Solo, KALTIM AMPUNKU — Aparat Polsek Banjarsari menemukan mayat telanjang pada sajadah di Banyuanyar, Kota Solo, Kamis (9/4/2020) dini hari.

Dua mayat yang ditemukan itu berjenis kelamin pria dan wanita. Salah satu mayat pria kondisinya telanjang di selembar sajadah.

Kedua korban tersebut ditemukan polisi berdampingan di salah satu ruangan rumah kontrakan di Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Menurut informasi yang diterima Solopos.com, mayat yang telanjang di atas sajadah di Banyuanyar, Solo tersebut ditemukan meninggal dunia pada Kamis (9/4/2020) dini hari.

Aparat Polsek Banjarsari belum menemukan unsur kekerasan maupun penganiayaan pada dua mayat tersebut.

Pihak polisi menduga dua korban tersebut meninggal dunia karena keracunan minuman.

2 Mayat telanjang di Solo. sumber foto solopos

Keterangan Saksi

Menurut keterangan salah satu saksi, korban perempuan sempat dimintai tolong untuk membersihkan rumah milik korban laki-laki pada Rabu (8/4/2020).

Salah satu saksi kemudian mendatangi rumah tersebut karena si perempuan tak kunjung pulang hingga malam.

Setelah tiba di rumah kontrakan itu, saksi berusaha menghubungi korban tapi tetap tidak ada jawaban. Ia kemudian mendatangi Kantor Kelurahan Banyuanyar untuk meminta bantuan.

Ketika mencoba melihat dari jendela rumah, saksi melihat ada dua orang tergeletak di lantai dengan kondisi telanjang. Mereka pun mendobrak pintu rumah tersebut.

Aparat Polsek Banjarsari mengamankan beberapa barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Beberapa di antaranya dompet warna hitam milik korban laki-laki yang berisi SIM A, SIM C, KTP, Kartu Asuransi Kecelakaan, Kartu Indonesia Sehat, kartu ATM, satu buah flashdisk, dan uang tunai senilai Rp27.000.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengamakan barang bukti miliki korban perempuan berupa dompet warna merah. Adapun isinya KTP, SIM C, kartu ATM, dan uang senilai Rp98.400.

Keluarkan Cairan Cokelat

Kasatreskrim Polresta Solo AKP Purbo Adjar Waskito, mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai, mengatakan kedua jasad sempat mengeluarkan cairan cokelat dari mulut.

Ia menduga priua dan wanita itu tewas karena keracunan cairan. Pasalnya, di dekat dua mayat itu juga ditemukan cairan mirip dengan yang keluar dari mulut korban.

“Dugaan awal kami kemungkinan cairan di mulut korban itu dari cairan di gelas itu. Tetapi kami perlu mengirim sampel itu ke Laboratorium Forensik [Labfor] dulu untuk mengetahui hasil dan keterkaitan cairan itu,” ujarnya kepada Solopos.com, Kamis (9/4/2020) pagi.

Ia menjelaskan saat ini Satreskrim Polresta Solo masih memeriksa saksi-saksi.Selain itu, polisi juga menyelidiki kasus itu lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Kami masih mendalami kasus ini untuk untuk mengetahui motif kasus ini bunuh diri atau motif lain,” imbuh Kasatreskrim.

Saksi mengungkap kronologi penemuan mayat telanjang yang terjadi di Banyuanyar, Kota Solo, Kamis (9/4/2020) dini hari.

Kedua mayat itu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Mayat ditemukan dalam kondisi telanjang dan berdasarkan foto yang diterima Solopos.com, jasad pria berada pada selembar sajadah.

Salah seorang saksi, Sarman, mengatakan lokasi ditemukannya korban merupakan rumah yang rencananya akan dikontrakkan kepada seseorang.

Ia belum mengetahui pasti korban laki-laki berinisial SN, 49, warga Ciledug, Tangerang itu sebagai penyewa rumah.

Sedangkan korban perempuan berinisial TR, 36, warga, Ngadirojo, Wonogiri merupakan pekerja yang hendak membantu membersihkan rumah yang berlokasi di RT 004/RW 012, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) itu.

“Korban bukan warga setempat dan baru-baru saja tinggal di lokasi kejadian. Mereka bukan suami istri tetapi sudah mengenal lama. Mereka bukan pemudik juga, yang hendak ngontrak rumah mungkin yang laki-laki kalau korban perempuan mau bantu bersih-bersih,” ujar Linmas Kelurahan Banyuanyar itu.

Ia mengatakan saat berada di sekitar lokasi penemuan mayat di Banyuanyar Solo itu, ada cairan namun tidak berbau seperti minuman keras. Ia mengaku melihat ada gelas berisi air yang diduga telah diminum.

Keterangan Kerabat

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, kronologi penemuan mayat telanjang pada sajadah di Banyuanyar, Solo itu bermula kala salah seorang saksi berinsial P mendatangi lokasi kejadian.

P yang merupakan kerabat TR mendatangi lokasi karena korban perempuan tak kunjung pulang.

P lalu mencoba menghubungi TR namun tidak mendapatkan respons. P lantas meminta bantuan Linmas Kelurahan Banyuanyar.

Namun saat P mencoba melihat ke dalam rumah, ia melihat dua orang tergeletak. Tak pelak ia langsung mendobrak rumah dan menemukan dua orang tersebut telah meninggal dunia

Keterangan Polisi

Kasus penemuan mayat di Banyuanyar Solo itu kini ditangani aparat Satreskrim Polresta Solo. Aparat menjelaskan telah menemukan gelas berisi cairan berwarna kecokelatan dekat dengan dua jasad yang ditemukan.

Polisi masih menunggu hasil Laboratorium Forensik (Labfor) untuk mengetahui jenis cairan yang diduga mengakibatkan SN dan TR meninggal dunia.

Ia menjelaskan Satreskrim Polresta Solo masih memeriksa saksi-saksi dan menyelidiki kasus itu lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Kami masih mendalami kasus ini untuk untuk mengetahui motif kasus ini bunuh diri atau motif lain,” pungkasnya.

Ini Identitas 2 Mayat Telanjang 

Identitas mayat yang ditemukan dalam kondisi telanjang di Banyuanyar, Solo,  Jawa Tengah Kamis (9/4/2020) dini hari, terungkap. Kedua mayat itu diketahui merupakan pria dan wanita.

Mayat ditemukan di rumah yang berlokasi di Jl. Pleret Utama No. 33, RT 005/RW 012 Kelurahan Banyuanyar, Kec Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).

Berdasarkan informasi identitas mayat pria yang ditemukan telanjang di Banyuanyar, Solo diketahui bernama Sunarno, 49, asal Perum Griya Cileduk Blok U No.1 RT 003/RW 016, Paninggilan Utara, Cileduk, Kota Tangerang, Banten.

Sementara itu, jasad wanita diketahui sebagai Triyani, 36, warga Winong, RT 001/RW 009, Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Kronologi Penemuan Mayat

Penemuan mayat telanjang di Banyuanyar Solo itu bermula kala salah seorang saksi berinsial P mendatangi lokasi kejadian.

P yang merupakan kerabat Triyani mendatangi lokasi karena Triyani tak kunjung pulang.

P lalu mencoba menghubungi Triyani namun tidak mendapatkan respons. P lantas meminta bantuan Linmas Kelurahan Banyuanyar.

Namun saat P mencoba melihat ke dalam rumah, ia melihat dua orang tergeletak. Tak pelak ia langsung mendobrak rumah dan menemukan dua orang tersebut telah meninggal dunia

 

 
 
Ginanjar/solopos
 
 
Editor : Adella Azizah Maharani
”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan