Sekelompok Mahasiswa dan Ormas Siap Dukung Lawan Covid-19
**Cegah Hoax, Ingatkan Lihat Informasi di Website, IG dan Twitter Pemkot

Samarinda, KALTIM AMPUNKU – Kepala Badan Kesbangpol Kota Samarinda Sucipto Wasis mengajak seluruh ormas dan kelompok mahasiswa di Samarinda bekerjasama untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19 di Samarinda.

”Upaya yang telah dilakukan Pemkot dalam melawan wabah Covid-19 sekarang ini yaitu melakukan himbauan kepada masyarakat agar melakukan pola hidup bersih dan sehat, serta agar berdiam di rumah saja dan tidak keluar rumah apabila tidak begitu penting serta melakukan penjagaan di beberapa titik pintu masuk ke Kota Samarinda melalui pembatasan akses, seperti pintu masuk jalan tol Samarinda-Balikpapan dan pintu masuk dari arah Loa Janan,”  kata Wasis saat pertemuan Pemerintah Kota Samarinda dengan beberapa ormas dan sekelompok mahasiswa yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Samarinda di ruang rapat Badan Kesbangpol Samarinda, Jumat (10/4) sore.

Dalam pertemuan , perwakilan  mahasiswa dan ormas di Kota Tepian menyatakan sikap  mendukung Pemerintah Kota Samarinda atau  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samarinda untuk  pencegahan penyebaran Covid-19 di ibukota Kaltim.

Pertemuan yang dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Kota Samarinda Sucipto Wasis dihadiri pula perwakilan Polres Samarinda, Kodim 0901 Samarinda Moch. Alex, Dinas Kominfo Samarinda Syamsul Anwar dan Dishub Samarinda.

Dikatakan Wasis–demikian Sucipto disapa, Pemerintah Kota Samarinda sangat mengapresiasi adanya perhatian dari ormas dan mahasiswa yang sangat peduli terhadap wabah yang sedang dihadapi selama ini yaitu wabah virus corona.

Moch Alex dari Pasi Intel Kodim juga menambahkan, selama ini TNI dan Polri juga telah membantu Pemerintah dengan melakukan penjagaan di pos-pos pintu masuk ke Kota Samarinda, serta memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan selalu menjaga kebersihan, serta mengajak masyarakat mendukung upaya Pemerintah melawan wabah ini agar tidak berlarut-larut. Karena nantinya akan berimbas kepada keadaan ekomoni di Samarinda.

Budi Teguh perwakilan dari Polresta Samarinda sangat prihatin apa yang telah kita hadapi sekarang ini, tidak hanya di Samarinda tetapi seluruh Indonesia.

”Oleh karena itu, jangan saling menyalahkan tapi mari saling merapatkan barisan untuk penanganan Covid-19 ini semisal gugus tugas yang telah dibentuk oleh Pemerintah dan telah melakukan penyemprotan desinfektan di 10 kecamatan,” kata Budi.

Selain itu lanjutnya, jika ada perkumpulan masyarakat pasti akan didatangi oleh TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Dishub yang tergabung dalam Gugus Tugas untuk diberikan himbauan dan dilakukan pembubaran.

“Mari kita bersama-sama memerangi atau memutus mata rantai virus Corona ini dan dukung upaya Pemkot Samarinda melalui social distancing. Karena sampai saat ini tenaganya sangat terbatas dan mereka juga sangat rentan dengan kesehatan. Paling bahaya saat ini adanya Orang Tanpa Gejala (OTG), dimana kita lihat orangnya sehat fisiknya prima, namun mereka membawa virus,” tambahnya.

Perwakilan mahasiswa dari PMII, Hidayat menyampaikan dari semua lembaga mahasiswa telah mengkampayekan “dirumah saja” sampai menunggu Pemerintah menyampaikan Covid-19 ini telah selesai. Dia mengemukakan upaya-upaya yang telah dilakukan mahasiswa antara lain menyumbang masker kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Samarinda, serta membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak.

Selain itu, Hidayat juga menyarankan agar perusahaan tambang yang ada bisa memberikan CSR-nya untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 ini.

“Kami dari mahasiswa siap membantu Pemerintah untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,” ucapnya.

Begitu pula Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Diskominfo Samarinda, Syamsul Anwar mengingatkan agar tidak termakan berita yang tidak benar alias hoax terkait Covid-19 yang ada di medsos.

“Kalau mau tahu langkah-langkah yang diambil Pemkot Samarinda selama penanganan dan pencegahan Covid-19 bisa dilihat pada website, FB, IG dan twitter Pemkot Samarinda maupun Diskominfo Samarinda. Begitu pun perkembangan update data kasus Covid-19,” terang Syamsul.

Ditambahkannya, Pemkot Samarinda melalui Diskominfo Samarinda bekerjasama dengan Kementerian Kominfo selalu menyampaikan dan meluruskan berita-berita hoax yang berkembang di masyarakat dengan informasi anti hoaxnya.

“Saat ini Mabes Polri lewat tim cyber crime sudah menciduk oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang sudah membuat resah masyarakat dengan berita-berita hoaxnya,” beber Syamsul.

Begitu pula terkait penutupan pelabuhan dikemukakan bahwa kapal tetap beroperasi, hanya saja tidak lagi membawa penumpang melainkan logistik dan sembako.

Untuk penutupan pelabuhan sendiri yang memiliki wewenang KSOP di bawah Dirjen Perhubungan Laut, baik Walikota maupun Gubernur tak memiliki kewenangan. Hanya saja Walikota sudah menyurati, sehingga telah disepakati kapal tidak boleh membawa penumpang.

Hal ini telah dibuktikan, KM Prince Soya yang Kamis (9/4) lalu hanya membawa logistik dan sembako. Kedatangan kapal ini oleh Pemkot bekerjasama dengan TNI dan Polri yang tergabung dalam gugus tugas tetap dilakukan pengecekan. Bahkan, KM Aditya yang kembali ke Pare Pare sebaliknya pulang membawa 243 penumpang.

Upaya mencegah Penyebaran Covid-19 dan memberdayakan masyarakat Samarinda, Walikota Samarinda akan membagikan 100.000 masker secara gratis termasuk baju hazmat yang akan diberikan ke tim medis dengan membeli dari UMKM maupun perorangan. Bagi yang bisa membuat masker agar datang ke kantor BPBD Samarinda Jl Sentosa Dalam.

Di akhir pertemuan Wasis berharap dengan adanya kerja sama saling bahu-membahu ini, Kota Samarinda dapat cepat terbebas dari penyebaran Virus Corona dan bagi pasien yang positif moga cepat mendapat kesembuhan agar dapat berkumpul kembali bersama keluarganya di rumah, ” tutup Wasis. (KMF10)

Editor : Adella Azizah Maharani

Foto : dok.Diskominfo Samarinda

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan