Dok. foto Polres Gresik
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat menanyai Jebpar, pelaku pembunuhan yang mayatnya dibuang di exit tol Kebomas dalam video conference, Selasa (14/4/2020).
 
 
Gresik, KALTIM AMPUNKU – – Sesosok mayat lelaki yang diketahui bernama Muhammad Mulla ditemukan di selokan Tol Kebomas arah Romokalisari KM 16.400/B pada Sabtu (28/12/2019).

Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tengkurap dan membawa bungkusan berisi akik dan kertas mantra.

Para pelaku yang melakukan aksi pembunuhan secara rombongan ditangkap bertahap oleh polisi.

BACA JUGA : Napi Masuk Bui Lagi, Ngaku Disuruh Pemilik, Toyota Calya Dicuri Di Pencucian Mobil

Sedangkan otak pembunuhan dibekuk pada 9 April 2020, setelah diburu selama tiga bulan.

Mayat tersebut awalnya ditemukan oleh seorang pengendara di jalan tol bernama Suhari (60), Sabtu (28/12/2019).

Suhari yang hendak buang air kecil terkejut lantaran melihat mayat dalam posisi tengkurap di selokan.

Ia pun melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian. Saat diperiksa, polisi menemukan lilitan tali di bagian leher.

“Diduga dibunuh. Saat ini masih kami identifikasi identitas korban,” kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Panji Pratistha Wijaya dilansir dari kompas saat itu.

Mayat itu kemudian dibawa ke RSUD Ibunu Sina Gresik untuk diotopsi.

Polisi kemudian menangkap tiga dari 7 pelaku pembunuhan setelah pengejaran selama kurang lebih tiga bulan.

Pembunuhan tersebut diotaki oleh seorang pria asal Sampang, Madura bernama Jebpar (38). Ia dibekuk 9 April 2020.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan, pelaku sebelumnya bekerja di luar negeri.

Namun saat pulang dari Malaysia, pelaku mengetahui istrinya dihamili oleh seorang pria.

“Motifnya sakit hati, di mana korban memiliki hubungan dengan seorang wanita berinisial S, dari hubungan gelap itu sampai hamil lima bulan,” kata Kapolres. Jebpar kemudian menghubungi rekan-rekannya untuk merencanakan pembunuhan dengan durasi selama dua hari.

Usai menyusun rencana, tujuh pelaku lalu berangkat menjemput korban dengan mengendarai dua mobil Toyota Avanza.

Salah satu pelaku lalu membujuk korban keluar dari kos-kosan menggunakan mobil Avanza silver.

Kusworo menjelaskan, sesampainya di Tol Manyar, korban diminta pindah ke mobil Avanza hitam yang di dalamnya sudah ada lima orang pelaku lainnya.

Ia kemudian dibunuh di mobil itu dengan cara dijerat atau dicekik menggunakan tali.

Jasad korban akhirnya dibuang di selokan tak jauh dari Tol Exit Kebomas.

Tak menyesal Para pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340 subsider 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana seumur hidup. Meski demikian, otak pembunuhan itu yakni Jebpar merasa sama sekali tak menyesal.

“Tidak menyesal, karena saya sakit hati,” kata dia.

Hingga kini, masih ada empat pelaku lainnya yang berstatus buron. 

Editor : Abdul Wahab

”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan