”The ”The

Walikota Samarinda H Syaharie Jaang  mengakui memesan di Jawa 8.000 masker, namun setelah 10 hari baru datang 2.000 dan sisanya sudah seminggu lebih belum juga datang.

SAMARINDA, KALTIM AMPUNKU – Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mengunjungi Workshop Garment Apparel BLK Samarinda dan Muharram Konveksi di Sungai Kapih terkait persoalan kelangkaan masker bakal teratasi. Setelah sebelumnya beli masker dari Jawa, Syaharie Jaang  baru mengetahui ada produksi konveksi lokal di Samarinda yang membuat masker.

“Kita akan beli masker produk konveksi lokal dan Dinas Perindustrian sudah mendata dimana saja. Masker yang kita beli ini nanti akan dibagi-bagi secara gratis ke masyarakat,” ucap Syaharie Jaang seusai kunjungan, Kamis (02/04).

Jaang mengakui memesan di Jawa 8.000 masker, namun setelah 10 hari baru datang 2.000 dan sisanya sudah seminggu lebih belum juga datang.

“Kami sangat berterima kasih ada konveksi lokal yang bisa menangkap peluang di masa sulit karena covid-19 ini. Alhamdulillah lagi mereka juga mempekerjakan warga, sehingga memberi pendapatan,” ungkap Jaang.

Jaang mengatakan selama ini mendapat laporan dari produksi-produksi rumah tangga, namun menurutnya ini tidak memenuhi kebutuhan besar masker dan juga belum ada membuat baju hazmat atau pelindung diri yang digunakan tenaga medis. Oleh karena itu, Jaang sangat bersyukur konveksi lokal ini memprodukai Alat Pelindung Diri (APD) baik masker maupun baju pelindung diri.

Jadi menurutnya, baju pelindung diri juga akan dipesan kemudian dibagikan ke rumah sakit dan tenaga medis lainnya. Begitu pula masker akan dibagikan ke masyarakat luas, seperti di rumah sakit dan petugas kesehatan lainnya, kelompok masyarakat, ojek online, sopir angkot, warung kecil, rumah makan yang menjual secara online dan lainnya.

“Mereka ini kan tidak boleh diam, mereka kerja. Kita akan bagi gratis. Perusahaan besar juga boleh kasih CSR. Kita kasih contoh lebih dulu,” imbuhnya.

Menurutnya dengan ada produksi lokal di Samarinda, maka akan memberdayakan masyarakat sendiri, para pengrajin, para para usaha konveksi yang besar dan kecil dipadukan.

“Seperti saya sampaikan ke owner Muharram Konveksi, Pak Memes supaya berbagi dengan mereka yang ada di rumah untuk memenuhi pesanan Pemkot Samarinda,” ungkap Jaang.

Tidak menutup kemungkinan lanjut Jaang bisa untuk memenuhi kebutuhan kabupaten/kota tetangga yang juga pandemi covid-19.

“Artinya disaat kondisi wabah menyerang kita, tapi ada usaha-usaha tertentu bisa eksis. Itulah hikmah. Selama ini kita tergantung dari Jawa, ternyata kita juga ada dan memanfaatkan potensi yang ada di daerah,” tegas Jaang didampingi kepala Dinas Perindustrian Samarinda Muhammad Faisal.

Sementara itu Memed pimpinan Muharram Konveksi menjelaskan mereka sekarang mulai fokus membantu produksi APD, terutama baju hazmat dan masker.

“Kami mampu memproduksi sekitar 20 baju hazmat dan 1.000 masker setiap harinya saat ini, mudahan dengan nanti bertambahnya mesin jahit kami bisa produksi lebih banyak lagi,” ujarnya.

Tak hanya itu sebutnya, mereka memberdayakan warga yang memiliki mesin sendiri di rumah kemudian diantarkan bahannya agar langsung dibuat di rumah masing-masing.

Begitu pula dengan Workshop Garment Apparel BLK Samarinda juga menyanggupi permintaan masker dan baju pelindung untuk tenaga medis. Sebelumnya Walikota terlebih dulu mengunjungi laboratorium STIKES Samarinda Jl A Wahab Syahrani untuk melihat pembuatan sanitizer dan desinfektan, serta membagikan cuma-cuma kepada lingkungan sekitarnya. (KMF2)

Editor :  Iyus

”The ”The

Tinggalkan Balasan