Balikpapan Masuk Kategori Penularan, Walikota Samarinda akan Tutup Sementara Akses Jalan Balikpapan-Samarinda

Walikota Samarinda H Syaharie Jaang/Foto Kominfo Samarinda
 
 
Samarinda, KALTIM AMPUNKU – Tingginya kasus pasien positip kasus positif corona di Balikpapan, yaitu 12 orang (1 meninggal dunia) membuat Walikota Samarinda H Syaharie Jaang cemas. Sementara pasien positip di kota Samarinda 1 orang.  Satu dua hari ke depan, Syaharie Jaang akan menutup akses keluar masuk terutama yang berbatasan  dengan kota  Balikpapan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19.
 
”Kecuali yang berhubungan dengan  angkutan barang dan logistik,  terutama sembako atau hal-hal lain yang khusus,. itu tentu saja diperbolehkan,” kata Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang  kepada wartawan di Kantor DPD Partai Demokrat, Samarinda, Minggu (29/3/2020).

Jaang mengatakan sejumlah water barrier dan traffic cone akan ditempatkan di perbatasan Kota Samarinda. 

Walikota Samarinda Senin, (30/3) sudah membicara  rencana tersebut bersama pihak kepolisian dan TNI. Kenapa jalur ke dan dari Balikpapan harus ditutup karena kasus postip corona meningkat. Penutupan penutupan tersebut untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19.

Jaang mengatakan sejumlah water barrier dan traffic cone akan ditempatkan di perbatasan Kota Samarinda. 

Waspada, Balikpapan Masuk Kategori Penularan Lokal Virus Corona

Total 15 kabupaten dan kota kategori penularan lokal corona!

Status Balikpapan bakal berubah 180 derajat. Maklum saja, setelah satu pasien positif virus corona dinyatakan meninggal dunia pada Ahad (29/3) siang persisnya pukul 12.59 Wita, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pun langsung memberlakukan pengetatan sosial. Mulai Senin (30/3)  pukul 22.00 Wita tak dibolehkan lagi ada aktivitas warga.

Sebagai informasi, pasien meninggal itu merupakan jemaah Ijtima Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan yang semula direncanakan 19-22 Maret 2020, namun batal.

Dia berasal dari Banjamasin, Kalimantan Selatan. Masuk rumah sakit pada 20 Maret 2020. Mengembuskan napas terakhirnya Minggu siang dan langsung  dimakamkan pukul 17.00 Wita sesuai protokol korban meninggal akibat virus corona.

1. Saat ini di Balikpapan sudah terjadi transmisi lokal atau penularan dari orang ke orang

Waspada, Balikpapan Masuk Kategori Penularan Lokal Virus CoronaPlt Kepala Diskes Kaltim Andi M Ishak (IDN Times/Yuda Almerio)

Kondisi saat ini, dibandingkan daerah lain di Kaltim, Balikpapan terbanyak pasien positif virus corona, yakni 11 orang, sebelumnya 12. Lalu Kutai Timur, 2 pasien, setelahnya berturut-turut 1 orang dari Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Bontang.

Dengan Demikian, dari 10 kabupaten/kota di Kaltim tersisa Mahakam Ulu, Berau, Paser, Penajam Paser Utara dan Kutai Barat yang belum terjangkit. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim bukannya berdiam diri. Dari hasil penelusuran pasien positif wabah yang kini bernama COVID-19 itu diperoleh fakta yang bikin waswas.

“Saat ini di Balikpapan sudah terjadi transmisi lokal atau penularan dari orang ke orang,” kata Pelaksana tugas Kepala Diskes Kaltim, Andi Muhammad Ishak dalam keterangan persnya pada Ahad (29/3) petang.

2. Balikpapan bersama 14 kabupaten dan kota di Indonesia dengan kategori penularan lokal

Pernyataan tersebut diaminkan oleh laman covid19.kemkes.go.id yang menyebut Kota Balikpapan, Kaltim masuk kategori transmisi lokal bersama, 14 kabupaten/kota lainnya dari 8 provinsi.

Begini detailnya, DKI Jakarta, Jawa Barat (Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok), Jawa Tengah (Kota Surakarta), Jawa Timur (Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Magetan, Kota Kediri, Kota Surabaya), Banten (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan),Kalimantan Barat (Kota Pontianak) dan Sulawesi Selatan (Kota Makassar).

“Makanya kami minta warga tetap jaga pola hidup sehat, di rumah saja, rajin berolahraga, konsumsi vitamin C dan berjemur. Ternyata berjemur juga jadi cara membunuh virus,” imbuhnya.

3. Begini caranya Balikpapan masuk kategori transmisi lokal

Lalu bagaimana bisa Balikpapan masuk kategori transmisi lokal?

Andi menyatakan, dari laporan 6 pasien positif terbaru pada 28 Maret 2020 ternyata analisis pusat menyebut Balikpapan, Kaltim sudah terjadi transmisi lokal atau penyebaran dari orang ke orang.

Setidaknya ada dua kasus dinyatakan, pertama riwayat perjalanan ke Jepang oleh pasangan suami dan istri alias pasutri di Balikpapan belum lama ini. Setelah kembali dari Jepang. Sang istri mengalami gejala virus corona kemudian pada 10 Maret 2020, ia dirawat di rumah sakit kemudian diisolasi. Sementara suami dan anaknya menjalani karantina mandiri, karena tak ada gejala. Namun pada 28 Maret 2020 keduanya dinyatakan positif.

Kasus kedua, juga pasutri. Keduanya punya riwayat kontak dengan 14 peserta sidang sinode tahunan GPIB di Bogor, Jawa Barat pada 26-29 Februari 2020 atau biasa disebut klaster sinode atau klaster Bogor.

“Dari 14 peserta itu salah satunya positif virus corona, saat ini kami masih menelusuri, apakah pasutri ini pernah kontak dengan anggota keluarga lainnya,” pungkasnya.

 

Adella azizah/IDNTimes

 

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan