”The
 

YOGYAKARTA, Kaltim Ampunku – Setelah menghimpun beberapa informasi tentang keberadaan makam mantan walikota Samarinda pertama Kapten Soedjono AJ. periode 1960-1961 akhirnya walikota Samarinda Syaharie Jaang mengetahui  keberadaan makamnya.

Di sela-sela mengadakan acara kunjungan Forkopimda Samarinda ke kota Yogyakarta Syaharie Jaang melakukan Silaturahmi dengan anak dari Kapten Soedjono Mantan Walikota pertama periode 1960-1961 di Kota Yogyakarta, Senin malam (24/02).

“Saya merasa bangga bisa ketemu dengan keluarga dari Walikota-walikota Samarinda terdahulu, karena ini salah satu visi misi saya yang tidak tertulis yaitu saya ingin bertemu dengan keluarga-keluarga walikota terdahulu sebelum saya dan saya juga ingin menziarahi makam-makamnya,” ujar Jaang.

Jaang memahami  pada saat baru diperundang-undangkan pada tahun 1960 dan Kaptrn Soedjono memimpin kota Samarinda pertama itu sangatlah berat, dan pada masa berikutnya hanyalah meneruskan keberhasilannya.

Jaang pun meminta maaf kepada anak walikota pertama, Setia Budi bahwa tidak ijin memakai nama Kapten Soedjono sebagai nama salah satu jalan di kota Samarinda. jalan yang mempersingkat jalan antara kecamatan Palaran dengan kecamatan Sambutan.

“ Jalan ini yang menuju jembatan H Achmad Amins yang tak lain Walikota Samarinda ke delapan sebelum saya, “tutur Jaang.

Jaang sangat bangga dengan Alm Kapten Soedjono pemimpin kota Samarinda pertama ini juga pernah menjabat sebagai walikota Kota Jogya dua Periode. Dan pernah menjadi kepala kantor Sosial dan Politik Provinsi Kalimantan Timur.

Jaang berharap anak cucu mengetahui-mengetahui secara persis pemimpin-pemimpin kota Samarinda yang terdahulu.

“Saya sangat benar-benar terharu orang tua kami masih diingat dan mendengar Walikota Samarinda dan jajarannya hendak berziarah ke makam orang tua kami serta kami merasa sangat-sangat menaruh hormat pada pemerintah kota Samarinda karena sampai saat ini orang tua kami masih dikenang oleh warga kota Samarinda,” ujar Setia Budi anak dari Alm. Soedjono.

Dan rencana esok hari ini, Selasa (25/02) walikota dan rombongan Forkopimda melakukan Ziarah ke makam Kapten Soedjono yang berada di pemakaman Pejuang 45 Jogyakarta.

Turut mendampingi walikota, Sekretaris kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Asisten I Setkot Tejo Sutarnoto, kepala Kementrerian Agama Kota Samarinda Masdar Amin, Dan POM, Dirut PDAM Nor Wahid, Kepala Dinas Kominfo Samarinda Aji Syarif Hidayatullah , Kepala Kesbangpol Sucipto Wasis.

Seperti dikutip dari sumber wikipedia org, Kapten Soedjono AJ adalah Wali kota pertama di Samarinda, Kalimantan Timur. Kapten TNI AD Soejono tadinya staf Kodam IX/Mulawarman di Balikpapan. Soedjono hanya sempat 20 bulan menjadi Wali Kotamadya Samarinda. Tugas dierah-terimakan kepada Letkol TNI AD Ngoedio BcHK pada bulan Agustus 1961.[1]

Pada tanggal 20 Januari 1960, Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Timur A.P.T. Pranoto atas nama Mendagri melakukan penerimaan sumpah jabatan Wali Kota Kepala Daerah Kotapraja Samarinda, Kapten Soedjono A.J. yang diangkat dengan SK Mendagri tertanggal 1 Januari 1960. Sehari kemudian, dilakukan serah-terima wilayah Kotapraja Samarinda antara Kepala Daerah Istimewa Kutai kepada Wali Kota Kepala Daerah Kotapraja Samarinda. Tanggal serah-terima ini, 21 Januari 1960, ditetapkan sebagai hari jadi Pemerintah Daerah Kotapraja Samarinda. Kapten Soedjono baru dilantik sebagai Wali Kota pada tanggal 17 Februari 1960 oleh Gubernur atas nama Mendagri.[2]

Selama bertugas Kapten Soedjono sempat membuat Surat keputusan tentang Lambang Daerah Kota Samarinda dengan motto “Tata Nirbaya Ananta Boga” dengan arti : “Tertib dan Teratur tidak ada bahaya dan tidak kurang sandang pangan[3]

Dicari, Makam Walikota Samarinda ke 1,2 dan 5

 

SAMARINDA. Kaltim Ampunku – Usia Kota Samarinda yang sudah mencapai 352 tahun dan Pemerintah Kota Samarinda ke 60, ibukota Kaltim ini telah dipimpin sebanyak 9 Walikota dan 2 Pj Walikota. Syaharie Jaang sebagai Walikota yang ke 9 pun hampir menyelesaikan jabatannya selama dua periode (2010-2015 dan 2016-2021).

 

Sebanyak 8 Walikota terdahulu semuanya telah meninggal dunia, dimana dalam satu dasawarsa ini Walikota ke 6 H.A Waris Husain meninggal dunia tahun 2018, Walikota ke 8 Achmad Amins tahun 2017 dan Walikota ke 7 Kolonel Lukman Said tahun 2013.

Dari 8 Walikota terdahulu dan 1 Wakil Walikota Nusyirwan Ismail, sebanyak 5 Walikota dan Wawali makamnya diketahui. Sementara untuk Walikota pertama Samarinda periode 1960-1961 Kapten Soedjono, Walikota kedua periode 1961-1965 dan 1965-1967 Letkol Ngoedio dan Walikota kelima periode 11 Februari- 7 Maret 1985 Letkol Iswanto Rukin hingga saat ini Pemerintah Kota Samarinda belum mengetahui dimana makam ketiganya.

Adapun makam yang telah diketahui, mulai dari makam Walikota ke 3 periode 1967-1972, 1972-1975 dan 1975-1980 Kadrie Oening, Walikota ke 6 (1985-1990 dan 1990-1995) Abdul Waris Husain dan Walikota ke 8 (2000-2005 dan 2005-2010) Achmad Amins di Taman Makam Pahlawan Kesuma Bangsa. Kemudian Anang Hasyim Walikota ke 4 (1980-1985) dan Wakil Walikota Samarinda (2010-2015 dan 2016-2018) Nusyirwan Ismail di Pemakaman Muslimin Jl KH Abul Hasan Samarinda. Kemudian Walikota ke 7 periode 1995-2000 Kolonel Lukman Said di Taman Makam Jeruk Purut Jakarta Selatan.

 

“Sebelum berakhir masa jabatan saya tahun 2021, kami akan mencari makam Walikota pertama Kapten Soedjono AJ, Walikota kedua Letkol Ngoedio dan Walikota ke lima Letkol Iswanto Rukin. Semoga kita bisa menemukan makam dan keluarganya. Jika ada keluarga atau keturunan mereka, supaya bisa menghubungi kami,” ucap Walikota Samarinda, Syaharie Jaang disela-sela ziarah ke makam Walikota Lukman Said di Pemakaman Jeruk Purut Jakarta Selatan pekan tadi.

Menurut Jaang, ini merupakan penghargaan dan penghormatan kepada pendahulu yang telah membangun Kota Samarinda.

 

“Ziarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin pendahulu kita. Bertemu keluarga almarhum sekaligus mengenang jasa-jasa mereka. Sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu  mengenang jasa para pemimpin sebelumnya. Semoga kita bisa menemukan keluarga dan makam mereka,” tutur Jaang. (KMF2/PPID)

(kmf10).

Editor : Adella Azizah Maharani

 

Referensi

  1. ^ Zailani, Akhmad (2001), Walikota Samarinda, dari masa ke masa. Metro, hlm. 148. ISBN 961-32-6972-6
  2. ^ Sarip, Muhammad (2015). Samarinda Bahari, Sejarah 7 Zaman Daerah Samarinda. Samarinda: Komunitas Samarinda Bahari, hlm. 86. ISBN 978-602-73617-0-6.
  3. ^ Zailani, Akhmad (2005), Wajah Parlemen Samarinda, Penerbit Sultan Pustaka – Pemkot Samarinda, 374 hal, ISBN 975-25-7660-6
”The

Tinggalkan Balasan