”The ”The

Suasana hari-hari terakhir gerai McDonald’s Sarinah. (Fernando Randy/Historia).

Setelah 30 tahun berdiri, akhirnya gerai pertama McDonald’s di Indonesia ini pamit. Letaknya yang strategis turut mengantarkannya menjadi saksi peristiwa sejarah kota ini.

Oleh Fernando Randy/historia
 
 
 

KALTIMAMPUNKU.com – Hari-hari belakangan ini media sosial diramaikan oleh berita tentang gerai McDonald’s (McD) di Gedung Sarinah, Jakarta. Gerai pertama McD di Indonesia itu tutup mulai 10 Mei 2020. Jutaan warga internet menanggapi penutupan ini sehingga membuatnya jadi salah satu trending topic di twitter. Mereka mengangkat kisah nostalgia, sentimental, dan kenangan personalnya dengan restoran waralaba ini.

McCafe yang tampak kosong. (Fernando Randy/Historia).

Sebagai gerai McD pertama di Indonesia, McD Sarinah memiliki cerita cukup menarik dan berliku. McD Sarinah kali pertama dibuka pada 1991. Ia sempat berganti nama menjadi Tony Jacks karena konflik internal pemilik pada 2009. Tapi nama ini hanya bertahan dua tahun. Setelah itu, restoran ini kembali bernama McD.

Para pengunjung berfoto di dalam gerai Mc Donalds Sarinah. (Fernando Randy/Historia).
Para pengunjung menggunakan wastafel McDonalds Sarinah untuk terakhir kalinya. (Fernando Randy/Historia).
Seorang pengunjung beribadah di musola McDonalds Sarinah. (Fernando Randy/Historia).

McD Sarinah terletak di jantung bisnis kota Jakarta sehingga turut menentukan popularitasnya. Ia berada dalam gedung dan jalan bersejarah di Jakarta. Gedung Sarinah dan Jalan M.H. Thamrin, tempat di mana restoran ini berdiri, telah menjadi saksi beragam kisah demonstrasi dan parade festival tiap tahunnya. Misalnya demonstrasi anti-Sukarno pada 1966 sampai arak-arakan perayaan hari ulang tahun Jakarta.

Para pengunjung membeli makanan di McD Sarinah untuk terakhir kalinya. (Fernando Randy/Historia).
Suasana sepi di McD Sarinah. (Fernando Randy/Historia).

Bagi banyak orang, McD Sarinah tempat tumbuhnya kenangan personal, sentimental, dan hal-hal yang sifatnya nostalgia. “McD Sarinah adalah salah satu tempat nongkrong yang bersejarah dalam hidup saya. Saat itu saya sedang mengalami kebuntuan dalam menulis skripsi di rumah. Tapi di sini ide mengalir dan akhirnya saya berhasil menjadi sarjana,” ujar Melly (22 tahun), pegawai di salah satu agensi periklanan, mengenang salah satu fase hidupnya.

Para karyawan saat membersihkan gerai Mcd Sarinah. (Fernando Randy/Historia).

Sementara itu, Danar (32), karyawan swasata, bertemu jodohnya di McD Sarinah, “ingat betul beberapa tahun lalu saya kenalan sama istri saya di sini. Saat itu kami sedang buka puasa bersama. Bisa dibilang kalau tidak ada McD Sarinah, mungkin saya tidak menikah dengan istri saya sekarang.”

 
Salah satu karyawan berpose sesaat setelah membersihkan McD Sarinah. (Fernando Randy/Historia).

Setelah beroperasi selama 30 tahun, restoran yang mempunyai maskot badut bernama Ronald McDonald tersebut akan pamit. Gedung Sarinah akan dipugar demi keamanan bangunan. Seiring pemugaran, ada perubahan konsep, model, dan strategi bisnis gedung Sarinah. Pengelola ingin lebih menitikberatkan unsur ke-Indonesia-an dan keberpihakan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagaimana khitah gedung ini waktu pertama kali dibangun oleh Sukarno pada 1962.

Maskot McDonalds yang ikonik, Ronald McDonald. (Fernando Randy/Historia).

McD berasal dari Amerika Serikat dan kapitalisasi besar. Ia dinilai kurang cocok dengan konsep, model, dan strategi bisnis gedung Sarinah ke depannya. Sebenarnya pengelola memberikan syarat jika McD masih ingin beroperasi di Sarinah. McD harus menambahkan sajian Indonesia dalam menunya hingga mencapai 50 persen. Tapi manajemen McD telah bulat menutup gerainya.  

Salah satu pelanggan menunggu pesanan datang di McD Sarinah. (Fernando Randy/Historia).
McD Sarinah yang begitu dicintai oleh berbagai usia. (Fernando Randy/Historia).

Penutupan McD Sarinah menyebabkan masyarkat berbondong-bondong ke sana untuk membeli, berfoto, dan menuliskan kesan mereka di papan yang disediakan oleh manajemen McD. Walaupun restoran McD masih bertebaran di berbagai sudut kota ini, berbagai kenangan sentimental, personal, dan nostalgia tak akan terganti.

Para pembeli menikmati berbagai produk terakhir dari McD Sarinah. (Fernando Randy/Historia).
Letaknya yang strategis turut mengangkat popularitas McD Sarinah. (Fernando Randy/Historia).
Ronald McDonald yang begitu ikonik di McD Sarinah. (Fernando Randy/Historia )
Berbagai ucapan dari orang-orang yang mempunyai kenangan di McD Sarinah turut menghiasi hari terakhirnya. (Fernando Randy/Historia).

 

 
”The ”The

Tinggalkan Balasan