”The ”The
 

KALTIMAMPUNKU.com– sebuah video dengan klaim bahwa video tersebut merupakan kejadian penangkapan maling dengan kondisi kepala sudah berubah menjadi anjing. Faktanya, video yang dimaksud bukanlah video penangkapan maling seperti yang disebutkan dalam tangkapan layar.


Kategori : False Context


Sumber : Whatsapp

 

NARASI:

“Untuk rekan-rekan yang sedang berjaga harap berhati-hati. Sekadar info lokasi Klaten Cawas maling berhasil ditangkap, namun dengan kondisi kepala sudah berubah menjadi kepala anjing, harap berhati-hati dan jangan lupa berdoa agar kita terselamatkan dari hal-hal yang buruk, amin”

===

PENJELASAN:

Informasi itupun oleh akun @kabarklaten segera ditanggapi dengan mengunggah foto yang sama tetapi dengan informasi yang berbeda. Ia menyebut foto tersebut bukanlah seorang maling yang ditangkap melainkan foto evakuasi seekor beruang madu di Kulonprogo yang beberapa waktu lalu lepas dari kandangnya.

“Beredar kabar hoax penangkapan maling di Cawas padahal video aslinya penangkapan beruang madu di Kulonprogo,” tulis akun @kabarklaten.

Sejumlah netizen pun menyayangkan tersebarnya informasi tak bertanggungjawab tersebut.

“Orang yang bikin hoax kaya gini tu motivasinya apa yaa. Pengen terkenal apa gimana gitu,” kata @hafiadii.

“Kwakwkw..inilah indo selalu penuh dengan aneka-aneka,” kata @Fathur314.

Masyarakat Cawas, Klaten digegerkan dengan munculnya informasi seputar telah
tertangkapnya seorang maling namun dengan kondisi kepala yang sudah berubah
menjadi anjing.  Menurut narasi yang
beredar, masyarakat Klaten diminta waspada, terlebih lagi untuk mereka yang
tengah berjaga.

Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa video tersebut
bukanlah video penangkapan maling. Melalui situs web berbagi video Youtube, ditemukan fakta bahwa video tersebut merupakan video penangkapan beruang madu di daerah Kulonprogo yang lepas beberapa waktu lalu.

Informasi pada tangkapan layar tersebut masuk ke dalam kategori false context, atau yang berarti sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

===

REFERENSI:

 

https://jogja.suara.com/read/2020/05/02/162454/beredar-info-maling-berkepala-anjing-tertangkap-di-cawas-ini-faktanya

https://regional.kompas.com/read/2020/04/30/13474741/dua-beruang-madu-di-kulon-progo-lepas-dari-kandang-tertangkap-di-pekarangan

https://jogja.suara.com/read/2020/04/30/092500/kepala-konservasi-sebut-beruang-madu-yang-lepas-karena-kelalaian-petugas

https://jogja.suara.com/read/2020/04/30/085357/sempat-tak-mempan-dibius-dua-beruang-madu-yang-lepas-berhasil-ditangkap

BACA JUGA : Di Gresik, Paman Umur Setengah Abad Tega Hamili Keponakan, Pernah Digagahi di Kandang Ayam

Di Gresik, Paman Umur Setengah Abad Tega Hamili Keponakan, Pernah Digagahi di Kandang Ayam

Sumber: turnbackhoax.id

”The ”The

Tinggalkan Balasan