Samarinda, KALTIM AMPUNKU – Setelah sebelumnya sempat menolak diisolasi  di RSUD A Wahab Sjahrani (AWS) dan memaksa  pulang ke rumah,  seorang pasien yang satusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) warga RT 10 Jl Pemuda II, berinisal M (52) akhirnya bersedia kembali untuk menjalani perawatan, setelah dijemput tim medis.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda, dr Ismed Kusasih yang dikonfirmasi  langsung oleh Kaltim Ampunku menyebutkan sudah dijemput tim medis untuk kembali menjalani isolasi di RSUD IA Moeis Jl AM Rifadin Samarinda Seberang.
 
 

”Iya sudah dijemput ke rumahnya. Sekitar pukul 16.00 Wita dan dilakukan perawatan di RSUD Ia Moeis,”  katanya. 

Pasien ini diketahui tinggal rumah hanya berdua dengan istrinya. Sebelum kembali dirujuk ke rumah sakit, pagi tadi telah diambil sampel swab dari pasien PDP tersebut. Pengambilan sampel bukan hanya kepada N, tapi juga dari sang istri. Sampel yang diambil akan segera dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Seperti diberitakan sebelumnya seorang warga Jalan pemuda 2 RT 10,  berinisail M usia 52 tahun  statusnya  PDP hasil rapid tes postip, cluster GOWA yang pulang dari mengikuti ijjima ulama menolak dilakukan isolasi  demi kesembuhan dan mencegah penularan virus covid-19  di RSUD AWS . 

M sempat memaksa  petugas tidak bisa berbuat apa-apa setelah mendobrak pintu ruang perawatan dan memecahkan kaca. M kemudian pulang ke rumah.

BACA JUGA : Gawat! Seorang Pasien PDP Cluster Gowa Ngamuk, Pecahkan Kaca, Dobrak Pintu RSUD AWS, Plt Kadiskes Samarinda : Rumahnya Sudah Diawasi Aparat Keamanan

Salah seorang Ketua RT di lingkungan Jl Pemuda, Ismail Ketua RT 5 menyebutkan,  para ketua RT, sekitar 16 Ketua RT yang berada di lingkungan jalan pemuda, akan membicarakan permasalahan tersebut, karena ada berbagai berita simpang siur.

 Menurut informasi, kata Ismail, pagi hari pasien tersebut masih belum berhasil dibujuk.  ”Ada banyak petugas pagi tadi. Pasien itu dibujuk untuk dibawa kembali ke rumah sakit, tapi dia menolak.  Hingga setelah setelah dzuhur, pasien tersebut masih ada dan dijaga beberapa petugas,” ujar Ismail.

Wilayah RT 5 kebetulan berdekatan dengan jalan Pemuda II, rumah warga pasien yang terpapar virus covid-19 itu. Selain Ismail, Sudarmono Ketua RT 7 menyebutkan,  rapat para ketua RT itu dilakukan, jika pasien tersebut dirawat di rumahnya, seperti yang dia ketahui dari berita.

BACA JUGA : Selain Penutupan Jalur Terbatas, di Samarinda akan diberlakukan Jam Malam

Namun kini warga RT 10 berinisal M tersebut telah kembali ke rumah sakit. Ismail, Ketua RT 7 berencana akan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan wilayah RT nya.  ”Rencananya besok. Cairan desinfektannya saya beli sendiri. karena belum ada bantuan dari pemerintah.  pertama, saya akan melakukan penyemprotan sendiri ke lingkungan rumah warga,” kata Ismail.

Editor : Adella Azizah Maharani

 
 
 
 

 

 
 
 
 

 

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan