DI Gang Bakti Jalan Lambung Mangkurat, sempat menjadi lokasi pasar, sebelum pindah ke samping gang Rivai Jl Lambung Mangkurat. Pasar yang namanya kini dikenal sebagai Pasar Rahmat. Mungkin kalian tahu kenapa diberi nama Pasar Rahmat? Siapa Rahmat itu?

Mungkin lain kali kita akan membicarakan itu. Siapa yang merintis pembangunan Pasar Rahmat secara permanen? H. Abdul Rivai mungkin salah satunya.

Pasar Rahmat selesai dibangun pada tahun 1985. Memiliki sekitar 300 kios. Pasar Rahmat dibangun untuk menampung pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di Gang Bakti.

Di kala itu, sedikit sekali yang berminat mengurusi pedagang kaki lima. Apalagi membangunkan pasar untuk berjualan. Beberapa pengusaha berpikir panjang untuk berinvestasi. Hanya segelintir yang bersedia. H. Rivai satu diantara yang bersedia mengeluarkan uang untuk membiayai pembangunan Pasar Rahmat.

BACA JUGA :

H. Kuni Saman, Pemilik Warung Banjar H. Kuni , Salah Satu Mutiara Samarinda yang diberi Penghargaan

Maradja Sajoethi Loebis, Tokoh Sarekat Islam yang Pertama Kali Menerbitkan Surat Kabar Lokal di Kaltim Tahun 1922

Oemar Dachlan : Akhir 1922 Koran Pertama Kali Terbit di Samarinda

 

“Di mana Bumi Dipijak Di Situ Langit Dijunjung”, begitulah motto Lelaki kelahiran Welado Kecamatan Pompanua Kabupaten Bone Sulawesi Selatan ini , yang merasa terpanggil untuk berbuat dan terlibat aktif berkontribusi atas pembangunan kota Samarinda. H Rivai, kelahiran 27 September 1931 dari pasangan Lajuma dan Hj Rewang ingin mengungkapkan terima kasihnya kepada kota yang telah memberikan kesempatan dan tempat untuk mencari rezeki.

Atas partisipasinya turut serta membangun kota Samarinda, Walikota Samarinda H. Achmad Amins atas nama Pemerintah Kota Samarinda memberikan penghargaan.

Sumber : buku Pengabdianya Menuai Penghargaan terbitan Pemerintah Kota Samarinda.

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan