”The ”The

 

KALTIM AMPUNKU – Jumlah kasus positif virus corona dan penyakit Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Data terakhir yang dikeluarkan pemerintah pusat hari ini, Minggu (22/3/2020), jumlah pasien positif virus corona bertambah menjadi 514 orang. Ada 49 orang di antaranya meninggal dunia dan 29 orang dinyatakan sembuh.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto pun memuji kesigapan masyarakat dalam mencegah penyebaran virus corona di lingkungan sekitar mereka.

“Kami melihat semakin hari semakin bagus upaya masyarakat dalam rangka menjaga jarak kontak sosial antar sesama. Banyak yang memahami tapi masih perlu ditingkatkan. Ini cara efektif untuk menghindari penularan dari satu individu ke individu lain,” terangnya dalam konferensi pers di BNPB.

BACA JUGA : KPU Tunda 3 Tahapan Pilkada 2020 Gara-Gara Corona

Kendati demikian, Yuri kembali mengingatkan bahwa tidak semua pasien positif corona mengalami gejala-gejala pada umumnya. Belakangan, banyak kasus baru yang bermunculan, pasien tidak merasa sakit bahkan tanpa gejala sama sekali, meski hasil tes mereka dinyatakan positif corona.

 

Jubir Penanganan COVID-19

Selain itu, bagi masyarakat atau kelompok berusia muda juga diimbau untuk tidak gegabah dalam menanggapi pandemi corona ini. Hal tersebut tidak terlepas dari perilaku sebagian masyarakat yang kerap mengabaikan penyebaran virus corona karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Padahal, tanpa disadari, mereka berpotensi menularkan virus kepada keluarga dan orang-orang di sekitarnya yang lebih rentan terinfeksi.

“Hal seperti ini sering tidak perhatikan. Mereka tidak jaga jarak sehingga secara tidak sadar membawa virus tanpa gejala dan menularkan kepada keluarganya. Kita tidak tahu mungkin saja di keluarganya ada yang rentan karena memiliki imunitas yang rendah dan penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi, hingga gagal ginjal,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Yuri meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap melakukan social distancing, dan menghindari aktivitas di luar rumah bila tidak memiliki keperluan mendesak.

“Kami menyadari semua ingin sehat tidak tertular penyakit. Kalau muncul gejala pertama tidak panik, kemudian konsultasikan ke faskes terdekat dokter puskemsas, dan rumah sakit. Dari sana dokter secara profesional akan menilai apakah ada indikasi yang kuat untuk kemudian kita lakukan swab,” jelas Yuri.

“Yang terpenting saat ini kita perlu bangun social distancing, dan kita bangun dengan pendekatan komunitas. Selain itu jaga imunitas diri masing masing,” tandasnya.

Dimas Andhika Fikri/okezone

”The ”The

Tinggalkan Balasan