Para peneliti berlomba menemukan vaksin covid-19.

KALTIM AMPUNKU.comPakar virus corona asal Korea Selatan menyatakan penemuan vaksin COVID-19 kemungkinan bisa lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Ini disebabkan karena ujicoba vaksin remdesivir yang dibuat Gilead Sciences menemukan titik terang.

Dokter Kim Woo Joo, yang memimpin penelitian di Korea Selatan terhadap vaksin COVID-19 dan kasus Middle East Respiratory Syndrome (MARS) pada 2015, optimis tentang ketersediaan vaksin COVID-19 dalam waktu yang tak terlalu lama.

Ia mengatakan bukti tentang efektivitas remdesivir, antivirus eksperimen yang dikembangkan untuk mengobati Ebola serta AbbVie’s Kaletra, obat anti-HIV; atau obat-obatan lain mungkin dapat dilakukan lebih cepat.

“Jika semuanya berjalan dengan baik, saya berharap bahwa efektivitas obat-obatan ini akan dibuktikan secara ilmiah dalam tiga hingga empat bulan,” ujar Profesor Penyakit Menular di Rumah Sakit Guro University Korea tersebut.

Melansir dari South China Morning Post, Sabtu (19/4/2020), belum lama ini Kim bertemu dengan Presiden Masyarakat Korea, Thomas Byrne. Ia mengatakan bahwa Rumah Sakit Universitas Seoul dan Institute Alergi dan Penyakit Menular Nasional menjadi pemain kunci dalam pembuatan vaksin.

Dokter Anthony Fauci yang memimpin penelitian berkolaborasi untuk menguji redemsivir yang muncul pada pekan ini sebagai opsi pengobatan COVID-19. Situs berita kesehatan dan medis, STAT melaporkan bahwa salah satu rumah sakit di Chicago menggunakan remdesivir untuk mengobati pasien COVID-19 yang parah.

Mereka melihat adanya pemulihan yang cepat pada gejala demam dan pernapasan. Kabar baiknya, sebagian besar pasien diizinkan keluar dari rumah sakit dalam kurun waktu satu minggu. University of Chicago Medicine merekrut 125 orang positif COVID-19 ke dalam uji klinis fase-3 Gilead. Mereka memberi pasien infus remdesivir setiap harinya.

Dari penelitian pasien tersebut, 113 orang memiliki gejala parah. Keberhasilan ujicoba vaksin COVID-19 ini membuat harga saham Gilead melonjak hampir 15 persen dalam perdagangan setelah jam kerja. Saham mereka akhirnya ditutup dengan kenaikan 9,7 persen lebih tinggi pada Jumat 17 April 2020. 


 

Sebelumnya sekitar tiga pekan yang lalu :  

Kasus Menurun Drastis, Ini Kunci Korea Selatan Mengatasi Pandemi Corona

 
 
Kasus Menurun Drastis, Ini Kunci Korea Selatan Mengatasi Pandemi Corona
Kim Woo-Ju, ahli penyakit menular di Korea Univesity College of Medicine. (YouTube/Asian Boss)

Indonesia perlu belajar banyak dari kesigapan Korea Selatan.

 

Di  bulan Februari 2020, Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan kasus virus corona baru atau Covid-19 terbanyak. Pada akhir Februari dan awal Maret, jumlah infeksi virus corona baru di negara itu meledak, dari yang semula hanya beberapa lusin menjadi ribuan.

Namun selanjutnya, seperti dikutip dari cuitan Scott Gottlieb, mantan komisioner Food and Drug Administration, “Korea Selatan menunjukkan Covid-19 dapat dikalahkan dengan kesehatan masyarakat yang cerdas dan agresif.”

Sebab dalam hitungan minggu setelah jumlah infeksi meledak, kasus corona Covid-19 di sana menurun tajam. Diketahui pada puncaknya, para pekerja medis mengidentifikasi 909 kasus baru dalam satu hari di 29 Februari.

Namun kini, saat Italia masih mencatat beberapa ratus kematian setiap hari, Korea Selatan tidak memiliki lebih dari delapan dalam sehari.

Korea Selatan dipuji atas respons cepat menangani dan melakukan tes corona. Dilaporkan Korea Selatan melakukan 15.000 tes setiap hari, total sudah 338.000 tes yang dilakukan sampai 23 Maret.

Bagaimana Korea Selatan dapat dengan begitu baik mengatasi pandemi corona?

Kim Woo-Ju, ahli penyakit menular di Korea Univesity College of Medicine. (YouTube/Asian Boss)
Kim Woo-Ju, ahli penyakit menular di Korea Univesity College of Medicine. (YouTube/Asian Boss)

Dalam salah satu video yang diunggah channel Asian Boss di YouTube pada Sabtu (28/03/2020), seorang ahli penyakit menular asal Korea Selatan menjabarkan alasannya.

Kim Woo-Ju, profesor di departemen penyakit menular di Korea Univesity College of Medicine menyebut kesigapan itu tak terlepas dari pengalaman Korea Selatan melawan wabah.

Korea Selatan sudah pernah melewati flu babi di 2009 dan MERS di 2005, sehingga banyak masyarakat di sana yang sudah teredukasi. Mereka sadar untuk memakai masker dan mencuci tangan rutin untuk mencegah infeksi.

”Saat menjadi kepala penanganan MERS, kami menyadari tidak dapat mengembangkan obat-obatan atau vaksin segera, tapi kita bisa membuat tes kit menggunakan PCR (Polymerase chain reaction) yang mana merupakan metode yang sangat efektif untuk mendiagnosa,” ujar Kim Woo-Ju.

Dengan cara ini, petugas medis pun dapat mengetes masyarakat dan mengarantina mereka jika diperlukan. Itulah inti pencegahan yang dilakukan Korea Selatan, demikian ujar pria yang sudah 30 tahun menangani berbagai wabah penyakit menular, mulai dari flu babi, SARS, MERS hingga Ebola.

Selain itu, semenjak flu babi di 2015, pemerintah Korea Selatan menggelontorkan banyak investasi untuk penelitian serta pengembangan PCR test kit.

Perusahaan-perusahaan pembuat tes kit pun sadar ini akan menghasilkan banyak uang, sehingga tidak segan banyak berinvestasi di bagian reseach and development.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Meski sekarang Korea Selatan mengontrol situasi pandemi corona lebih baik daripada negara lain, ini belum merupakan akhir. Sebab menurut Kim Woo-Ju, masih ada risiko gelombang kasus infeksi selanjutnya.

Ia pun berpesan pada orang muda, di usia 20an hingga 30an yang mungkin tidak khawatir terinfeksi. Tapi perlu digarisbawahi jika orang dapat menyebarkan virus itu ke anggota keluarga yang lebih tua.

Ini bahaya dan fatal untuk mereka. Sehingga harus cuci tangan dengan benar, pakai masker dan selalu jaga kontak fisik.

“Anda perlu menjaga kesehatan sebaik menjaga keluarga. Itulah cara Anda dapat membantu mengakhiri pandemi corona yang sedang kita hadapi. Dengan demikian, setiap individu akan berkontribusi dalam mengakhiri wabah,” pesan Kim Woo-Ju.

rasyid/yasinta rahmawati
”The ”The ”The ”The ”The ”The

Tinggalkan Balasan