”The ”The

 

KALTIM AMPUNKU – ANDI Harun adalah fighter, tipe petarung.  Sedikit orang,  khususnya politisi yang memiliki tipe fighter.  Apalagi sudah duduk sebagai anggota DPRD. Andi Harun berbeda, dia rela keluar dari “zona Nyaman”, untuk turun bertarung di Pilkada Kota Samarinda tahun ini. Padahal dia baru saja menjadi anggota dewan dan menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua.

‘’Iya saya akan melepaskan jabatan sebagai anggota dan sebagai wakil ketua DPRD Kaltim,’’ katanya ketika ditemui di ruangan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Rabu (18/3).

“Pertaruhan jabatan” untuk posisi Wakil Ketua DPRD Kaltim, terlalu besar.  Tapi tentu Andi Harun punya pertimbangan lain. “  Insya Allah saya siap. Saya ingin mengabdikan diri membangun Samarinda,’’ katanya saat bertemu di lain kesempatan.

Maju sebagai  calon walikota Samarinda ini bukan yang pertama kalinya, bagi Andi Harun. Sebelumnya, di tahun 2010, Andi Harun juga sempat ikut pertarungan  di Pilkada sebagai calon walikota berpasangan dengan Damanhuri.  Sayangnya belum beruntung. Andi dan pasangannya berada di urutan 3 setelah Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail dan Ipong Muchlissoni – Eddy Kurniawan Kini, di tahun 2020, setelah 10 tahun, Andi Harun mencoba lagi berpasangan dengan Rusmadi, pensiunan birokrat atau mantan Sekprop Kaltim dan juga mantan Cagub Kaltim di Pilgub 2018, yang berpasangan dengan Safaruddin, mantan Kapolda Kaltim yang kini menjadi ketua PDIP Kaltim. Walaupun posisi pencalonan Rusmadi  kali ini, “turun kelas”,  hanya sebagai cawawali saja.

Andi Harun tidak jera?  

“Saya mengikuti takdir saja,’’ katanya kemarin.

Selain partai pengusung yang telah siap,  tentu saja Andi Harun juga sudah memiliki program kerja, untuk membenahi kota Samarinda.

‘’Saya melihat pembangunan kota Samarinda saat ini seperti berjalan tanpa arah,’’ katanya di kesempatan pertemuan lain.

BACA JUGA : Demi Samarinda,  Lepaskan Jabatan Wakil Ketua DPRD Kaltim

PELUANG

Peluang Andi Harun-Rusmadi di posisi “kekosongan figur” di kota Samarinda cukup besar, di Pikada tahun 2020.  Sebutlah “calon incumbent” Muhammad Barkati saat ini belum jelas pasangannya dan partai pengusungnya.  Karena belum deklarasi. Sementara, Partai NasDem yang selama ini disebut-sebut mendukung malah mengeluarkan surat rekomendasi persetujuan mendukung Andi Harun-Rusmadi.

Andi Harun  – Rusmadi telah didukung Gerindra, PKB , PPP dan NasDem.  Kabarnya PKS juga.  Ada dukunga  resmi melalui  tiga surat rekomendasi, yang sudah ada dalam laci Andi Harun. Yakni dari Partai PKB, PPP, dan Nasdem. Sementara  Andi Harun surat rekomendasi dari Partai Gerinda sendiri, menurut Andi Harun dicuplik dari media lokal,  telah terbit dan tinggal mengambil ke DPP.

Bila  untuk maju di Pilkada Samarinda, minimal calon mendapatkan dukungan dari 9 kursi yang dimiliki partai politik di DPRD Samarinda., maka Andi Harun telah mencukupi.. Nasdem memiliki 4 kursi, PKB 3 kursi, dan PPP 2 kursi. Walaupun tanpa Gerindra, partai yang diketuainya sendiri.

Melihat  perkembangan yang tampak di publik,  masih ada partai yang belum menentukan arah dukungan ke pasangan calon siapapun.  Yaitu PDIP (8 kursi), Golkar (5 kursi)  dan Partai Demokrat (5 kursi).

PDIP kota Samarinda, melalui perbincangan bersama Siswadi di ruangannya suatu hari,  arah dukungannya lebih kepada pasangan Muhammad Barkati.   Untuk pasangannya,  Siswadi menyebut nama Apri Gunawan.  Siswadi beralasan,  karena hasil survei yang dilakukan lembaga independen menyebutkan Apri Gunawan elektabilitasnya menduduki tertinggi di banding kandidat lain, khususnya untuk kandidat wakil walikoya  yang melamar.

‘’Iya saudara Apri Gunawan, pasangannya pak Muhammad Barkati.  Itu  berdasarkan hasil survei dari lembaga independen.  Surveinya dari uang pribadi saya sendiri,’’ ujar Siswadi.

Dari perbincangan dengan Siswadi pula,  ada gambaran figur Apri Gunawan lebih baik dari figur Rusmadi yang pernah menjadi Caleg dari PDIP.   ‘’Terutama dari etika politiknya. Dia caleg PDIP, tapi saat pengurus DPP PDIP mengundung, dia tidak pernah datang. Selain itu saat Pileg lalu, suara Rusmadi juga kurang mengembirakan,’’ kata Siswadi, Ketua DPC PDIP Kota Samarinda.

Faktanya besarnya, Rusmadi memang termasuk “Caleg gagal” di Pileg 2019 barusan. Dia caleg DPR RI untuk Dapil Kalimantan Timur melalui PDIP.  Safaruddin dari PDIP yang lolos ke senayan dengan perolehan suara 86.528.

‘’Suaranya mash kalah dengan istri saya, ‘’ kata Siswadi.

Terlepas dari itu.  Peluang Andi Harun-Rusmadi  telah terbuka lebar. Selain sudah siap dengan kendaraan pengusung,  melihat dari pengalaman (walaupun ini tidak bisa dijadikan patokan),  PDIP mampu memang di pemilihan legislatif tapi di Pemilihan Kepala Daerah, PDIP belum sukses.  PDIP kota Samarinda seperti kekurangan kader partai sendiri, khususnya untuk posisi calon walikota. *

Penulis : Nala

Editor : Adella Azizah Maharani

”The ”The

Tinggalkan Balasan