandung Dicabuli Penjaga Warung, Sejak 2017

BANDUNG BARAT, Kaltim Ampunku – Polres Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa 24 Desember 2019, menangkap seorang penjaga warung berinisial SN alias Abang (29) karena diduga telah mencabuli 17 murid sekolah dasar (SD).

Marah dengan perbuatan pelaku, orangtua anak itu lalu pada Rabu 18 Desember 2019 melapor ke kepala sekolah. Pihak sekolah yang khawatir kemudian mengumpulkan murid dan ternyata ada 17 yang mengaku menjadi korban.

Akhirnya pada Senin 23 Desember 2019,kepala sekolah melaporkan kasus ini ke Polsek Cisarua.

BACA JUGA :

Sopir Taksi Online di Jakarta Peras dan Setubuhi 14 Penumpang, 3 Hamil Dinikahi, Begini Faktanya

Asyik Pacaran Di Pinggir Jalan, Cowok Dibekap dari Belakang Cewek Diseret ke Semak, Lalu Diperkosa

Lagi Enak Tidur, Janda Kembang 41 Tahun di Jambi Diperkosa Pemuda 19 Tahun

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengungkapkan kasus ini terbongkar setelah Polsek Cisarua menerima laporan dari orangtua korban dan kepala sekolah. Dia mensinyalir jumlah korban bisa bertambah.

Maka itu, polisi mengaku akan mengembangkan kasus ini bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) KBB, karena tidak menutup kemungkinan korbannya masih banyak.

“Saya rasa kalau dilakukan dari 2017, korbannya bisa lebih dari 17 anak. Makanya kami masih akan dalamu kasus ini,” katanya.

Yoris menyebutkan, dari pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya seragam olahraga milik salah seorang anak serta celana dalam.

Akibat tindakannya tersebut, pelaku sudah ditahan di Mapolsek Cisarua dan akan dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Tahun 2014 Perubahan Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

 

Kepada penyidik, pelaku mengaku sebelum melakukan aksi bejatnya tersebut, mengiming-imingi para korbannya dengan uang Rp5.000 atau diberi makanan, minuman, dan petasan.

SN mengungkapkan, perbuatannya itu dilakukan untuk menghilangkan rasa jenuh setelah seharian menjaga warung. Selain itu, dia pun kerap terangsang melihat video aksi pencabulan kepada anak di ponsel.

Hal tersebut yang mendorongnya berbuat asusila kepada 17 siswa di sekolah yang dekat dengan warungnya, karena banyak dari mereka yang sering jajan ke warung.

 

“Sudah saya lakukan dari tahun 2017. Ya untuk menghilangkan jenuh kalau nunggu warung, dan ketika terangsang kalau liat video (asusila) di HP,” ucapnya.

Wakil Ketua KPAI KBB Prihatin Mulyati mengaku prihatin dan akan memberikan pendampingan serta trauma healing supaya siswa-siswa tersebut tidak trauma atau psikologisnya tidak down. okezone

 

Editor :  Sulthan Abiyyurizky

 

 

 

 
 
  •  
90 views

Tinggalkan Balasan

ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: