Walikota Samarinda : Seluruh Kegiatan Semua OPD Wajib Dihentikan, Kecuali Proyek yang Terkait Penanganan Corona

Walikota Samarinda : Seluruh Kegiatan Semua OPD Wajib Dihentikan, Kecuali Proyek yang Terkait Penanganan Corona

Samarinda, KALTIM AMPUNKU – Wabah virus corona benar-benar mengerikan. Penghentian kegiatan pengadaan barang/jasa 2020 yang dilakukan Provinsi Kaltim (Pemprov) sejak 14 April, kemudian diikuti Pemkot Samarinda. Organisasi Pemerindah Daerah (OPD) Pemkot Samarinda diminta untuk menghentikan (WAJIB DIHENTIKAN) seluruh kegiatan/pekerjaan yang bersumber dana dari APBD Kota Samarinda tahun 2020. Terkecuali kegiatan yang mendukung penanganan virus copid-19, sejak tanggal 16 Agustus 2020.

BACA JUGAFokus Penanganan Corona, Gubernur Isran Noor Hentikan Seluruh Proses Lelang dan Kontrak Pekerjaan 2020

Bahkan kegiatan/pekerjaan yang sudah berkontrak dan telah ada realisasi fisik serta diperkirakan dapat diselesaikan pada tahun 2020, juga dilakukan penghentian kontrak sementara (sesuai dengan aturan berlaku).

Surat Edaran Walikota Samarinda tersebut menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan 119/2813/SJ dan 117/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian APDB dalam rangka Penanganan Covid serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional dan hasil rapat TPAD tanggal 14 April 2020.

Dalam surat tersebut, penghentian kegiatan/pekerjaan proyek di APBD 2020 tersebut untuk percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu (refocussing) dan realokasi anggaran terkait penanganan corona virus disease 2019 (COVID 19) di Pemkot Samarinda harus segera dilaksanakanuntuk meningkatkan kapasitas. Yaitu : 

  • Penanganan kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan ( promotif, preventif, kuratif dan tracing)
  • Penanganan damapk ekonomiterutama menjaga agar dunia usaha daerahmasing-masing tetap hidup
  • Penyediaan jaring pengaman sosial/social safety net.

Alasan lain Pemkot Samarinda,  karena penurunan Pendapatan Asli daerah (PAD)  dan dana transfer pemkot samarinda akibat wabah virus corona.

Wajib penghentian kegiatan OPD, dikecualikan untuk kegiatan :

  • Kegiatan pekerjaan yang mendukung penanganan wabah virus corona
  •  kegiatan/pekerjaan untuk kebutuhan rutin OPD, seperti belanja pegawai, belanja air, listrik, sewa gedung kantor, dll.
  • Kegiatan /pekerjaan yang bersumber dana dari APBN 2020 (DAU untuk kelurahan, DAK  DAK Fisik Kesehatan sesuai SE Menkeu RT No S-247/MK.07/2020 tanggal 27 Maret, DAK Non fisik dan DID)
  •  Kegiatan /pekerjaan yang bersumber dana dari Bankeu 2020 sesuai SE Gubernur  Kaltim nomor 200/2571/0673-III/BPKAD tentang bantuan keuangan dan bagi hasil kab/kota tahun 2020 dan menunggu SE  menjawanb SE Walikota Samarinda  nomor 050.12/0456/012.02 tentang permohonan pengalihan penggunaan sisa pemotongan  Bankeu (75%0  untuk penanganan covid-19.

Dalam surat edaran yang bernomor 050/0465/012.02 tanggal 15 April 2020,  dan ditangani tangani Walikota  Samarinda Syaharie Jaang juga menyebutkan,  semua kegiatan,  wajib dilakukan penginputan  dpada aplikasi  e-TEPIan di menu laporan realisasi, sehingga dapat dilaksanakan pemantauan terkait progres pelaksanaan pekerjaan serta sebagai syarat proses pembayarannya.

Foto ilustrasi. Sumber foto suarakaltim.com. Diduga Proyek Siluman “Pengendalian Banjir” di Samarinda, Bermunculan di Daerah Sepi.

Dalam surat edaran yang ditembuskan kepada Gubernur Kaltim, Ketua DPRD Kota  Samarinda, Wakil Walikota Samarinda, Sekretaris Kota Samarinda, Inspektur Daerah Kota Samarinda, Kepala BPKAD Kota Samarinda dan Kepala Bapeda Kota Samarinda  menuliskan  WAJIB DIHENTIKAN,  tidak hanya memakai hurup kapital/besar dan tebal, tapi juga  digarisbawahi.  Sementara untuk penghentian kontrak sementara, memakai hurup kecil namun ditebali.

Di bagian surat, seperti halnya surat gubernur Kaltim,  surat edaran Walikota Samarinda juga menekankan ; agar seluruh proses dilakukan  secara profesional berpedoman  pada ketentuan perundang-undangan memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang kredibel, transparan dan akuntabel, bersih dari praktik korupsi dan tidak ada konflik kepentingan

”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan

ArabicEnglishIndonesianMalay
%d blogger menyukai ini: