Warga Samarinda : Tutup Pelabuhan Samarinda! Ini Penjelasan Pemkot Samarinda

WARGA Samarinda kecewa. Kekecewaan mereka itu disalurkan melalui media sosial. Facebook terutama. Penyebabnya : mereka disuruh berdiam diri di rumah untuk mengurangi penyebaran virus corona atau covid-19, warga Samarinda dilarang berkumpul atau berkerumun, tapi pemerintah membiarkan seratusan lebih para pendatang dari daerah yang termasuk zona merah melalui pelabuhan Samarinda. Mereka berkerumun di Pelabuhan! Seratusan lebih orang.

 kapal Queen Soya yang berlabuh di Pelabuhan Samarinda, di masa wabah corona atau virus COVID-19 tentang mengangkut penumpang luar daerah. foto ist

Padli Edwar, salah seorang praktisi media sosial, facebook khususnya, menuliskan kecewaannya melalui grup bubuhan Samarinda :

Kisah aja peduli rakyat , Kisah aja sayang Rakyat , Kisah aja nutup kota dari urang luar agar tidak masuk kota Samarinda, Rakyat di suruh patuhi suara Pian , Pian waluhi rakyat sorang , jangan berharap wabah virus Corona Covid-19 itu tak bertambah , angkanya bisa di pastikan terus bertambah dengan bertambahnya pendatang yg masuk Samarinda , Virus Corona itu dibawa oleh orang yg masuk Samarinda , seharusnya pendatang di foto per orangnya didata setiap yg masuk sesuai identitas nya , kalau perlu dikarantina 14 hari biar tidak ada yg berani masuk Samarinda lagi , kecewa dengan pemimpin kota ini , kita sudah berusaha membantu mensosialisasikan program pemerintah agar masyarakat tidak berkumpul kumpul dan jangan keluar rumah tapi Pian biarkan orang lain masuk seenaknya , biar di semprot desempektan se sungai Mahakam gin kalau sudah positif terpapar virus Corona Covid-19 yaa tetap positif dan bisa menularkan wabah itu ke masyarakat Samarinda , kami kecewa , jadi pemimpin itu usahakan jangan sakiti perasaan masyarakatmu dalam kondisi seperti saat ini

 

Tentu saja bukan hanya Padli Edwar yang kecewa.  Hampir dua ribuan netizen mengkomentari kecewaan Padli.  Hampir semuanya sama dengan Padli ; kecewa, cemas dan khawatir,  kasus terdampak virus corona akan terus bertambah.

Bila melihat data. Di Kalimantan,  provinsi Kaltim adalah yang terbesar jumlah orang yang terdampak virus COVID-19.  Di Kaltim  totalnya saat ini  25  orang  per 5 April 2020. Di bandingkan daerah lain di Kalimantan,  Kaltim termasuk tertinggi.  Di Kalsel 16 positip corona, Kalteng 11 kasus positip corona, Kaltara 8 kasus positip corona, Kalbar 10 kasus positip corona. 

Kaltim berada di urutan nomor 8 berdasarkan data kasus virus corona yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia per Minggu (5/4/2020), setelah . DKI Jakarta (terkonfirmasi: 1.124 kasus positip),   Jawa Barat (terkonfirmasi: 252 kasus) Jawa Timur (terkonfirmasi: 188 ),  Banten (terkonfirmasi: 177),  Jawa Tengah (terkonfirmasi: 120), Sulawesi Selatan (terkonfirmasi: 83 Sembuh). Daerah Istimewa Yogyakarta (erkonfirmasi: 34 ).

Sedangkan untuk wilayah Sulawesi,  Sulawesi Selatan berada di urutan nomor 6 dengan 83 kasus positip covid-19. Terbanyak dibanding provinsi lain di Sulawesi. Bahkan di Sumatera.  Provinsi lainnya di Sulawesi termasuk rendah. Sulawesi Tenggara Terkonfirmasi: 6 kasus, Sulawesi Tengah Terkonfirmasi: 4 kasus, Sulawesi Utara Terkonfirmasi: 3, Sulawesi Barat Terkonfirmasi: 2.

Melihat tingginya  kasus positip corona di Sulawesi dan Jawa,  dan lebih banyaknya kasus positip di Kaltim dibandingkan provinsi lainnya di Kalimantan, maka kekhawatiran warga Samarinda adalah wajar.  Kekhawatiran akan terus terjadi penambahan kasus positip covid-19.  


Suara Wakil Rakyat

Nursobah, salah seorang anggota DPRD Samarinda juga bereaksi. Bahkan Nursobah mempertanyakan, Satgas Covid-19 atau Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samarinda, yang tak tampak di pelabuhan Samarinda. Nursobah menulis melalui akun facebooknya :

Lagi… kapal Queen Soya Sandar. Hampir semua netizen teriak. Bagaimana antisipasinya. Karena zona waspada Samarinda bertambah sejak sebaran positif sudah merambah 3 kecamatan. Video dikutif dari bu Celni. Anggota DPRD Samarinda. Adapun foto dari petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

”Kami himbau dan serukan agar Satgas covid-19 Samarinda untuk selalu memantau situasi samarinda. Khususnya jalur masuk Laut dan perairan. Ini penting karena sebagian warga sudah rela untuk self karantina. Sebagai bagian tanggung jawab patuhi pemerintah. Tapi kalo tak ada pengawasan terpadu. Nyaris sia-sia apa yang dilakukan warga,” himbau Nursobah.

Nursobah juga menyarankan, Satgas Covid-19 Samarinda yang dipimpin Walikota Syaharie Jaang bisa bekerjasama dengan tim KKP, agar memutus penyebaran covid-19 bisa dipercepat. 

Wakil rakyat atau anggota DPRD Samarinda, diharapkan sebaiknya juga bisa bekerjasama dengan Satgas Covid-19 Samarinda dan berbagai pihak lainnya.  Untuk memilih lebih banyak action atau aksi nyata daripada sekedar berkomentar melalui dunia maya.

Penanganan terhadap penumpang di pelabuhan Samarinda oleh Tim Medis KPP. Foto ist/KPP

 

Tim petugas kesehatan KPP. Mampukah menangani seratusan penumpang, dengan jumlah tim yang terbatas? Foto ist/KPP

Penjelasan Pemkot Samarinda

Kedatangan kapal penumpang KM Queen Soya yang mengangkut ratusan penumpang di Pelabuhan Samarinda membuat resah warga karena menambah kekhawatiran terhadap penyebaran Covid-19 yang sudah sebanyak 5 kasus di kota ini.

Mereka menuntut Pemerintah Kota Samarinda mengambil langkah-langkah untuk menutup pelabuhan penumpang. Ini kata Sekda Samarinda Sugeng Chairuddin yang juga kepala Sekretariat Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samarinda.

“Pak Walikota sudah menandatangani surat ke KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) untuk penghentian sementara atau pembatasan aktivitas penumpang malam Jumat tadi (Kamis, 2 April malam),” ucap Sugeng kepada wartawan, Minggu (5/4) malam.

Menurut Sugeng, Pemkot Samarinda tidak memiliki wewenang untuk menghentikan aktivitas kapal penumpang karena wewenang ada di Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

“Makanya kita menyurati KSOP untuk penghentian sementara atau pembatasan aktivitas kapal penumpang. Kita hormati jalur birokrasi,” tegas Sekda.

Namun sebelum bersurat ungkap Sugeng, Dishub Samarinda sudah secara lisan menyampaikan rencana ini. “Besok kita minta Dishub untuk menelusuri sejauh mana surat permohonan walikota Samarinda,” kata Sugeng seraya menyebut nomor suratnya, 558.1/0445/100.05.

Sedangkan untuk kapal logistik lanjut Sugeng dapat melakukan aktifitas dengan melaksanakan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Bukan hanya ke KSOP,  lanjut  Sugeng, Walikota juga menyurati Gubernur Kaltim untuk pengurangan frekwensi penerbangan Bandara APT Pranoto Samarinda.

“Karena yang memiliki wewenang adalah Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Udara,” tegas Sugeng.

Banyak masyarakat menilai  aparat pemerintah lambat bersikap, semoga tidak keduluan  masyarakat yang bertindak?

Masyarakat Samarinda berharap ada jalan keluar terbaik, yang diambil pemerintah kota Samarinda selain pasrah dengan keputusan pemerintah pusat.  Salah satu cara dengan penanganan serius semua pihak, untuk menangani banyak orang melalui pelabuhan Samarinda (selain Bandara APT Pranoto Samarinda), dan hanya menunggu laporan ke 122.

Perlu segera adanya kerjasama semua pihak, untuk bersama-sama memutus rantai penyebaran virus COVID-19, sebelum semakin parah.  Keterlibatan semua pihak ini tentu saja, bukan hanya melibatkan Pemkot Samarinda, tapi juga kabupaten dan kota terdekat, yaitu Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Bontang. Karena penumpang tersebut, bukan hanya warga Samarinda. 

Penulis : Aji Wulung

Editor : Adella Azizah 

 

Jumlah pasien meninggal akibat virus Corona (COVID-19)

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan