”The ”The
 
 
 
TASIKMALAYA,KALTIM AMPUNKUKetua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menduga motif E (24), mantan pacar W (15), menyuruh W berpose telanjang lewat video call untuk diposting di situs dewasa.
 
“Kami khawatir dan menduga E anggota sindikat pembuat konten situs dewasa. Dia pura-pura jadi pacar maya W dengan tujuan untuk merekam adegan telanjang W lewat video call,” kata Ato, saat mengantar W ke Polres Tasikmalaya, Kamis (19/3/2020), untuk pemeriksaan lanjutan. 
 
Seperti diberitakan, W mengadu ke Polres Tasikmalaya Kota karena pose telanjang dirinya saat video call dengan E, mantan pacarnya, menyebar di kalangan teman-temannya se-kampung.
 
 

BACA JUGA : Ini 7 Kasus Pencabulan yang Menghebohkan di Jatim Sepanjang 2019 : Ada yang Dikebiri hingga Ada Siswa SD SMP Perkosa Siswi SMA Sampai Hamil

 
 
Komunikasi video call yang diwarnai adegan telanjang W terjadi sejak Agustus tahun lalu hingga hubungan keduanya berakhir sebulan lalu.
Belakangan adegan itu menyebar melalui WA.
 
Ato mengungkapkan, kasus serupa pernah terjadi di Batam dan ditangani KPAID setempat.
Ternyata setelah diusut polisi, tersangka memanfaatkan korbannya untuk pembuatan konten porno.
 
“Kami khawatir apa yang menimpa ananda W sama seperti di Batam. Karenanya, kami dorong polisi mengungkap kasus ini sampai tuntas,” ujar Ato.
 
Korban W awalnya berpacaran melalui Facebook dengan E yang mengaku asal Palembang, Sumsel, sekitar 11 bulan lalu.
 
Hubungan mereka kemudian diintensifkan melalui WA sejak Agustus 2019.
Sejak itu pula E membujuk W agar mau berpose dan beradegan telanjang saat keduanya berkomuniksasi lewat video call.
 
Bahkan entah kenapa W mau saja beradegan sesuai keinginan E.
“Saya sendiri menduga ada faktor X kenapa W mau saja menuruti keinginan nyeleneh E itu,” ujar Ato.

 

Siswi 15 Tahun Asal Tasik Ini Tak Tahu Pose dan Adegan Tanpa Busananya Direkam, Nyebar Setelah Putus

Siswi 15 Tahun Asal Tasik Ini Tak Tahu Pose dan Adegan Tanpa Busananya Direkam, Nyebar Setelah Putus
Korban W (berkerudung biru) didampingi Satgas KPAID Kabupaten Tasikmalaya, sedang melapor ke Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (17/3/2020)./ Tribun Jabar/Firman Suryaman
 
 
KORBAN  W (15), siswi sebuah MTs di Kabupaten Tasikmalaya, tak mengetahui adegan telanjang saat video call dengan E (24), mantan pacarnya, direkam dan belakangan menyebar di media sosial WA.
 
“Ananda W tidak tahu sama sekali pose dan adegan telanjang saat video call dengan E, mantan pacar mayanya itu direkam. Padahal perbuatan itu dilakukan sejak Agustus 2019 hingga mereka putus sebulan lalu,” kata Ato, di Mapolres Tasikmalaya Kota, Kamis (19/3/2020) petang.
 
Menurut Ato, jika W mengetahui bahwa adegan itu direkam, ia bakal menolak.
“Dengan polosnya ia mau saja disuruh buka-bukaan saat video call. Padahal direkam sang pacar,” ujarnya.
 
 
Belakangan foto dan video telanjang W beredar di media sosial WA di kalangan teman-teman korban.
Akibatnya W kini harus menanggung malu dan syok.
 
“Saat ini kami tengah menjalin kerja sama dengan pihak terkait untuk memulihkan kondisi psikis W. Terutama untuk menghadapi UN yang sebentar lagi akan dilaksanakan,” kata Ato.
 
Seperti diketahui, peredaran pose telanjang W tersebut sudah dilaporkan oleh W yang didampingi ibu kandungnya dan sejumlah petuga Satgas KPAID Kabupaten Tasikmalaya ke Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (17/3).
 
Awalnya terungkap bahwa W mau beradegan tak senonoh itu karena takut ancaman E jika menolak maka ibu kandungnya akan disantet.
 
Namun saat W dan sejumlah saksi dimintai keterangan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Rabu (18/3), ternyata adegan telanjang itu dilakukan atas dasar suka sama suka.
 
“Dari hasil penyelidikan dengan memintai keterangan korban dan saksi-saksi, adegan telanjang itu dilakukan tanpa ada unsur paksaan. Tapi kami fokus ke materi utama yaitu penyebaran videonya sendiri,” kata Kasatreskrim, AKP Dadang Soediantoro, saat itu. 



 Firman Suryaman /tribunjabar.id

 

 

”The ”The

Tinggalkan Balasan