”The ”The

Kantor Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Jalan Sentosa. Di samping Perumahan BPD (Bank Kaltim). Dekat Kantor BPJS. Walikota Samarinda ingin memberdayakan warga Samarinda dan siap membeli masker dengan harga yang sesuai. Seperti yang disebutkan Walikota Samarinda butuh 100 ribu masker.

Samarinda, KALTIM AMPUNKU- media online Kaltim Ampunku banyak menerima pertanyaan dari para pembuat masker, melalui inbox facebook. Umumnya mereka menyatakan ada dan siap membuat masker, dan penawarannya diajukan ke siapa, harganya berapa dan bagaimana mekanisme mengajukan penawarannya, seriuskah pernyataan walikota Syaharie Jaang dan pertanyaan lainnya. Padahal berita dan pernyataan Walikota Samarinda ini juga dimuat Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Samarinda.

Beberapa warga ada yang mengaku pusing karena Pasar Malam ditutup. Bahkan beberapa di antaranya minta doakan, agar saat ke kantor BPBD Kota Samarinda di Jalan Sentosa, ada rezeki dari masker yang ditawarkannya.

Walikota Syaharie Jaang ingin memberdayakan warganya. Namun sambutan dari masyarakat, tak hanya dari warga Samarinda saja. Masyarakat luar daerah pun berminat menawarkan maskernya. Berbagai warga dari kota dan Kabupaten di Kaltim dan Kaltara menghubungi melalui inbox ke akun Kaltim Ampunku. Pihak pemerintah kota Samarinda hendaknya mengorganisir keinginan atau mendata warga yang antusias menyambut apa yang disampikan walikota Syaharie Jaang.

Seperti diberitakan sebelumnya, yang berjudul : Pemkot Samarinda Butuh 100 Ribu, Siapapun yang Bisa Bikin Masker Ayo Tawarkan .

“Kita butuh 100 ribu masker. Jadi kami Pemkot Samarinda ingin memberdayakan warga. Siapa saja yang bisa membuat masker, silahkan tawarkan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana daerah, red) di jalan Sentosa nanti dibeli,” ucap Walikota Samarinda, Syaharie Jaang di rumah jabatan Walikota Rabu (8/4) siang.

Namun tentunya pesan Jaang maskernya yang sesuai, baik kualitas maupun harganya. Seperti diberitakan sebelumnya Walikota Samarinda dua periode ini berencana untuk membagikan masker kepada masyarakat. Apalagi saat ini Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organizations (WHO) mengubah kebijakan dan kini mendukung penggunaan masker untuk semua orang di tengah penyebaran pandemi Covid-19 akibat infeksi virus corona.

BACA JUGA : Tenang, THR PNS, TNI dan Polri Sudah Diamankan

Sebelumnya, WHO merekomendasikan penggunaan masker hanya untuk orang sakit dan mereka yang merawat pasien. WHO menyatakan masker bedah harus disediakan untuk petugas medis, sementara masyarakat bisa menggunakan masker berbahan kain untuk menutup wajah. (KMF2)

Editor : Adella Azizah 

”The ”The

Tinggalkan Balasan