USIANYA sudah 55 tahun. Sebut saja namanya Ujang Jembut (UJ). Dia mengaku sebagai dukun.  Seorang wanita berusia 38 sebut saja namanya Bunga (B) dan anaknya berusia 14 tahun sebut saja Melati (M) datang kepadanya, mengeluh sakit perut.  Rayuan memabukan si dukun cabul ini rupanya membuat ibu dan anak bergantian diobati, dengan cara berhubungan badan. Sunguh terlalu!

 

KALTIM AMPUNKU -Seorang kakek berinisial UJ (55) yang mengaku sebagai dukun, telah diamankan oleh pihak kepolisian.

UJ ditangkap polisi setelah dengan sengaja mencabuli dua pasiennya.

Seorang ibu berinisial B (38) dan anaknya M (14), datang mengeluhkan sakit perut pada dukun di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

BACA JUGA :

Astaga! Pria Disabilitas di Banyuwangi Gagahi 10 Wanita, Korban Diancam dengan Video Mesum

“Betul, seorang kakek yang bekerja serabutan sudah kita amankan dan tetapkan sebagai tersangka,” jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota AKP Yusuf Ruhiman, Selasa (24/3/2020), dikutip dari Kompas.com.

Menurut Yusuf, aksi cabul bermula saat M yang ditemani oleh B datang untuk berobat ke tempat UJ.

“Awalnya kedua korban dirayu bisa menyembuhkan sakit perutnya dengan cara berhubungan badan. Pelaku pun secara bergantian melakukan perbuatan itu dengan anak korban,” katanya.

BACA JUGA :

Ini Sebabnya 10 Wanita Ini Mau Video Call Bugil dengan Pria Disabilitas?

M kala itu mengaku memiliki keluhan sakit di perutnya.

“Saat B dan M, anak gadisnya, datang ke rumah kontrakan UJ bulan Januari lalu, bermaksud mengobati M yang mengeluh sakit di sekitar perut,” kata Yusuf, dikutip dari Tribun Jabar.

Namun, dukun gadungan itu berdalih bahwa sang ibu juga memiliki permasalahan yang sama dengan anaknya.

Pelaku pun mengajak B ke dalam kamar untuk pengobatan.

“Di kamar itu, UJ dengan akal bulusnya berhasil menggagahi B. Kemudian keduanya kembali ke ruang tengah. Tersangka UJ kemudian memeriksa M dan disuruh masuk kamar bersama tersangka. Aksi bejat itu pun kembali terjadi,” ujar Yusuf.

Yusuf menerangkan, pelaku dapat melakukan aksi bejatnya dengan lancar sebab korban diperdaya.

BACA JUGA :

Kronologi Foto Telanjang Siswi di Tasikmalaya Tersebar, Berawal dari Kenalan dengan Pria di Facebook

Pelaku mampu meyakinkan kedua korbannya, bahwa perbuatan zina itu adalah bagian dari pengobatan.

“Makanya kedua korban tidak bisa menolak. Selain itu juga takut terjadi apa-apa jika tidak memenuhi tahapan pengobatan itu. Karena tersangka terus mengeluarkan kata-kata memperdaya,” jelasnya.

Saat diamankan pihak berwenang, pelaku mengaku telah berulang kali melakukan hubungan badan dengan B dan M secara bergantian.

Termakaan rayuan, korban diminta untuk tak memberi tahu sang suami.

“Jadi pelaku menekan kedua korban supaya apa yang dilakukannya saat pengobatan tak diberitahukan kepada siapa-siapa, termasuk suaminya,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Diduga takut dijampi-jampi oleh ilmu mistis yang dimiliki si dukun, ibu dan anak itu menurut.

Perbuatan biadab itu dilakukan UJ selama 3 bulan, yakni sejak Januari sampai Maret 2020.

Berkat para tetangga yang menaruh curiga, akhirnya kelakuan dukun bodong tersebut terungkap.

Sejumlah tokoh setempat sempat berusaha meyakinkan korban agar melapor dan tak takut dengan ilmu mistis yang dimiliki pelaku.

“Pelaku mengaku telah beberapa kali berbuat cabul terhadap kedua korban ibu dan anaknya sekaligus tetangga kontrakannya secara bergantian. Kita langsung bertindak setelah korban melaporkan kejadian ini kepada kepolisian,” jelas Yusuf.

Adapun saat ini, pelaku telah mendekam di sel tahanan Mako Polres Tasikmalaya Kota.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.( BACA LANJUTANNYA : Aksi Cabul Dukun di Tasik pada Ibu dan Anak Sudah Belasan Kali, di Kontrakan dan Rumah Korban)

 

Rizky Zulham/dari berbagai sumber

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan