”The ”The

KALTIM AMPUNKU – Berbagai cara kreatif dilakukan oleh masyarakat hingga aparat keamanan, termasuk pihak kepolisian, untuk mengajak warga agar tidak mudik untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19. Salah satunya dilakukan oleh tim Kepolisian Resor Serang Kota, mulai dari pemasangan spanduk hingga membuat video clip lagu di YouTube.

Spanduknya sendiri memuat tulisan unik, seperti yang terpampang di Kecamatan Waringin Kurung, yang menolak oleh-oleh dari kota, karena khawatir membawa virus Corona, “Tidak menerima oleh-oleh Covid-19 dari kota. Mudik membawa Corona, sengsara sekeluarga” begitu tulisan di spanduk.

Polres Serang Kota memasang spanduk di 21 titik dengan berbagai macam tulisan dan kata-kata imbauan agar masyarakat tidak mudik ke kampung halaman. Terlebih, Pelabuhan Merak di Kota Cilegon, Banten, menjadi primadona perlintasan pemudik untuk menyebrang ke Pulau Sumatera, begitupun sebaliknya.

Kapolres Serang, AKBP Edhi Cahyono, dalam video imbauan jangan mudik di tengah wabah Corona. (Istimewa)

“Kami pasang himbauan sebagai langkah mengingatkan kepada masyarakat, agar keluarga mereka tidak melakukan mudik atau pulang kampung. Demikian juga sebaliknya, sehingga cukup tinggal di rumah untuk sementara waktu,” kata Kapolres Serang Kota, AKBP Edhi Cahyono, dalam siaran pers resmi, Rabu 8 April 2020.

Imbauan untuk tidak mudik dan tetap berada di rumah pun disosialisasikan oleh jajaran Polres Serang Kota melalui sebuah lagu yang diunggah ke YouTube. 

Walau baru diunggah lima jam lalu, tapi sudah ditonton oleh ratusan netizen. Lirik lagunya berupa ajakan masyarakat agar tidak mudik, tetap berada di rumah dan melakukan pola hidup sehat. Video klipnya diambil di sekitar Mapolres Serang Kota.

Kapolres AKBP Edhi Cahyono, Kasatreskrim AKP Indra Feradinata, Kasatlantas AKP Tesyar Rofahadli dan para brigadir turut serta dalam video tersebut. Mereka “berlaga” seperti anak band yang pandai memainkan alat musik dalam video tersebut. Ada yang menjadi vokalis, penabuh drumb, bermain gitar hingga keyboard.

“Kita tahu bahwa di Indonesia sudah menjadi tradisi mudik di saat Hari Raya Idul Fitri. Namun dengan adanya pandemi Covid-19, maka pemerintah telah menegaskan agar masyarakat tidak melakukan mudik, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” terang Kapolres.

Edhi Cahyono berharap masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik. Karena dengan berkerumun atau tidak adanya jarak fisik, bisa mempercepat penularan Covid-19.

“Imbauan tidak mudik itu tidak hanya kita pasang pada jalan protokol yang masuk wilayah Kota Serang saja, tapi juga kita pasang di tempat keramaian lainnya. Harapan kami, warga masyarakat melaksanakan apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah, semoga Covid-19 segera berlalu,” lanjut Kapolres.

 

Editor : Adella Azizah

”The ”The

Tinggalkan Balasan