”The ”The

 

KALTIM AMPUNKU -Kata kunci Bagaimana Cara mendapatkan Kuota Gratis Telkomsel, kuota gratis Indosat, kuota gratis XL karena efek Covid-19 adalah kata kunci yang banyak dicari netizen beberapa hari terakhir.
 
 

Benarkah ada kuota gratis dari operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, XL?

Beberapa operator seluler besar memberikan kuota gratis selama masa pandemi virus corona ini.

Namun perlu dicatat, kuota yang diberikan hanya bisa dipergunakan untuk kepentingan belajar dari rumah.

Melalui kuota tersebut, penggunanya dapat mengakses platform atau aplikasi belajar online.

Beberapa operator seluler pun cukup beragam memberikan paketnya, ada yang 2 GB per hari hingga sekaligus 30 GB.

1. Telkomsel

Bagi Anda yang ingin mengakses platform e-learning seperti Zenius, Quipper, Cakap, Bahaso, situs e-learning beberapa kampus, dan lain sebagainya, bisa menggunakan paket Ilmupedia.

Paket sebesar 30GB ini dibagikan secara gratis.

Sementara itu, untuk pengguna Ruangguru, dapat mengakses paket Ruangguru.

Paket itu juga diberikan sebesar 30GB.

Perlu diketahui, paket tersebut bakal aktif selama 30 hari untuk penguna simPATI, Kartu AS, Loop, dan Kartu Halo.

Untuk mengaktifkan paket-paket itu, Anda bisa melakukannya via aplikasi myTelkomsel.

Aplikasi ini bisa diunduh di PlayStore dan AppStore.

2. XL

Selain Telkomsel, operator XL juga memberikan kuota gratisuntuk kepentingan belajar di rumah.

Melalui kuota 2GB per hari ini, pengguna dapat mengakses beberapa platform e-learning seperti Kelas Pintar, Sekolah.mu, hingga portal Rumah Belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ilustrasi mengecek smartphone ilegal atau tidak.
Ilustrasi mengecek smartphone ilegal atau tidak. (Pixabay)

Tak hanya itu, berkat kuota ini, pengguna juga dapat mengakses situs e-learning beberapa kampus secara gratis.

Untuk mendapatkan kuota tersebut, Anda dapat mengakses aplikasi myXL dan Axisnet.

3. Indosat

Operator seluluer Indosat Ooredoo juga tak ketinggalan memberikan kuota gratis selama pandemi virus corona ini.

Ada kuota gratis 30GB yang bisa digunakan untuk mengakses beberapa platform belajar online.

Platform itu di antaranya adalah Ruangguru, Quipper, Sekolahmu.com, hingga Rumah Belajar.

Kemudian, kuota tersebut juga bisa digunakan untuk mengakses situs e-learing beberapa kampus di Indonesia.

Untuk mengaktifkan paket ini, pengguna bisa melakukannya via aplikasi myIM3.

Selain itu, pengguna juga bisa mengakses *123*368#.

Masa Belajar di Rumah Diperpanjang

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jabar memutuskan pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) di rumah masing-masing diperpanjang hingga 13 April mendatang.

Keputusan itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 443/3718-Set.Disdik tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Provinsi Jawa Barat yang ditandatangani Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika pada Jumat, 27 Maret 2020.

“Perpanjangan PBM di rumah ini memperhatikan perkembangan terkini penyebaran Cocid-19 di Jabar sekaligus Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 24 Maret dan keputusan Gubernur Jabar Ridwan Kamil,” ucap Dewi di Kota Bandung, Sabtu (28/3/2020).

Ilustrasi seorang bocah main ponsel.
 
 
Ilustrasi seorang bocah main ponsel. (New York Post via Kompas.com)

Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I-XIII di Jabar itu, Dewi meminta mereka menginformasikan pengawas dan pihak sekolah untuk melaksanakan PBM dari rumah fokus pada pendidikan dan kecakapan hidup, antara lain mengenai Covid-19.

Selain itu, Dewi meminta pihak sekolah agar aktivitas dan tugas PBM dari rumah melalui pembelajaran dalam jaringan (online) atau jarak jauh ini dapat bervariasi antar peserta didik.

“Sesuai minat dan kondisi masing-masing (peserta didik), termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar di rumah. Penugasan juga tidak diharuskan secara kuantitas sesuai jumlah jam pembelajaran reguler, namun cukup merepresentasikan mata pelajaran,” ujarnya.

Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah, lanjut Dewi, diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna bagi guru, tanpa diharuskan memberi skor atau nilai kuantitatif.

“PBM dari rumah agar dilakukan secara kreatif, menyenangkan, melatih kemandirian, tidak menimbulkan kecemasan atau kepanikan, serta tidak memberatkan peserta didik maupun orang tua atau wali,” ujar Dewi.

Hoaks Kuota Gratis 100 GB yang Beredar di Whatsapp

 
Beredar hoaks kuota gratis di grup WA, ahli digital forensik sebut hoaks dan modus seperti ini sudah sering terjadi.
TIDAK  hanya harus melawan penyebaran virus corona, masyarakat juga harus melawan Informasi yang tidak bertanggung jawab berkaitan tentang corona.
 
 

Salah satunya adalah informasi tentang penambahan kuota gratis 100 GB yang diklaim berlaku untuk semua operator. Informasi ini lalu lalang di Whatsapp Group.

Dalam informasi tersebut terdapat kalimat persuasif, “Untuk melawan virus Corona, kami menawarkan Anda 100 GB koneksi internet gratis untuk tetap di rumah dengan selamat dan menikmati internet.”

Pesan tersebut juga mencantumkan tautan link dengan alamat situs yang meragukan, dengan domain (dot)xyz. Alamat situs itu diklaim dapat mengaktifkan paket internet gratis tersebut.

Dikutip dari Detik, CEO Digital Forensic Indonesia Ruby Alamsyah mengatakan bahwa itu hoax.

“Dapatkan Internet Gratis 100 GB Selama 90 Hari. Untuk semua operator. Klik di bawah untuk mengaktifkan sekarang,” begitu isi pesan tersebut diakhiri dengan sebuah link yang domainnya xyz.

“Konfirmasi (koneksi internet gratis 100 GB) itu hoax dan sangat mirip dengan yang sebelumnya,” tegas Ruby.

Ruby menjelaskan bahwa pesan tersebut merupakan modus dan mirip dengan pesan yang telah beredar sebelumnya. Pelaku ingin mendapatkan kontak-kontak hingga mencuri browsing history korban. Kejahatan siber macam ini banyak beredar ketika orang-orang melakukan work from home.

“Kali ini pelaku hanya memodifikasi script di tampilan awalannya saja sedikit. Selanjutnya, proses yang sama akan dilalui oleh korban sehingga datanya dapat diambil pelaku,” tuturnya.

Bagi pengguna WhatsApp yang menerima pesan serupa seperti di atas, Ruby mengimbau agar masyarakat memikirkan dampak yang akan didapat sebelum mengklik suatu link.

“Sangat penting dilakukan saat kita berinteraksi di dunia digital. Sebelum klik apapun, dari siapapun, kita perlu memastikan bahwa tidak akan ada dampak negatif bagi kita ataupun orang lain bila klik link tersebut,” ungkap Ruby.

Ahli digital forensik ini pun memaparkan ada tiga tips mudah yang dapat dilakukan pengguna WhatsApp jika menerima pesan iming-iming koneksi internet gratis, yaitu:

1. Copy paste link di mesin pencari, cek apakah pernah ada ulasan terkait link tsb.

2. Bila menerima link yang dipendekkan (shorte link) seperti bit.ly, tiny.cc dll, perhatikan link lengkap yang ditampilkan saat akhirnya.

3. Pastikan link URL menampilkan domain instansi resmi. Contoh yg benar:
https://www.apple.com
https://www.kominfo.go.id

Sementara itu, di tengah pandemi ini anda dapat kuota gratis untuk mengakses situs belajar online Ruangguru dan Zenius secara gratis. Akses ini didukung oleh hampir semua provider.

mansyur/TT/dtc/dari berbagai sumber

Editor : Adella Azizah

”The ”The

Tinggalkan Balasan