Satu Abad Dicari, Keris Naga Siluman di Pinggang Pangeran Diponegoro Akhirnya Ditemukan

 

#Keris Naga Siluman di Pingang Pangeran Diponegoro Akhirnya Ditemukan, Satu Abad Dicari

SEBILAH keris milik Pangeran Diponegoro yang sempat tidak diketahui kabarnya, akhirnya ditemukan dan dikembalikan ke Indonesia.

Melansir Kompas.com, keris ini ditemukan di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, dan beberapa hari kemudian langsung diserahkan ke Museum Nasional Indonesia.

Seorang Sejarawan UGM, Dr. Sri Margana, M.Hum., M.Phil., terlibat dalam proses verifikasi keris Pangeran Diponegoro di Belanda.

Tim sebelumnya menyatakan bahwa binatang ketiga itu adalah singa, harimau atau gajah dikeris milik Pangeran Diponegoro.

 

BACA JUGA : Cara Penguasa Jawa Melawan Tiongkok

Namun, setelah melihat langsung objeknya ia memastikan bahwa binatang yang diinterpretasikan sebagai gajah, singa atau harimau itu sebenarnya adalah Naga Siluman Jawa.

“ Dari ukiran Naga Siluman Jawa ini saya berkeyakinan bahwa keris ini adalah keris Pangeran Diponegoro yang dinamai Naga Siluman itu. Kesimpulan saya diamini oleh Dirjend Kebudayaan, Dr. Hilmar Farid, yang juga seorang sejarawan, Duta Besar RI untuk Belanda serta saudara Bonnie Triyana, sejarawan yang juga jurnalis yang menjadi bagian dari delegasi Indonesia,”papar Margana, Sabtu (7/3).

Pada kesempatan tersebut, Sri Margana menuturkan perjalanan panjang bagaimana Keris Pangeran Diponegoro ini.

Museum Volkenkunde di Leiden sudah lama mencoba mencari Keris Diponegoro yang ada di koleksinya sejak tahun 1984.

Orang pertama yang melakukan upaya ini adalah Pieter Pott kurator museum dan kemudian menjadi Direktur Museum, kemudian diikuti oleh Prof. Susan Legene dari Frije Universiteit Amsterdam, Johanna Leifeldt (1917) dan Tom Quist (2019).

Ada Gambar Naga Siluman Jawa, Terkuak Keris Pangeran Diponegoro di Belanda Diungkap Sejarawan UGM
Ada Gambar Naga Siluman Jawa, Terkuak Keris Pangeran Diponegoro di Belanda Diungkap Sejarawan UGM (ist)

Dari penelitian empat peneliti itu ditemukan ada tiga keris yang diduga milik Pangeran Diponegoro.

Tahun 2019 peneliti lain Tom Quist sepakat dengan pendapat Johanna Leifeldt bahwa dua keris yang lain yang ditemukan oleh Pieter Pott dan Susan Legense dipastikan bukan keris Pangeran Diponegoro.

Kepastian bahwa keris Diponegoro ada di Belanda dibuktikan dari tiga dokumen penting, yaitu korespondensi antara De Secretaris van Staat dengan Directeur General van het department voor Waterstaat, Nationale Nijverheid en Colonies antara tanggal 11-15 Januari 1831.

Dalam korespondensi itu disebutkan bahwa Kolonel J.B. Clerens menawarkan kepada Raja Belanda Willem I sebuah keris dari Diponegoro.

Kemudian Keris itu disimpan di Koninkelijk Kabinet van Zelfzaamheden (KKVZ). Setelah itu, pada tahun 1883 keris ini diserahkan ke Museum Volkenkunde Leiden.

Dokumen kedua adalah kesaksian dari Sentot Prawirodirjo yang ditulis dalam Bahasa Jawa kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Belanda.

Dalam surat itu Sentot menyatakan bahwa ia melihat sendiri Pangeran Diponegoro menghadiahkan Keris Kyai Naga Siluman kepada Kolonel Clerens.

Dokumen ketiga adalah catatan dari Raden Saleh, pelukis yang pernah tinggal di Belanda dan melukis penangkapan Pangeran Diponegoro.

Catatan Raden Saleh ini dituliskan di bagian sisi kanan surat kesaksian Sentot Prawirodirjo.

Dalam catatan itu, Raden Saleh yang telah melihat dengan mata kepala sendiri keris itu di Belanda menjelaskan makna Keris Naga Siluman dan ciri-ciri fisik keris itu.

Dari ketiga dokumen itu para peneliti di Belanda yakin bahwa keris koleksi Museum Volkenkunde Leiden dengan nomor seri 360-8084 lah yang dianggap paling mendekati dengan kesaksian tiga dokumen itu.

Pada bulan Januari 2020 Tim verifikasi dari Viena Austria, Dr. Habil Jani Kuhnt-Saptodewo yang diminta menverifikasi temuan tim Belanda itu menyatakan yakin bahwa Tom Quist dan Johanna Leijfeldt telah menghadirkan dokumen dan arsip arsip yang meyakinkan untuk menyatakan bahwa keris itu milik Pangeran Diponegoro.

Setelah itu, bulan Februari 2020 ia diminta oleh Dirjend Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan kebudayaan untuk menverifikasi hasil temuan Provenant Research di Museum Volkenkunde Leiden itu, untuk memastikan bahwa keris itu milik Pangeran Diponegoro.

“Ini penting karena bukti sejarah tentang Pangeran Diponegoro semakin lengkap. Semoga ini nanti akan diikuti dengan pengembalian benda sejarah lainnya yang masih ada di Belanda,”tegas Margana.

 

Berita ini dilansir melalui https://ugm.ac.id/ dengan judul Sejarawan UGM Ikut Verifikasi Keris Pangeran Diponegoro di Belanda

Martin Dwyer

Application Developer

Rachel Wright

Art Director & Photographer

Andrew Butler

Photographer & Illustrator

previous arrow
next arrow
Slider
Play
Latest Project
Jeans Store Interior
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Play
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
previous arrownext arrow
Slider


Rahasia Lamanya Sujud Terakhir Tiap Shalatnya Guru Sekumpul

Kaltim Ampunku – Abah Guru Sekumpul mempunyai kebiasaan yang tidak biasa dijalani masyarakat awam. Yakni

Jamaah Haul Abah Guru Sekumpul Makin Meningkat, Dua Putra Pimpin Prosesi Haulan

MARTAPURA,  Kaltim Ampunku– Haul ulama besar Al ‘Alim Al ‘Allamah Al ‘Arif Billaah As Syaikh

Abah Guru Sekumpul Teladan Bagi Orang yang Kaya

Kaltim Ampunku– Perjalanan hidup Abah Guru Sekumpul (Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani) banyak yang

previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Slider

 




 

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan